Saturday, April 17, 2021
Home > Cerita > Cerita Pendek

Malam Semakin Dingin (5),  Cerpen Hendry Ch Bangun

Hari demi hari berlalu dilalui Budi. Malam-malam menjadi dingin karena hujan dan gerimis setiap hari mewarnai harinya. Angin yang kadang kencang menambah pilu hatinya karena sepi, seakan menerpa semua kehangatan yang diharapkannya. Kalau sedang kesepian seperti itu Budi lalu memutar lagu kesayangannya, Let Me Make Itu Through The Night yang dinyanyikan

Read More

Malam Semakin Dingin (4),   Cerpen Hendry Ch Bangun

Kepulangan Dian menyisakan kekosongan dalam rongga hati Budi. Entah kenapa. Setelah mendapat banyak kehangatan, setelah rindu seperti terlunasi atas mimpi bertahun-tahun, setelah harapan seperti menjadi nyata, kini lenyap begitu saja. Terus terang dia malas berkomunikasi karena konteksnya pasti sudah berbeda. Aku di sini sendiri, engkau di sana bersama keluarga, termasuk suamimu

Read More

Malam Semakin Dingin (3) ,  Cerpen Hendry Ch Bangun

Sudah beberapa hari ini Dian dan Budi bertemu sehabis senja. Ngobrol, curhat, berbicara tentang masa lalu yang tidak seperti harapan. Apabila menoleh ke belakang terkadang kita menyalahkan masa muda yang telah lewat karena tidak bertindak dengan sistematis. Dijalani begitu saja, tanpa usaha dan kerja keras untuk mendapatkan sesuatu. Seakan menjalani

Read More

Dan Malam Semakin Dingin (2),   Cerpen Hendry Ch Bangun

Budi bersiap-siap tidur. Dia sudah mengenakan piyama sehabis membereskan meja kerja yang tadi menjadi tempatnya duduk membaca. Dia sudah menyetel alarm di ponsel, agar bisa bangun kira-kira setengah jam sebelum subuh. Maksudnya agar persiapan menuju masjid tidak buru-buru. Bebersih di kamar mandi dengan santai dan berjalan juga dengan santai untuk

Read More

I Can’t Stop Loving You,    Cerpen Hendry Ch Bangun

Sore belum lagi habis, masih ada kemerahan di ufuk langit. Pulang dari bekerja, Budi duduk sambil minum teh di meja makan. Hari ini dia pulang agak cepat karena pekerjaan yang menjadi bebannya sudah diselesaikan karena kebetulan tidak banyak. Mengedit berita-berita untuk diterbitkan keesokan harinya. Dia kebetulan memegang halaman opini, surat pembaca,

Read More

Laki-laki Tua, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Dia memang tidak sesegar dulu lagi. Telah sulit berjalan terlalu jauh, meski berjalan santai, karena lutut dan betisnya kerap terasa nyeri, kram. Namun agar otot-ototnya tidak terasa kaku dia terus berusaha membiasakan diri berjalan di pagi hari. Kadang sore pun dia jalan keliling komplek perumahan, sekadar mencari keringat. Seusia dia,

Read More

Istriku Hobi Berkebun,  Cerpen Hendry Ch Bangun

Survei membuktikan sejak pandemic Covid 19 banyak ibu rumah tangga menjadi ahli berkebun, khususnya bunga-bungaan. Semula Herman tidak begitu percaya saat membaca berita di salah satu media online tersebut. Di rumah, istrinya yang terkena program work from home, biasa-biasa saja. Sehabis absen, atau zoom meeting, paling yang dilakukan membaca ataupun

Read More

Sejak ada Korona ia tak mau menciumku,   Cerpen A.R. Loebis

“Sejak ada Korona ia tidak mau menciumku,” kata Sahri. Kami yang duduk di pos jaga itu diam dan saling pandang. Mata kini selalu menjadi juru bicara, karena mulut sudah tertutup pelindung alias masker.  Walau kata dan kalimat masih dapat jelas didengar, tetapi tatapan mata kini semakin memiliki nuansa dan makna tersendiri. “Siapa

Read More

Dan Malam Semakin Dingin, Cerpen Hendry Ch Bangun

“Seharusnya kita berbicara seperti ini dua puluh atau tiga puluh tahun lalu. Wajah kita masih bersinar, masih ada sesuatu yang dibanggakan.” “Dalam pandanganku kau masih cantik..” “Ah, kau selalu tak pandai berbohong. Atau memang bodoh” “Aku serius.” “Itulah kebodohanmu. Tapi itu yang membuat aku menyukaimu.” “Kita cocok kan? Apapun namanya, kita sebenarnya saling menyukai.” “Dan terbukti,

Read More

Sesal, Cerpen Kartika Permata

“Maaf Dit, tapi gue nggak bisa menerima perasaan lo.” ucapnya ketika kami duduk bersama di ruang makan. “Perasaan gue ke lo saat ini, hanya bisa sayang sebagai teman dan nggak bisa lebih.” lanjutnya lagi. Ucapannya mengingatkanku pada ucapanku sekitar setahun lalu, ketika aku menolak perasaannya. Kali ini, aku yang harus menerima perkataan itu kembali

Read More

Dia melangkah Pergi  Cerpen : Andi Dasmawati

Koridor panjang dengan dinding berlapis wallpaper berwarna krem dan coklat menggaungkan kesunyian. Matahari telah lama tenggelam. Alin menekan lift menuju lantai dasar. Kantor tempatnya bekerja memang seperti tidak pernah tidur. Satpam berseragam biru gelap berjaga sepanjang waktu, selama masih ada pegawai yang bekerja di gedung. Pekerja di sini tidak perlu takut

Read More

M u a l a f , Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

"Pa, sini deh. Mana tangannya. Taruh sini. Terasakan gerakannya?" "Ya.., ya.," kata saya. Aku mengelus-eluskan telapak tangan ke perut istriku yang buncit. Narti, istriku, terlihat senang. Senyumnya mengambang. "Laki-laki atau perempuan sama saja kan? Kita harus siapkan dua nama ya, Pa?" "Tapi dokter kan bilang kemungkinan anak kita laki-laki," jawab saya. "Ah, bisa saja meleset.

Read More

Bintang Kejora, Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus

Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus Telah berbulan-bulan saya tergeletak di tempat tidur. Di atas ranjang besi model lama, di dalam kamar yang lembab karena bocor di sana sini. Saya menghabiskan hari-hari dalam keadaan kusut masai. Rambut yang telah banyak memutih karena uban, semrawut. Mengenakan daster atau  baju tidur lusuh, awut-awutan, kadang memperlihatkan

Read More

Pengantin Baru untuk Kedua Kalinya, Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus

Pengantin Baru untuk Kedua Kalinya Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus Cincin kawin masih melingkar di jari manis tangan kananku. Hanya itu sisa-sisa pertanda aku pernah menikah. Suamiku telah pergi, raib tidak tahu kemana dia mengelana. Apakah masih hidup, atau telah mati, aku juga tak pasti. Yang jelas tidak ada lagi kabar, telah hampir

Read More

Tromol Mesjid Cerpen A.R. Loebis

Masyarakat di kawasan tempatku bermukim gempar Senin pagi.  Pasalnya kotak tromol mesjid amblas isinya. Kegemparan ini terasa semakin menyesakkan, karena kejadiannya bertepatan dengan hari raya Idul Fitri. Berikut ini kejadiannya. Sekitar satu jam setelah usai solat hari raya, terdengar suara-suara berisik dari arah mesjid, yang letaknya tak jauh dari rumahku. Aku saat itu

Read More

Di Simpang Jalan, Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus

Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus “Maaf jika saya mengganggu. Sekali lagi maaf. Tapi saya tidak sabar melihat anda duduk diam dari waktu kewaktudengan wajah sedih begitu. Pulau Maratua begitu indah, penuh pesona. Kenapa tidak anda nikmati?” Saya coba mengangkat wajah, malas, berusaha meneyilidiki apa maunya perempuan ini? “Saya perhatikan beberapa hari ini anda menghabiskan

Read More

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru