Wednesday, April 1, 2026
Home > Cerita (Page 18)

Mengenang Pak Jakob Oetama,  Catatan Hendry Ch Bangun

Ketika saya mulai bekerja di Harian Kompas pada 1 Desember 1984, PK Ojong sudah berpulang sehingga tokoh yang tertinggal hanyalah Jakob Oetama. Foto keduanya terpajang di sejumlah titik di ruang redaksi jadi tetap terasa mengawal saat kita berada di kantor. Wajah mereka berdua terasa ramah dan hangat, bagi saya yang baru

Read More

SAJAK, Salam Sejawat, Oleh: Ahmad Istiqom

Sejawat, tetaplah semangat Atas syahidmu di depan gerbang corona Atas wafatmu dengan stetoscop menggantung lemah di dada Seratus nyawa Bukan seratus jera Kami saja yang terlalu lena Lupa membekalimu dengan cadangan nyawa Itu pun kami tak punya Dok.. apakah dialam sana masih ada masker Sisa kan buat menutupi malu kami Surgamu kah itu yang berbau harum Bukan bau alkohol kamar bedah Kami di

Read More

Semoga Bukan Kita, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Hanya Allah berhak disembah tak ada sesembahan selain Dia Allah satu-satunya, tiada dua apa lagi tiga atau lebih banyak tak beranak dan tak diperanakkan jangan sampai salah jalan   musyrik memohon kepada selain Dia pohon besar, kuburan, tempat angker bukan tempat meminta dan berdoa pergi ke dukun bukanlah solusi kecuali kepada dukun beranak ilmu hitam bukan jalan ke luar semoga itu bukan kita   kita-kita

Read More

Bangsa Tempe,   Catatan Nuim Khaiyath

Pujangga , ahli matematika dan ilmu falaq Persia (sekarang Iran) Omar Khayyam(1048-1131)  pernah mengingatkan manusia agar sangat berhati-hati ketika menulis sesuatu (dan tentu saja ketika mengatakan sesuatu yang kemudian dicatat/ditulis, seperti ucapan seseorang yang sedang berpidato atau menyampaikan ceramah/taushiyah, yang lantas disebarluaskan). Dalam sajak mashurnya “The Rubaiyat of Omar Khayyam “

Read More

Hidup Sampai September Itu Anugerah, Oleh Hendry Ch Bangun

Memasuki 1 September 2020 kemarin,  ada poster yang marak di media sosial. Bunyinya kira-kira, “Masih hidup sampai 1 September? Sesuatu yang patut disyukuri”. Ya, virus Covid 19 yang misterius keberadaannya membuat kita masih hidup dengan tubuh sehat menjadi anugerah luar biasa dari Sang Pencipta. Betapa tidak, setiap saat kita mendengar cerita kematian.

Read More

Di antara pidato-pidato yang mengubah dunia,  Catatan Nuim Khaiyath

Di awal Juni, bangsa Indonesia memperingati hari lahir Pancasila, ideologi negara yang sudah disepakati secara bersama, namun terus merangsang perbedaan, bukan dalam pesan dan isinya an sich, melainkan kapan sebenarnya Pancasila lahir atau dilahirkan. Barangkali kita sudah lupa bahwa pada hakikatnya hari lahir Pancasila pernah dilarang perayaannya atau peringatannya dalam tahun

Read More

Australia Berniat Bantu Indonesia beli vaksin Covid,  Catatan Nuim Khaiyath

Australia akan menyediakan bantuan keuangan senilai 80-juta dolar untuk negara-negara tetangganya di kawasan Pasifik dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia,  guna membeli  vaksin apabila nanti sudah  terbukti ampuh dan direstui Badan Kesehatan Sedunia – WHO. Untuk rakyat Australia, pemerintah akan memberikan pelayanan cuma-cuma kepada setiap warga yang bersedia menjalani vaksinasi, tanpa mewajibkan

Read More

Merugikan Orang Lain,  Catatan Hendry Ch Bangun

Amerika Serikat merupakan negara dimana warga bebas menyampaikan pendapat dan aspirasinya, termasuk tidak percaya pada virus Covid 19. Ada jutaan orang mungkin di negeri itu yang menganggap virus ini adalah rekayasa belaka, yang cuma menakut-nakuti dan dilakukan oleh pihak tertentu untuk memetik keuntungan politis dan ekonomis. Kita membaca di Jerman, demonstrasi juga

Read More

Mengetuk Pintu Langit, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Mengetuk Pintu Langit Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   tiada yang berhak disembah kecuali Dia Yang Maha Kuasa tiada tuhan selain Allah semoga semua itu selalu terjaga tak mampu dibelokkan sedetikpun meski oleh raksasa penista atau janji kekayaan berlimpah kedudukan dengan kekuasaan penuh oleh wanita pengguncang dunia   hanya kepadaNya hamba berharap memohon dalam sujud panjang mengetuk lembut pintu langit berharap impian diijabahi Allah hanya Dia harapan, tiada

Read More

SAJAK JAGUNG BAKAR, Oleh: Ahmad Istiqom

Membakar jagung di ladang subur Dapat rebung tunasnya muda Memanggang jagung di malam libur Hangus enam lantai plus berkas perkara Anak raja itu tetap tegar di kursi pesakitan gedung bundar Senyumnya semburat saat dua ledakan muncrat dari lantai dasar Palu hakim agung bernoda darah tergeletak dikakinya Tiga lantai gedung BI itupun juga sudah jadi arang Bersama 140 T

Read More

SAJAK NEGERI TUA, Oleh: Ahmad Istiqom

Negeri ini sudah tua Tapi tak juga dewasa Negeri para sengkuni yang berguru pada Durna Diramaikan pemandu sorak para kurawa Bagong dan punakawan tergelak-gelak Melihat para brahmana main ketoprak Lakonnya "Menyelamatkan Amarta dari Raja Dungu" Katanya, disana "merdeka" nyaris mati Padahal di ruang iccu korban corona tak mati mati Resep yang ditawarkan sebagai yang Maha Benar dengan segala nyinyirnya Tatkala

Read More

Dirgahayu NKRI, SAJAK BUNG, Bangkitlah Bung, Bangkitlah! Oleh: Ahmad Istqom

Barangkali Bung lelah di alam kubur Tengoklah tanah airmu yang kini tinggal tanahnya doang Karena airnya telah terjual Tengoklah tambangnya yang sudah kempot Karena isinya sudah disedot freeport Bung, yang terbaring di Bendogerit Bangkitlah Tapi jangan tanya batubara ya Batunya sudah habis diekspor tinggal baranya saja Kemudian membakar sentimen antar suku, agama dan pilkada Bung mintalah cuti barang dua tiga

Read More

Erick Tohir, Steven Zhang dan Lionel Messi,   Catatan Sudarsono Gunawan

Lionel Messi. Nama itu bergema lagi Sabtu malam ( 8/8), ketika Barcelona menaklukkan Napoli 3-1, sekaligus memastikan tiket ke perempat final  Liga Champions. Orang akan terus mengingat  cara manis Messi mencetak gol. Ia bergerak dari sisi kanan, mengecoh tiga pemain lawan. Sempat hilang keseimbangan dan terjatuh, tapi  kakinya masih sempat melepaskan tembakan

Read More

Tebing Tinggi, Kota Lemang  ditandai para pedagang di Jalinsum

MIMBAR-RAKYAT.com (Tebing Tinggi) – Pantas lah Kota Tebing Tinggi dijuluki sebagai Kota Lemang, karena pedagang lemang ada di berbagai jalur masuk ke kota itu hingga di beberapa sudut kota. Di antara para penjual lemang itu, terdapat di Jalan Lintas Sumatera  (Jalinsum) dari Kota Pematang Siantar menuju Kota Medan. Setibanya di Gapura

Read More

Liar dan Tak Ada Yang Peduli, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

“Goblok. Jangan begitu!” “Terus gimana Njing? “Bodoh! Itu aja lu nggak bisa,…..” Penggalan percakapan antara anak-anak berusia belasan tahun itu bagi sebagian orang mungkin dianggap biasa. Tapi bagi Pak Rachmat sesutu yang membuat dia galau, risau. Bagaimana tidak,  anak-anak yang usia SD dan SLTP, juga SLTA itu dengan mudahnya melontarkan kata-kata yang tidak pantas

Read More

SAJAK HAPE Oleh: Ahmad Istiqom

Sesungguhnya nafasku nafas hape. Hoss.. Sesungguhnya denyut nadiku kentut hape. Nyuut.. Sesungguhnya detak jantungku rentak hape. Taak.. Darahku hape Sumsumku hape Sujudku hape Sembahku hape Pepundenku hape Aku rela diperkosa Aku rela diserimpung Aku pasrah dilumat bulat bulat Karena hidupku kini tergantung di tali hape Karena nyawaku melekat di paket pulsa Karena jiwaku tertambat erat di grup wa Dzikirku bungkam dalam tautan instagram Tahlilku memantul,

Read More

Berbagi Kebahagiaan,  Catatan Hendry Ch Bangun

Saya beruntung tinggal di kawasan perumahan yang warganya suka berbagi. Dalam Idul Adha 1441 Hijriah kemarin, ada 11 sapi dipotong bersama dengan 26 ekor kambing. Dihasilkan 1.100 plastik daging yang dibagikan ke warga sekitar yang dianggap berhak menerimanya. Setiap anggota panitia yang jumlahnya 100 lebih juga mendapatkan satu kantong daging sebagai

Read More

Dan Malam Semakin Dingin, Cerpen Hendry Ch Bangun

“Seharusnya kita berbicara seperti ini dua puluh atau tiga puluh tahun lalu. Wajah kita masih bersinar, masih ada sesuatu yang dibanggakan.” “Dalam pandanganku kau masih cantik..” “Ah, kau selalu tak pandai berbohong. Atau memang bodoh” “Aku serius.” “Itulah kebodohanmu. Tapi itu yang membuat aku menyukaimu.” “Kita cocok kan? Apapun namanya, kita sebenarnya saling menyukai.” “Dan terbukti,

Read More

Masjidil Haram (1), Puisi A.R. Loebis

Aku terpana Hampa Terpacak Terpesona Meleleh   Masjidil Haram (2) Pusaran manusia Aku meleleh Hanyut   Masjidil Haram (3) Kiblat dunia penuh manusia Jutaan dari penjuru dunia Ras, warna, jenis kelamin, negara, kostum, satu Rebutan mengagungkan Asma-Mu Ya Allah Kami datang memenuhi undanganMu Ya Robb jutaan dari milyaran penduduk dunia   aku terhanyak memandangi manusia kecil-kecil di lantai tiga mungkin mereka sedang towaf tapi pasti sedang mengagumi kebesaran dan kehebatanMu aku melihat berkeliling,

Read More

Petikan daun bambu, Puisi A.R. Loebis

Jejeran pohon bambu bergerak-gerak Menari dengan gemulai menawan Dedaunannya melambai-lambai Suaranya, aduhai , berdesah-desah basah   Pasti ada yang memetik simfoni itu Kalau tidak tak mungkin senarnya bergetar Punggungku nyaman menempel di tembok Mataku  nanar menatap ke kejauhan Kurasa-rasa, entah kapan menyaksikan keindahan pandang Kemerduan suara dan irama yang mengalun dari buluh perindu   Baru kali ini aku mengamati khusus Kulitku terkesiap seperti

Read More

Mereka pergi, Puisi A.R. Loebis

Memandang punggung mereka Di ujung bulan ini kaki mungil itu berjuntai di gendongan bila terang ia pasti jalan tertatih mengikuti Tapi ia tak pergi Terpateri dalam hati   Aku memandangi punggung mereka Di ujung bulan ini Bebatuan jingga itu Menanti sapuan tangannya Serta jentikan jemari Dan tiupan perlahan Dengan kaki berlonjor dan berjuntai Busana berkibar perlahan Dihembus angin menembus ilalang Yang datang dari arah belakang Entah kapan lagi terbentang   Aku

Read More

Lebaran di Ciampea, Catatan A.R. Loebis

Gema takbiran saling bersahutan di udara.  Seketika merinding bulu roma, melintas beragam gambar hari raya lalu yang bahagia.  Kini, aku hanya berdua dengan istri di pelosok desa sepi ini. Ruang terbuka sebelah kanan rumah yang penuh berbagai jenis pepohonan, dedaunannya seolah melambai mengucapkan selamat pagi. Aku bergegas ke masjid tak jauh

Read More

Tamu itu pergi, Puisi A.R. Loebis

Sebentar lagi tamu itu akan pergi entah apa yang sudah kusuguhkan kepadanya tapi sebaliknya, begitu banyak makanan yang diantarkannya kepadaku di atas meja santap di dalam relung hati di kolam rindu jiwa entahlah sajadah itu apakah memberi kabar entah kenapa aku begitu cemas jangan-jangan aku hanya lapar dan dahaga karena tak mampu tak kuasa tak menyiapkan waktu hanya menyisakan masa sehingga sukma terasa

Read More

SAJAK RAMADHAN: Oleh Ahmad Istiqom

PUISI ni tidak lagi terasa bergizi Dimaki ayat makiyah dipadani surat madaniyah Satu juta dua puluh tuju abjadnya seperti peluru penuh mesiu Setiap kubaca ia memantul seperti kaca Meletupkan satu kebajikan berbanding sepuluh balasan Ramadhan begini Alquran-ku semakin lusuh Puisiku menjadi pepesan kosong Gurindammu.... bohong Bermain kata bak anjing menggonggong Seratus empat belas surat, bukan syair bukan sajak Berawal dari iqra

Read More

Malam 1000 Bulan, Puisi A.R. Loebis

Malam 1000 bulan Tak terbayangkan begitu banyak menghias angkasa aku termangu hanya termangu tak kuasa membayangkan penciptanya tak terhingga ku membacamu dibawah sinar dian 1000 bulan dada bergetar air mata menetes hingga tertatih-tatih dari Ramadan ke Ramadan menahan rindu dendam   Ya Allah yang maha Kuasa Satu bulan pun membuat semua orang bahagia Apalagi 1000 bulan Bulan di angkasa dan dalam dada Bulan dalam ruang dan waktu Dalam janji dan

Read More

Belajar mati, Oleh A.R. Loebis

Mati kok dipelajari? “Ya, aku merasa sekarang sedang belajar mati. Bukan aku saja, tapi kita semua.” “Aku gak ngerti apa yang kamu maksud.” “Ya gimana mau ngerti. Kamu tidak menghayatinya.” “Menghayati apa? Kamu ngomong apa sih.  Kok tiba-tiba ngawur.  Temperaturmu berapa?” “Maksudmu apa?” “Lho. Saya bertanya, kok kamu balik bertanya. Aku gak ngerti nih. Aku yang

Read More

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru