Monday, January 25, 2021
Home > puisi Djunaedi Tjunti Agus

Keakraban yang Mulai Sirna, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Keakraban yang Mulai Sirna Puisi Djunaedi Tjunti Agus gerimis menambah sepi apalagi hujan deras, angin menderu masjid menjadi makin jarang jika pun ada jadi saling curiga seseorang yang batuk dihindari orang-orang mejauh bunyi sirine ambulan melintas membuat suasana makin mencekam apa lagi masjid-masjid saling bergantian mengumumkan berita duka perginya seorang warga mati karena terifeksi virus corona kita hanya bisa berdoa semoga yang tewas diterimaNya mudah-mudahan bencana

Read More

Alam pun Bicara, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Alam pun Bicara Puisi Djunaedi Tjunti Agus   dosa apa yang telah kita lakukan? terlalu angkuh bertanya demikian setiap manusia pasti pernah berdosa entah dosa kecil, mungkin dosa besar tanyalah pada diri sendiri   alam sepertinya memperingatkan kita manusia telah melakuan kerusakan berbuat dosa, merusak diri dan lingkungan alam pun bicara, mengingatkan hingga kapan manusia berbuat nista memporak-porandakan alam berbuat hina, bergelimang dosa   masih kah kita

Read More

Siapa Yang Peduli, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Siapa Yang Peduli Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   lihat kaca bercermin diri apakah bersih atau penuh noda apakah hati bebas titik titik hitam apakah jiwa bebas kemunafikan mungkinkah telah salah jalan atau masih di jalan lurus   siapa yang peduli jika bukan diri sendiri dimana kan berakhir jalannya kita yang mengarahkan karena itu jangan salah jalan akan jadi penyesalan panjang   kita bisa merasakan tanpa harus menduga-duga siapa

Read More

Bulan di Ujung Daun, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Di malam yang kelam dari balik dedaunan terlihat bulan bersinar terang benderang menerangi angkasa dan bumi di ujung daun yang bergoyang bulan terlihat semakin riang mengajak alam bicara mengirim pesan ke semua orang di sinilah beberapa tahun lalu dalam suasana hampir serupa menjejakkan kaki di Cianjur menatap bulan yang sama sambil mendengar bait-bait yang dilantunkan oleh Alfian jangkrik menjadi saksi bulan yang sama kembali muncul membawa kecerahan,

Read More

Innalillahi Wa Innalillahi Rojiun, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Innalillahi Wa Innalillahi Rojiun, Puisi Djunaedi Tjunti Agus   innalillahi wa innalillahi rojiun kalimat ini sering didengar sering ditulis via pesan mengiringi kepergian seseorang entah keluarga, teman, tetangga selamat jalan pergi ke hariban milik Allah kembali ke Allah   kesedihan, kerelaan, dan doa suatu waktu ditujukan pada kita melepas kepergian ke alam baka menemui penguasa alam semesta mungkin menanti waktu lama sebelum diadili di akhirat berakhir

Read More

Jangan Tanam Kebencian, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Jangan Tanam Kebencian Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   jangan tanam kebencian saatnya nanti kau yang memetiknya menanggung akibatnya langsung semua akan dibalas tunai habis tanpa sisa sedikitpun membuat kau bangkrut ludes menjadi orang yang merugi neraka lah sebagai balasannya   jangan pernah melecehkan mengancam orang tanpa alasan ingkar janji lari dari tanggungjawab mencemooh peringatan Tuhan   jangan pernah tonjolkan kesombongan keangkuhan merasa hebat sendiri jangan timbulkan kebecian kepada siapapun di

Read More

Cek Itu dan Ini, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

hari-hari yang sibuk mondar-mandir ke sana ke mari menemui banyak orang dari petugas, perawat, hingga dokter melakukan konsultasi berbagai hal dari masalah gula darah hingga mata sampai pada masalah asam urat   anda sudah tua, sadari lah itu bukan ucapan sang dokter tapi kata hati dari lubuk yang dalam karena itu banyaklah beramal jangan buat lagi dosa-dosa meski memandang barang terlarang bertobatlah, minta ampun

Read More

Semoga Bukan Kita, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Hanya Allah berhak disembah tak ada sesembahan selain Dia Allah satu-satunya, tiada dua apa lagi tiga atau lebih banyak tak beranak dan tak diperanakkan jangan sampai salah jalan   musyrik memohon kepada selain Dia pohon besar, kuburan, tempat angker bukan tempat meminta dan berdoa pergi ke dukun bukanlah solusi kecuali kepada dukun beranak ilmu hitam bukan jalan ke luar semoga itu bukan kita   kita-kita

Read More

Mengetuk Pintu Langit, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Mengetuk Pintu Langit Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   tiada yang berhak disembah kecuali Dia Yang Maha Kuasa tiada tuhan selain Allah semoga semua itu selalu terjaga tak mampu dibelokkan sedetikpun meski oleh raksasa penista atau janji kekayaan berlimpah kedudukan dengan kekuasaan penuh oleh wanita pengguncang dunia   hanya kepadaNya hamba berharap memohon dalam sujud panjang mengetuk lembut pintu langit berharap impian diijabahi Allah hanya Dia harapan, tiada

Read More

Ramadan dan Doa, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Ramadan dan Doa Puisi Djunaedi Tjunti Agus   jangan pernah berhenti berdoa doa adalah segala-galanya tanpa doa hidup akan hampa jalan kehidupan jadi gelap gulita tanpa doa tujuan hidup kacau   takdir memang telah ditentukan Allah namun doa dapat mengubahnya hanya dengan doa dapat dilakukan begitulah sabda Rasulullah jangan remehkan arti doa Tuhan akan sangat memperhatikannya   barang siapa yang tak minta pada Allah niscaya Allah akan

Read More

Memenuhi PanggilanNya, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

jalan terjal telah aku lalui berliku, becek, berlubang kadang penuh onak duri penyesalan panjang pun mengikuti tergilincir, terjerembab pun terjadi air kotor pun pernah diarungi sampai aku tersadar, lunglai kenapa harus berada di sana   sampai akhirnya kini berjuang memenuhi panggilanMu memenuhi semua perintah menjauhi apa yang Engkau larang hanya Allah yang berhak disembah aku pun bersimpuh minta ampun berusaha mebersihkan jiwa raga berharap semua dosa

Read More
ilustrasi ummi online

Berserah Diri, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Oleh: Djunaedi Tjunti Agus   Allah telah menentukan segalanya, tak ada yang luput menang kalah, sukses dan gagal semua telah diatur rinci tak ada yang luput dari Allah selembar daun jatuhpun diketahui   segalanya ada maksudnya yang menang janganlah angkuh yang kalah tak perlu sedih kebanggaan bukan segalanya kekalahan bukanlah hina yang penting adalah akhirnya ingat Allah menjelang ajal   sejarah telah membuktikan Allah telah memberi contoh kebenaran di

Read More
Ilustrasi: Masjid Al-Aqsa Palestina (Arab News)

Ketika Setan Dibelenggu, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

oleh:Djunaedi Tjunti Agus   ketika ayat-ayat Mu ku baca ketika ayat suci berkumandang hati ini terasa nyaman, damai kadang air mata mengalir lain waktu sampai terisak-isak dalam dada muncul gelora ada sesal, ada pula kerinduan   Ramadhan mengubah segalanya ingat dosa, terkenang masa lalu berbagai kesalahan muncul datang berebutan susul menyusul kebaikan ada, tapi tak seberapa ampuni hamba ya Allah jadikan bulan suci ini bermakna mengantar hamba

Read More

Ramadhan pun Berakhir, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Ramadhan telah berakhir bulan suci itu selesai sudah kitapun boleh berbuka siang hari memadu cinta dengan pasangan kitapun bermaaf-maafkan dengan sesama umatNya Minal aidin wal faizin   namun bukan hanya itu justru saatnya kita merenung apakah yang kita lakukan sepanjang bulan suci Ramadhan adakah kita melakukan kebaikan berbuat baik antara sesama selain melakukan perintah Allah atau hanya sekadar menahan lapar   adakah Ramadhan berbekas mendorong perilaku kebaikan atau hanya

Read More

Jangan Mati Sia Sia, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

setiap nyawa tak akan pergi meninggalkan raganya sebelum rezekinya habis kematian tak akan datang sampai semua jatah dinikmati Allah telah menjanjikan itu   Rasulullah telah memastikan setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya hingga habis jatah rezekinya namun jangan hanya pasrah menerima apa adanya   carilah rezeki dengan cara halal jangan lakukan segala cara merenggut merajalela tanpa berpikir halal dan haram perolehlah harta atas ridhaNya bukan dengan cara

Read More

Inikah Kita, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

kaki yang telanjang, hitam naik ke kursi dengan lutut berdiri tak peduli orang di sebelah risih cuek bebek, acuh tangan sibuk memainkan hp serius tak peduli sekitar antre menunggu panggilan menjadikan banyak orang jutek memperlihatkan aslinya termasuk yang tampil kampungan   lalu lihatlah ke sekitar anak-anak, remaja berlarian atau saat naik kendaraan entengnya berucap serampangan kata bodoh, goblok, anjing sumpah serapah menyemburat tak terlihat risih, malah tertawa ucapan

Read More
ilustrasi hak cipta ummi-online.com

Taubatlah, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Taubatlah Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   segerakanlah sebelum azab datang menerpa secara tiba-tiba pada waktu tak terduga taubatlah secepatnya minta ampun atas dosa-dosa   minta ampun lah segera atas semua kesalahan azab bisa datang tak terduga gempa, tsunami, banjir bisa datang secara tiba-tiba longsor, tanah bergerak tiba-tiba menghantam menghancurkan tak dinyana   bertaubat lah sebenar taubat diikuti amal shaleh bukan hanya dalam perkataan memohon ampun lah kepadaNya taubat wajib bagi semua menuju ketaatan pada

Read More
ilustasi: Arab News

Amal dan Takdir, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

AMAL DAN TAKDIR tugas umat adalah beramal bukan mempersoalkan takdir karena takdir adalah urusan Allah bukan urusan umat manusia tugas kita beramal, beribadah bukan menyerah karena alasan takdir   bukan hak kita memvonis diri menyatakan tak perlu lagi sholat tak perlu puasa, zakat, dan naik haji tidak perlu menyembah Allah karena alasan takdir, lauhul mahfudz karena semuanya rahasia Allah   lauhul mahfudz hanya Allah yang

Read More

Rindu, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

kerinduan itu tiba-tiba datang muncul di tengah kebisingan di tengah banyak orang tak sabar bosan akan keadaan   kerinduan itu menyeruak menerjang menebas hambatan tak peduli ada yang ngedumel tak pusing ada yang cemberut   kerinduan itu mendorong memaksa bak larva mendesak kerinduan itu tak tertahankan rindu akan kesembuhan rindu kan ketenangan dan kemenangan   *RS Harkit Januari 2015

Read More

Basah, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

kau yang selalu ku rindukan sayup mata mu membuat hatiku luluh kapan,  di manapun, takkan kulupakan aku sayang kamu, sungguh percayalah, aku takkan bosan   sayang, jangan termanggu aku tak akan pernah meracau jangan bosan menunggu aku tak akan membuatmu risau semua adalah milikmu   sampai kapan pun jua hingga hayat memisahkan kita akan selalu seiya   oh ikan koi ku yang basah teruslah berenang biarkan aku slalu

Read More

Takdirku dan Takdirmu, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

ketika ruh ditiupkan saat itu pula takdir telah berjalan ruh membuat manusia hidup dan itu adalah rahasia Tuhan Allah sudah mentakdirkan kita sejak kita dalam rahim ibu   Allah mentakdirkan jauh masa 50.000 tahun sebelum fakta diciptakannya langit dan bumi firman Allah dan sabda Rasul menegaskan semua hal itu   soal rizki, ajal, juga amal sengsara atau bahagia sorga atau neraka semua telah ditetapkan tercatat dalam lauhul

Read More

Wajah Tua, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

apa lagi yang kau cari? hati ini bertanya menyelidik wajah itu tak lagi segar kerut dan garis mulai tampak pertanda wajah telah menua                  *** pantulan di kaca hanya diam tak ada kata, apalagi cerita kerut terdapat dimana-mana tanda ketuaan semakin nyata apa lagi yang kau cari?                 *** apa yang telah kau lakukan masihkah kau berbuat dosa melupakan Sang Pencipta berbuat sesukamu, liar tak peduli

Read More

Jika Aku Mati, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Jika ku mati Aku ingin diterima-Nya Tanpa dosa-dosa Diampuni segalanya   Aku tak takut mati Hanya takut masuk neraka Karenanya ampuni aku Ampuni segala dosa Disengaja atau tidak   Aku tidak sempurna Ya Allah terima tobatku Tunjukkan ke jalan yang benar Jauhkan dari dosa-dosa   Mungkin aku laki-laki tak berguna Tak berguna bagi keluarga Bagi anak-anak dan istri Bagi orang tua dan saudara Bagi siapa saja Mungkin itu sudah jalanku Maafkan hamba

Read More

Kemarahan Pelacur Tua, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

saya pelacur, apa pedulimu demikian WhatsApp mu padaku lalu kau kembali menghadang membelalakkan mata, menantang bukan urusanmu jika aku melacur itu katamu berulang, garang tantangmu membusungkan dada aku bebas tidur dengan siapapun begitu kau berucap berulang   tak peduli, aku menghindar tapi kau terus coba menghadang hanya karena melihat tak sengaja kau menggoda seorang lelaki bergelayut ketika berfoto berdua juga ketika dia menyelinap melepas birahinya di

Read More

Tak Ada yang Tak Mungkin, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

jika Allah menghendaki tak ada yang tak mungkin kapanpun Allah menginstruksikan maka jadilah semua kehendakNya Allah Maha Kuasa semua kehendakNya pasti jadi tak ada yang mampu membendung   jadilah, maka jadilah semua perintahnya jadi nyata meski miliaran umat miminta memohon Rahmat dariNya tak ada kesulitan bagi Allah semua tinggal perintah Allah Maha Kaya, pemurah   berdoalah, jangan pernah bosan jangan pernah putus asa apalagi menjadi patah arang tak lagi

Read More

Kadaluarsa, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

basi, sudah kadaluarsa tak enak disantap juga tak enak dipandang bahkan penyakit mengancam jika nekad menikmatinya   maaf kawan aku tak lagi tertarik tidak lagi ingin mengenyam apalagi telah banyak tangan dari sekadar memegang sampai yang mengobok-obok akibatnya semua menjadi basi   kasihan, tapi itu salahmu sendiri mengobral di tengah keramaian debu, lalar pun hinggap bebas sehingga peminat pun berubah hanya yang berselera rendah sajianmu tak lagi mengundang

Read More

Dunia Hanya Tipuan, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Balada: Djunaedi Tjunti Agus   dunia hanya sebentar tidak lama, hanya sedikit akherat panjang, tak terbatas jangan utamakan kehidupan dunia karena itu adalah kebodohan kejarlah amal untuk akherat   dunia lebih buruk dari bangkai anak kambing mati yang cacad lebih buruk dari kotoran sampah yang keluar dari manusia namun diperebutkan orang tanpa berpikir akan akherat   dunia hanya tipuan dunia ini pahit, ada batasannya tempat singgah sementara menjelang hijrah

Read More

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru