Tuesday, October 04, 2022
Home > Cerita > Puisi & Pantun

Ode Kepada Pengamen, Puisi A.R. Loebis

Ada gitar, keroncong, seruling Ada botol air mineral diisi pasir Ada tutup botol terpaku ke kayu kecil Bahkan mulutpun alat lagu, disambung senandung Kepasrahan dan keretakan sosial Serta lagu cinta tentang kehidupan Ada sulap dan baca puisi : anak kecil jadi besar Tapi orang kecil tak bisa jadi besar Kau mahir merangkai kata Diksi dan vokalmu pun seperti Rendra di

Read More

Menjelang Rindu 6, Puisi A.R. Loebis

Tak terperikan rasa rindu Ini sudah yang keenam Hari entah keberapa bulan entah keberapa Rasa-rasanya bahkan sudah tahunan sejak menjelang rindu yang pertama rindu entah kapan kan terjelang untung tak seperti kata orang yang kepayang seperti sembilu di nadi, seperti tersadar dari mimpi   menjelang rindu keenam tak seorang pun kan merasakannya karena rasa sama berada di tempat berbeda tapi pasti ada yang pernah merasakannya karena

Read More

Sunyi Tanpa Kata, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Sunyi Tanpa Kata Puisi Djunaedi Tjunti Agus   ada yang sibuk mengeluh wajah kuyu makin kentara muka-muka terlihat pasrah bagai kepanasan tanpa angin   apa yang harus kita lakukan? ada yang coba buka suara namun tak ada jawaban kemudian pandang-pandangan   sampai kapan harus begini? apakah mereka punya hati? apakah mereka peduli terhadap kita? pertanyaan tanpa jawaban   kemudian sunyi sesaat tanpa ada kata-kata satu per satu pergi dengan mata tanpa

Read More
Makkah. (Foto Dokumentasi Arab News)

Haji,  Puisi A.R. Loebis

Haji adalah niat Haji adalah panggilan Haji adalah keikhlasan Haji adalah kesabaran Haji adalah kebesaran derajat yang dilimpahkan Allah Atau hanya ingin dipanggil Pak Haji Iblis terus menari-nari Bahkan kepada undangan Allah Tapi manasik haji adalah panggilan Ketawakkalan kepada Illahiah Persatuan antarummat Islam sedunia Di Haramain: Iblis kelihatan sangat kecil, hina dan marah, Karena amat banyak rahmat bertebaran Serta pengampunan dosa dari  Ya Afuwwu

Read More

Padang Arafah, Puisi A.R. Loebis

Lailahailollohu wahdahulasyarikalah Lahul mulku walahulhamdu wa hua alla kulli saiin qodir.    Solat digabung diperpendek Untuk memperpanjang doa zikir kepadaMu Ribuan tenda bahkan jutaan Ribuan rasa bahkan tak terhingga Jutaan manusia, manusia rupa-rupa Panas, keringat, tikar, kasur, karpet Telentang, baring, tengkurep, tengadah, sujud, tafakur Kipas, pendingin, putih, cokelat, kuning,  hitam, seragam Tak satu pun penutup kepala bagi  jutaan lelaki Tiada pohon,

Read More

Di Tengah Kesunyian, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Di Tengah Kesunyian  Puisi Djunaedi Tjunti Agus   Hanya satu dua suara tuts Tekanan lembut terdengar nyaring Hanya satu dua teman Selebihnya sunyi, sepi Suara teve memang masih dominan Mengusir kantuk, kejenuhan   Sekeliling mulai senyap Motor, mobil, hanya satu dua Pikiran pun mulai jauh melayang Kadang ke peraduan Tak jarang berubah arah Menyeberang lautan   Apa yang sedang dia lakukan Pastinya tidur, mungkin mendengkur Apakah dia dalam buaian

Read More

Di Keheningan Malam, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Di Keheningan Malam Puisi Djunaedi Tjunti Agus   Televisi yang tergantung di dinding Terus nyerocos tentang banyak hal Cermin berdiri kokoh menantang Aku hanya bisa menarik nafas Kesal campur aduk, lunglai   Ingin marah, tapi kepada siapa Sesekali roda koper terdengar keras Memecah kesunyian lorong Ada suara percakapan, tapi sesaat Kemudian berlalu, kembali lengang   Sebungkah roti terlihat membatu Teronggok tak tersentuh di meja hias Tak ingat

Read More

Jangan Sampai Terlambat, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Jangan Sampai Terlambat Puisi Djunaedi Tjunti Agus   Allah telah menetapkan segalanya Tak mungkin matahari mengusir bulan Mustahil siang mendahului malam Tapi jangan heran matahari terbit di ufuk barat Karena  itu adalah kehendak Allah Pertanda kiamat segera datang Saat tobat tidak lagi diterima   Jangan sampai terlambat Dunia sudah semakin tua Bisa jadi kiamat tinggal lagi sesaat Bertobatlah segera, minta ampun Memohonlah agar segala dosa

Read More

Rintik Bulan Juni, Puisi Hendry Ch Bangun

Ada yang lebih berarti dari airmata Yakni ketika duka tumpah menjadi nikmat Meluruhkan dosa-dosa dan kemungkaran Yang begitu lama mengendap di pembuluh darah Ada yang lebih cinta dari derai gerimis Sewaktu senyum menjelma di bibir manis Melihat malaikat menumpahkan bunga-bunga kecil Beraneka warna menebarkan wangi-wangi Ada yang lebih ikhlas dari tarikan nafas Ketika tanpa suara kau usapkan tangan basah Pada

Read More

Kapan Saat Itu Datang?, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Kapan Saat Itu Datang? Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   Detik-detik terus berlalu Menit pun terus berputar Jam dan hari silih berganti Hanya satu pertanyaan Kapan saat itu datang?   Perjalanan setelah kematian Beratnya hari perhitungan Selalu diigatkan oleh ahli agama Tanda akhir zaman pun telah ada Lalu kenapa kita tetap lalai Menomorduakan urusan agama   Ingat, saat itu bisa datang kapan saja Esok, lusa, atau mugkin bulan

Read More

Sudahkah Kita di JalanNya, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Sudahkah Kita di JalanNya Puisi Djunaedi Tjunti Agus   Ramadhan bukan berarti hanya menahan Berpuasa, memperbanyak ibadah Berserah diri, mengerjakan yang wajib Memperbanyak sunah Rasulullah Ramadhan juga untuk mengoreksi diri Sudahkah kita berada di jalanNya   Rasulullah sudah lama bersabda Umatnya akan terpecah 73 golongan Kecuali satu golongan yang masuk surga 72 golongan lainnya akan masuk neraka Apakah kita termasuk diantara yang satu Atau masih

Read More

Sampaikan Umurku Hingga Ramadhan, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Sampaikan Umurku Hingga Ramadhan Puisi Djunaedi Tjunti Agus   Allāhumma sallimnī li Ramadhāna wa sallim Ramadhāna lī, wa sallimhu minnī Ya Allah, selamatkanlah aku dari penyakit dan uzur lain demi ibadah bulan Ramadhan selamatkanlah (penampakan hilal) Ramadhan untukku dan selamatkanlah aku (dari maksiat) di Bulan Ramadhan.   Allahumma barik lana fi rajaba wa sya’bana wa balighna Ramadhana Ya Allah berkahilah umur kami

Read More

Mengejar Bayangan, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Mengejar Bayangan Puisi Djunaedi Tjunti Agus   berlari, terus berlari namun sasaran tak terkejar saat pelan dia pun melambat ketika cepat dia pun kencang kadang menghilang saat redup kembali nyata saat terang   nafas pun kembang kempis sasaran tak kunjung takluk namun nafsu tak mau menyerah ambisi terus menggebu-gebu sampai akhirnya terkapar sadar kemampuan tak cukup tak sebanding dengan kenyataan   suatu yang tak mungkin berupaya menangkap bayangan mengejar mimpi

Read More

Telah Sampai Di Manakah Saya? Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Telah Sampai Di Manakah Saya? Puisi Djunaedi Tjunti Agus   kadang hati berkata-kata telah sampai di manakah saya saat sendiri pertanyaan makin gencar nyali kerap menjadi ciut apa saja selama ini yang saya lakukan sudahkah di jalan yang benar atau justru banyak salah jalan   telah sampai di manakah saya masih jauh atau mendekati batas akhir dada kadang berdebar, sesak terlebih saat teringat jalan

Read More

Hati yang Berkata-kata, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Hati yang Berkata-kata Puisi Djunaedi Tjunti Agus   telah dekatkah saatnya? hari-hari diisi pertanyaan sama tangan kerap mengelus dada mencari-cari sesuatu tanda apakah sudah tiba waktunya   pikiran kerap menerawang mengingat-ingat para pendahulu saat mereka pergi tuk selamanya ketika cinta masih mewarnai cinta antara anggota keluarga nenek, ayah, ibu, dan saudara satu persatu tiba masanya   hati yang terus berkata-kata mengandung suatu tanya apakah sudah dekat saatnya meski tak mungkin

Read More

Bingkai Kerinduan, Puisi A.R. Loebis

Kerinduan meraba sepanjang waktu Satu-satu gambaran kisah lalu menari-nari di pelupuk mata Tak lekang ditelan masa Terbayang tatap dan belaimu Teringat tawa dan candamu Menggelitik irama dalam dada Berdegub-degub lama berguncang Aku cemas dengan kerinduanku Ah, pertemuan ini begitu cepat berlalu   Kerinduan meraba sepanjang waktu Sumur di mata mengering Sesunguk di malam hari terlena Sedu-sedan tanpa suara Tangis tak terisak Senyum tak merekah Bicara tak bersuara Karena

Read More

Segeralah Berlalu, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

bersamaan munculnya mentari langkah telah menapak pasti menuju titik pembuka harapan mengerahkan diri melalui usaha semoga di masa depan di tahun yang akan datang kondisi lebih baik penuh harapan di penghujung tahun ini aku tak pernah lelah berupaya tak ada kata menyerah apa lagi hanya pasrah menanti tanpa daya dan upaya semoga segala rintangan berlalu penyakit yang masih membelit perekonomian yang melilit semoga tinggal jadi

Read More

Yang Dipanggil Corona,  Puisi Hendry Ch Bangun

Kemarin pergi dua Hari ini meninggal delapan Kemudian tujuh belas Lalu tak terhingga   Bunga-bunga jatuh daun-daun gugur Bergulir waktu mereka dipanggil satu persatu Mendapati sepi ke arah yang tak kembali Ke tempat kelak kita jua pergi   Tak tahu kapan tapi begitu dekat Sedekat tarikan nafas dan aliran darah Maut hadir seperti pedagang keliling Di depan rumah jajakan jualan silih berganti   Adik dan

Read More

Menikam Jejak, Puisi Nurwani

Menikam Jejak Puisi: Nurwani Detik menjadi waktu Waktu menjadi tahun Tahun menjelma menjadi kisah-kisah panjang. Di jendela waktu aku pandang jejak menapak di atas bumi Merangkak bahkan tergelincir besama waktu. Tirai-tirai harapan telah tergantung dalam kisah masa akan datang. Kini telah aku temukan bahasa dalam jejak. Telah aku temukan kisah dalam peninggalannya. Semakin jauh mata memandang semakin aku tikamkan jejak

Read More

Padang Arafah, Puisi A.R. Loebis

Lailahailollohu wahdahulasyarikalah Lahul mulku walahulhamdu wahua alla kulli saiin qodir.  Solat digabung dipependek Untuk memperpanjang doa zikir kepadaMu Ribuan tenda bahkan jutaan Ribuan rasa bahkan tak terhingga Jutaan manusia, manusia rupa-rupa Panas, keringat, tikar, kasur, karpet Telentang, baring, tengkurep, tengadah, sujud, tafakur Kipas, pendingin, putih, cokelat, kuning,  hitam, seragam Tak satu pun penutup kepala bagi  jutaan lelaki Tiada pohon, gundul

Read More

HAJI, Puisi A.R. Loebis

Haji adalah niat Haji adalah panggilan Haji adalah keikhlasan Haji adalah kesabaran Haji adalah kebesaran derajat yang dilimpahkan Allah Atau hanya ingin dipanggil Pak Haji Iblis terus menari-nari Bahkan kepada undangan Allah Tapi manasik haji adalah panggilan Ketawakkalan kepada Illahiah Persatuan antarummat Islam sedunia Di Haramain: Iblis kelihatan sangat kecil, hina dan marah, Karena amat banyak rahmat bertebaran Serta pengampunan dosa dari  Ya

Read More

Mati Itu Pasti, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Mati Itu Pasti Puisi Djunaedi Tjunti Agus mati itu pasti tak ada yang bisa menghalangi entah esok atau lusa mungkin nanti suatu waktu Tuhan yang tahu waktunya Dialah sang pencipta menghidupkan dan mematikan penyebab kematian pun beragam bisa karena kecelakaan mungkin karena penyakit termasuk terpapar virus corona serangan tha'un pernah terjadi mengancam umat di zaman baheula Rasulullah pernah mengingatkan bila tha'un mengancam hadapi dengan tenang jangan keluar

Read More

Masjid-Masjid Jabal-Jabal, Puisi A.R. Loebis 

Masjid masjid Jabal jabal gunung bukit Bukti sejarah bukti ibadah Kemegahan bangunan fisik Kekuatan gunung bukit sebagai paku bumi Tempat perjuangan nabi rasul Dalam menegakkan syariat Allah Ziarah, panas, payung, onta, foto, buku, lelehan keringat, mendaki, tapi tiada lelah   solat di Masjid Nabawi lebih baik 1000 kali dari mesjid lain solat di Masjid Haram 100 ribu kali lebih baik dari

Read More

Pintu Babussalam,  Puisi A.R. Loebis

Padat..padat Dimana-mana tiada sekat Duduk berdiri ruku sujud Tapi padatnya di tempat air Zamzam adalah pesaudaraan Siapa pun siap berbagi dari gelas plastik ke gelas plastik Dari botol air mineral ke botol air mineral Walau siapa pun yang paling depan Siapa yang menggapaikan gelas plastik Siapa yang menyodorkan botol kosong Dalam bilangan detik pasti diisi Biar...biar orang yang dibelakang kebagian

Read More

Semoga Bisa Lelap di PangkuanMu, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Semoga Bisa Lelap di PangkuanMu Puisi Djunaedi Tjunti Agus perjalanan semakin jauh apakah sudah mendekati akhir? entahlah, ujung perjalanan masih samar jejak awal yang ditinggalkan sudah lenyap di manakah akan berakhir tak bisa terjawab pasti, gaib hanya Dia yang tahu kerap tercenung tertegun dan bertanya-tanya sudah benar kah jalanku galau pun kerap datang di mana titik akhir itu batas yang telah Engkau tetapkan masih jauh

Read More

Pintu 25, Puisi A.R. Loebis

Terik, ramai Padat, sesak Riuh Dari asal tiga pintu bertiang atap pohon kurma Kini ada 95 pintu Masjid Nabawi Pintu 25 gemuruh Pedagang K-5 berteriak menjajakan barang Orang keluar masuk halaman mesjid Di sinilah aku kesasar Di sinilah temanku sempat menghilang Di sinilah aku dihardik Di sinilah ia menanti Berjam-jam Aku kehilangan Pintu 25 Ini bisa mengarah ke Raudhah Kok terkadang terasa dekat dengan pintu

Read More

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru