Sunday, May 09, 2021
Home > Cerita > Innalillahi Wa Innalillahi Rojiun, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Innalillahi Wa Innalillahi Rojiun, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Bumi (File Foto Monitor Expresso).

Innalillahi Wa Innalillahi Rojiun, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

 

innalillahi wa innalillahi rojiun

kalimat ini sering didengar

sering ditulis via pesan

mengiringi kepergian seseorang

entah keluarga, teman, tetangga

selamat jalan pergi ke hariban

milik Allah kembali ke Allah

 

kesedihan, kerelaan, dan doa

suatu waktu ditujukan pada kita

melepas kepergian ke alam baka

menemui penguasa alam semesta

mungkin menanti waktu lama

sebelum diadili di akhirat

berakhir di surga atau neraka

 

semoga kita tak tersesat dari awal

hingga mendapat tempat yang layak

tempat yang diiimpikan banyak orang

innalillahi wa innalillahi rojiun

 

sudah siapkah kita menghadapinya

dimasukkan ke liang yang sempit

ditanya oleh munkar dan nakir

moga tenang di tempat peristirahatan

dalam kuburan yang dilapangkan

dihembus oleh udara surga

menanti hari kebangkitan

 

berdesakan di Padang Mahsyar

meniti shiratal mustaqim

sudah cukupkah bekal kita

boleh saja meminta panjang umur

namun jangan lupa beribadah

panjang umur dalam ketaatan

 

laksanakanlah perintah Tuhan

menjauhi semua laranganNya

jika terlanjur berbuat dosa

segeralah bertaubat, minta ampun

tak lagi mengulangi kesalahan, dosa

tidak menyembah selain Allah

tidak memfitnah, dengki, tipudaya

hanya Allah yang disembah

 

fitnah Dajjal sangat berbahaya

menyesatkan penuh tipu daya

tanpa persiapan bisa terpedaya

menganggap Dajjal adalah Tuhan

jangan terhempas pada kesirikan

tak akan bangkit dari siksa neraka

 

tempuhlah jalan lurus

berbuatlah sesuai perintah

sesuai dalil, Al Qur’an dan hadits

jangan mau diajak mengada-ada

beribadah tidak sesuai tuntunan

semua telah dicontohkan Rasulullah

tinggal mengikuti, melaksanakan

 

semoga selalu di jalan lurus

menuju taman Firdaus

penuhi seluruh kewajiban

mematuhi rukun Islam lima perkara

mengucapkan syahadat

melaksanakan shalat lima waktu

membayar zakat

berpuasa di bulan suci Ramadan

menunaikan haji bagi yang mampu.

 

hindari ibadah mengada-ada

tanpa tuntunan tanpa dalil

Allah Maha Tahu segalanya

kesirikan tak akan terampuni

innalillahi wa innalillahi rojiun

semua diciptakan oleh Allah

dan kembali kepada Allah

semoga Allah mengampuni

*Akhir November 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru