Sunday, September 27, 2020
Home > Cerita > Cerita Bale-Bale

Mencatat Korona,   Oleh Hendry Ch Bangun

Pandemi Covid 19 memasuki bulan ketujuh tetapi belum ada tanda-tanda akan berakhir. Bahkan angka yang tersaji membuat bulu kuduk berdiri. Sampai hari Senin (21/9/20), tambahan kasus Covid-19 yang dilansir pemerintah dalam hal ini Satgas Covid19 tercatat sebanyak 4.176 orang sehingga total kasus menjadi 248.852 orang. Angka 4000-an per hari ini lonjakan 

Read More

Gampang tersinggung,  Catatan A.R. Loebis

Entah kenapa, banyak orang gampang sekali tersinggung. Suatu saat, seseorang mengingatkan penjual gado-gado di kawasan Bogor, agar mengenakan masker yang tergantung di leher. “Tolong maskernya dipakai bu, apalagi ibu sedang ngomong.” “Kalau ibu tidak mau, ya gak usah beli gado-gado saya,” jawabnya ketus. Tambah runyam, karena lawan penjual gado-gado ngomong – seorang ibu paruh

Read More

Hidup Sampai September Itu Anugerah, Oleh Hendry Ch Bangun

Memasuki 1 September 2020 kemarin,  ada poster yang marak di media sosial. Bunyinya kira-kira, “Masih hidup sampai 1 September? Sesuatu yang patut disyukuri”. Ya, virus Covid 19 yang misterius keberadaannya membuat kita masih hidup dengan tubuh sehat menjadi anugerah luar biasa dari Sang Pencipta. Betapa tidak, setiap saat kita mendengar cerita kematian.

Read More

Merugikan Orang Lain,  Catatan Hendry Ch Bangun

Amerika Serikat merupakan negara dimana warga bebas menyampaikan pendapat dan aspirasinya, termasuk tidak percaya pada virus Covid 19. Ada jutaan orang mungkin di negeri itu yang menganggap virus ini adalah rekayasa belaka, yang cuma menakut-nakuti dan dilakukan oleh pihak tertentu untuk memetik keuntungan politis dan ekonomis. Kita membaca di Jerman, demonstrasi juga

Read More

Berbagi Kebahagiaan,  Catatan Hendry Ch Bangun

Saya beruntung tinggal di kawasan perumahan yang warganya suka berbagi. Dalam Idul Adha 1441 Hijriah kemarin, ada 11 sapi dipotong bersama dengan 26 ekor kambing. Dihasilkan 1.100 plastik daging yang dibagikan ke warga sekitar yang dianggap berhak menerimanya. Setiap anggota panitia yang jumlahnya 100 lebih juga mendapatkan satu kantong daging sebagai

Read More

Lebaran di Ciampea, Catatan A.R. Loebis

Gema takbiran saling bersahutan di udara.  Seketika merinding bulu roma, melintas beragam gambar hari raya lalu yang bahagia.  Kini, aku hanya berdua dengan istri di pelosok desa sepi ini. Ruang terbuka sebelah kanan rumah yang penuh berbagai jenis pepohonan, dedaunannya seolah melambai mengucapkan selamat pagi. Aku bergegas ke masjid tak jauh

Read More

Belajar mati, Oleh A.R. Loebis

Mati kok dipelajari? “Ya, aku merasa sekarang sedang belajar mati. Bukan aku saja, tapi kita semua.” “Aku gak ngerti apa yang kamu maksud.” “Ya gimana mau ngerti. Kamu tidak menghayatinya.” “Menghayati apa? Kamu ngomong apa sih.  Kok tiba-tiba ngawur.  Temperaturmu berapa?” “Maksudmu apa?” “Lho. Saya bertanya, kok kamu balik bertanya. Aku gak ngerti nih. Aku yang

Read More

Renungan Awal Tahun: Demokrasi Budi Pekerti, Catatan Ahmad Istiqom

Hampir saja ramalan Prabowo menjadi kenyataan. Indonesia bubar tahun 2030. Kok? Kalau saja konflik pemilu 2019 tidak menemukan jalan keluar, bukan tahun 30 bubarnya, tapi lebih cepat terjadinya. Perang saudara. Bukankah kondisi pasca dan pra pemilu 2019 kemarin sudah selangkah lagi pecah perang saudara? Pada titik ini sangat pantas untuk hormat takzim

Read More

Menghitung Kantong Orang     Oleh Hendry Ch Bangun

Pernahkan Anda bertemu orang yang kerjanya hanya membicarakan orang lain. Setiap saat mencari-cari kekurangan orang lain. Setiap saat sibuk menghitung rezeki orang lain. Setiap saat memperhatikan tindak-tanduk orang lain. Semula saya kira itu hanya ada di sinetron, novel, dan angan-angan penulis fiksi. Tetapi ternyata orang seperti itu ada di dunia

Read More

Kenangan Baik           Catatan Hendry Ch. Bangun

Seberapa seringkah kita mengenang kebaikan orang? Lebih banyak mana dibandingkan dengan mengenang keburukan orang? Manusia, dikatakan lebih mudah mengingat keburukan seseorang ketimbang kebaikannya. Jadi, sudah seperti media yang disebut-sebut berpedoman “bad news is good news”. Padahal sebenarnya itu tidak sehat untuk otak kita. Mengingat hal yang jelek, tidak enak, malah membuat emosi

Read More

Ekspresi dan Refleksi Catatan Hendry Ch. Bangun

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) - Hari-hari ini kita menyaksikan manusia Indonesia semakin sering mengekspresikan diri. Sebelum makan, makanan di meja dipotret langsung ditampilkan ke berbagai media sosial entah itu instagram, Facebook, twitter atau yang lainnya. Mungkin tidak bermaksud sombong, hanya ingin mengatakan inilah menu makan siang / malam saya. Menunggu kereta api, pesawat,

Read More

Tahu Diri Catatan Hendry Ch Bangun

Setelah sekitar tujuh tahun lalu saya dan tiga puteri saya bertamasya ke Paris, saya  berkunjung lagi ke negara Menara Eiffel itu pada awal November 2017. Pada kunjungan pertama 2010,  saya dan anak-anak berkunjung ke kota itu dengan tujuan utama wisata sembari untuk mengamati peradaban Perancis. Kami menginap di hotel  kelas melati di kawasan

Read More

Pilih Media Arus Utama atau Media Sosial?

Akal sehat mengatakan kita harus lebih percaya kepada media arus utama ketimbang media sosial, untuk mendapatkan informasi. Masak sih? Tentu saja. Media massa ini jelas alamatnya, jelas pengelola dan penanggungjawabnya, jelas pemiliknya. Kalau Anda tidak suka beritanya, bisa protes langsung atau mengadu ke lembaga seperti Dewan Pers untuk jenis cetak dan digital

Read More

Transformasi Negatif Oleh Yudhie Haryono *)

Titik balik. Arus balik. Inilah takdir terbaru bangsa kita. Dari usaha pencarian subtansi hidup bernegara (via reformasi) menjadi penemuan kepalsuan hidup bernegara (via reasingisasi). Singkatnya: dari majikan menjadi budak. Proses transformasi negatif ini terjadi sebagai akibat internalisasi ide-ide pembusukan yang diadopsi oleh warga negara. Proses transformasi negatif bisa tediri dari tiga tahap:

Read More

Peradaban Jawa Oleh Yudhie Haryono *)

Kini, sungai hilang kedalamannya; pasar hilang suaranya; pandita hilang malunya; mantera hilang saktinya. Begitulah ujaran Jawa yang sangat berharga tentang masa kekinian. Maka, mendialogkan Jawa adalah mendialogkan hilangnya. Mewarisi cerita dan epos besar yang tinggal tulang belulang tak bernyawa. Jawa. Ini adalah tanah tua. Merujuk pada namanya: dawa yang bermakna panjang. Dipimpin

Read More

Delusi Ekonometrika Oleh M Yudhie Haryono *)

Teman-teman semua. Kini, izinkan saya bercerita apa yang sudah kalian tahu tapi terlupa. Tentang filosofi angka. Hal purba yang kita abaikan karena alpa dan terbatasnya nalar ingatan. Juga karena banjir dan delusi ekonometrika. Ilmu yang mencabut nyawa filsafat dari ekonomi. Ekonometrika adalah ilmu yang membahas pengukuran hubungan ekonomi yang mencakup teori

Read More

Tanda-Tanda Zaman Oleh Hendry Ch Bangun

Di Jakarta dan kebanyakan provinsi lainnya, kita menyaksikan banyak pekerjaan infrastruktur tengah dilakukan. Jalan raya diperbaiki, dicor beton, trotoar dibongkar dan konblok diganti. Di Jakarta malah banyaknya kegiatan membuat terjadi kemacetan. Lihat saja pembuatan jalan layang Kapten Tendean sampai Ciledug, membentang begitu jauh sehingga kemacetan berdampak pada banyak jalan. Ada pula

Read More

Kota Menyenangkan

Baru-baru ini Harian Kompas bekerja sama dengan ITB dan PT Gas Indonesia menyelenggarkan lomba Kota Cerdas Indonesia. Lomba itu diikuti hampir 100-an kota di hampir seluruh provinsi Indonesia dan Surabaya dinobatkan sebagai Kota Cerdas Terbaik Indonesia 2015 karena skornya jauh lebih tinggi dari para pemenang lain. Surabaya menang untuk Kategori Lingkungan, sedang

Read More

Zaman Susah

Menurut para pengamat kondisi perekonomian Indonesia semakin parah. Pertumbuhan melorot dari prediksi semester pertama sekitar lima persen menjadi sekitar 4,67 persen sebagaimana diumumkan Badan Pusat Statistik. Dari media kita ketahui nilai tukar rupiah terhadap dolar sampai pertengahan pekan ini menjadi Rp13. 800,- untuk satu dolar. Indeks Harga Saham Gabungan, yang sempat meroket

Read More
Lebaran sebentar lagi

Serba Terburu-Buru

Hari-hari ini pasti kita dengan mudah melihat orang serba terburu-buru. Seperti waktu akan habis segera. Di jalan raya kendaraan beradu cepat. Di tepian jalan, di pasar, semua tergesa-gesa seakan takut ketinggalan. Kadang karena mau cepat, yang diperoleh malah sebaliknya. Celaka dan akhirnya malah tidak sampai ke tujuan.  (more…)

Read More

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru