Friday, December 02, 2022
Home > Cerita > Cerita Pendek

Suatu Pagi yang Cerah..,  Cerpen: Hendry Ch Bangun

“Yang sulit itu ikhlas. Kita harus berpisah.” “Aku tahu” “Menerima takdir yang digariskan Tuhan dan kita sebagai manusia harus menerimanya.” “Iya, aku tahu itu.” “Karena Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi umatnya, tidak pernah hal buruk. Hanya manusia terlalu sering curiga dan menilai buruk Tuhan.” “Apa kau yakin kita ditakdirkan tidak bisa bersama..” “Sebagai manusia tentu

Read More

Menembus Pintu Langit, Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus

Menembus Pintu Langit Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus   “Mungkin perjalanan hidup saya sudah akan berakhir. Entah esok, lusa, atau pekan depan. Mungkin bulan depan.” Kalimat tersebut sering terlintas dalam pikiran Isham. Kadang terucap begitu saja dalam bisikan. Jika sudah begitu dia jadi menerawang, seolah memutar kembali cerita perjalanan hidup, melangkah pada peristiwa yang satu

Read More

Cabai Semakin Pedas,    Cerpen Hendry Ch Bangun

Baru tiba di rumah dari jalan pagi keliling kompleks perumahan, Budi mendengar istrinya ngomel. “Berengsek. Susah-susah ditanam, eh begitu mau dipetik hilang semua,” kata istrinya mengadu. “Ada apa kok pagi-pagi marah?” “Iya bagaimana nggak marah. Cabe rawit yang aku tanam di samping rumah, tahu-tahu ludes diambil orang. Padahal kemarin sore aku mau petik

Read More

Hari Nan Sempurna,    Cerpen Hendry Ch Bangun

Hari mengeluarkan mobil dari garasi. Semalam anaknya sepulang dari bekerja bilang, dua ban mobil sudah aus. Sudah terlihat retak-retak dan berpotensi meletus apabila dipakai. Dia tidak membayang anak perempuannya itu mengalami kecelakaan di jalan gara-gara kelalaian sendiri, ban yang memang sudah harus diganti karena berusia empat tahun. Lazimnya kalau sering

Read More

Media Sosial: Impian yang Menjadi Kenyataan, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Media Sosial: Impian yang Menjadi Kenyataan Cerpen Djunaedi Tjunti Agus   "Saya ingin berbuat yang terbaik untuk keluarga--istri, anak-anak, cucu--saudara, sahabat, tetangga, bangsa, negara, dan agama." Itu yang ada dalam pikiran Ghufran. Lalu dia tertegun sendiri. "Emangnya siapa saya," kata hatinya. Beberapa hari, pekan, mungkin sudah beberapa bulan, pikiran  Ghufran  selalu tertuju pada niat berbuat yang

Read More

Di Sebuah Pasar Desa, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Di Sebuah Pasar Desa Cerpen Djunaedi Tjunti Agus Dia melangkah lunglai. Entah kemana semangat yang selalu dia perlihatkan selama ini. Langkahnya terayun lemah, mulut kerap komat kamit, dan kadang-kadang menggeleng-gelengkan kepala. Sepertinya digelayuti kekecewaan, ketidak puasan, sesal,  menumpuk jadi satu. Tak peduli lagi kiri kanan. Berjalan lurus, mengabaikan sapaan dari orang-orang di

Read More

Berbagi Cinta, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Berbagi Cinta Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus   Sejak subuh tadi pikiran Zabran kembali tertuju pada ucapan istrinya Raihana Karima yang disampaikan menjelang tidur tadi malam. Raihana menyuruh dia kawin lagi dengan wanita lain, asal wanita itu bersedia dimadu, menjadi istri kedua. “Apakah ini tidak kebalik,” pikirnya. “Biasanya yang diminta kesediannya dimadu itu justru istri pertama,”

Read More

Dongkrak Tua, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Dongkrak Tua Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus Sejak dongkrak tua miliknya anjlok, sehingga mobil yang sedang ditopang langsung termiring karena bannya lagi ditambal, kios tambal ban milik Hafez banyak kehilangan pelanggan. Kabar tentang dongkraknya yag sudah tua dan sering bermasalah, kompresor yang kerap rewel, membuat orang-orang yang membutuhkan jasa tambal ban lebih memilih

Read More

Abang, Kunanti Kau di Siantar,  Cerpen A.R. Loebis

Angin menderu, suaranya hembusnya seolah menusuk telinga, awan berarak-arak beranjak mendung dan tak lama kemudian hujan rintik-rintik turun di kawasan terbuka itu. Tak ada tempat berteduh, padahal sebelumnya saat mentari cerah, tempat itu begitu kering dan gersang. Ratusan orang yang berdiri di tepi lintasan panjang serta di kawasan berbukit-bukit itu tetap

Read More

Surat yang Tertunda, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Surat yang Tertunda Cerpen Djunaedi Tjunti Agus Di antara tumpukan surat, sebuah amplop dengan warna mencolok ditujukan kepadaku. Tak ada nama dan alamat pengirim. Surat-surat lainnya, baik yang dalam amplop, atau lembara-lembaran kertas ditujukkan pada perusahaan tempat kami bekerja. Semuanya terkait urusan perusahaan dengan relasi. Namun yang satu itu menarik perhatianku. Dari

Read More

Senja di Batas Kota,  Cerpen Hendry Ch Bangun

Bagi orang tua sepertinya, lirik-lirik lagu lama kadang menimbulkan nostalgia tertentu. Seperti selama ketika dia secara tidak sengaja mendengarkan lagu Senja Di Batas Kota yang dinyanyikan Ernie Djohan, ikon tahun 1970-an yang sering diidentikkan dengan lagu Teluk Bayur. Ketika lagu itu hits, Budi baru menginjak sekolah menengah pertama di Kemayoran, kawasan

Read More

Pasien Istimewa, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Pasien Istimewa Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus “Ada apa dengan dirinya. Harusnya dia datang dua pekan lalu. Kemana dia?” Beberapa hari terakhir pikiran dr Savina selalu tertuju pada salah satu pasiennya. kesibukanya menerima puluhan pasien lainnya setiap harinya tak mampu meghilangkan sosok pasien yang satu itu. Beberapa kali dia membuka komputer tentang jadwal kontrol pasien. “Ya,

Read More

Perginya Sang Pengelana, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Perginya Sang Pengelana Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus Lima tahun lalu aku mengira air mataku sudah habis. Gempa dan tsunami Aceh memporak porandakan semuanya. Tidak hanya rumah, harta benda, keluarga dan semua milik lenyap seketika. Aku sebatang kara. Ibu, bapak, kakak, adik, dan seluruh famili dekat telah dipanggil menghadap Ilahi. Tapi, penderitaan ternyata belum

Read More

Tunjukkan aku jalan ke Surga, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Tunjukkan aku jalan ke Surga Cerpen Djunaedi Tjunti Agus  “Susah bisa khusyuk. Baru takbiratul ihram mengikuti imam, terdengar teriakan anak-anak. Di luar, dengan suara kencang mereka silih beganti memanggil-manggil temannya, di depan rumah tak jauh dari masjid. Nah, baru satu rakaat, tiba-tiba seseorang yang masbuk melempar segepok kunci di latai tanpa karpet atau

Read More

Hidup itu Sebenarnya Indah,  Cerpen Hendry Ch Bangun

September mestinya ceria. Tapi langit terus dipenuh kabut.  Gerimis kadang turun. Angin dingin menderu di antara pohonan dekat rumah. Suasana alam membuat semangat untuk bekerja menjadi anjlok. Sehabis salat subuh maunya tidur-tiduran saja. Badan terasa pegal. Pikiran buntu. Perasaan tidak menentu. Tidak ada yang salah sebenarnya. Pekerjaan terus datang dari kantor,

Read More

Maafkan sayang, ternyata tugas ibu rumahtangga itu berat. Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Maafkan sayang, ternyata tugas ibu rumahtangga itu berat Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus   Semua cucian, pakaian kotor telah masuk mesin cuci. Namun apa selanjutnya? Saya bingung. Mau mencet apa, banyak tombol pilihan. Ada tombol power, start, halus, selimut, jeans, putar, bilas, lembut, ketinggian air, turbo udara, cuci, jeda, cepat. Lalu ditergen dan pewangi ditaruh

Read More

Menelusuri Terowongan, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Menelusuri Terowongan Cerpen Djunaedi Tjunti Agus   Entah mengapa wajah-wajah orang yang pernah saya kenal hari-hari terakhir satu demi satu melintas dalam pikiran. Sederetan wajah -- teman, senior, guru, dosen -- muncul silih berganti. Wajah orang-orang yang pernah jadi tetangga di rumah kontrakan yang pernah kami tempati dan anak-anak mereka pun kerap mengisi pikiran.

Read More

Jenazah Dekat Masjid,   Cerpen Hendry Ch Bangun

Warga perumahan di tepi kota Jakarta itu geger. Seorang laki-laki yang tinggal di sebelah perumahan, diketemukan meninggal dunia di jalan, tidak jauh dari masjid. Mayatnya tergeletak di jalan aspal, tertelungkup. Dia menggunakan celana yang bersih, baju kaus, dan sebuah sajadah masih melekat dekat bahunya. Sandalnya pun bersih. Beberapa orang dewasa yang

Read More

Malam Semakin Dingin (5),  Cerpen Hendry Ch Bangun

Hari demi hari berlalu dilalui Budi. Malam-malam menjadi dingin karena hujan dan gerimis setiap hari mewarnai harinya. Angin yang kadang kencang menambah pilu hatinya karena sepi, seakan menerpa semua kehangatan yang diharapkannya. Kalau sedang kesepian seperti itu Budi lalu memutar lagu kesayangannya, Let Me Make Itu Through The Night yang dinyanyikan

Read More

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru