Thursday, October 29, 2020
Home > Cerita > Erick Tohir, Steven Zhang dan Lionel Messi,   Catatan Sudarsono Gunawan

Erick Tohir, Steven Zhang dan Lionel Messi,   Catatan Sudarsono Gunawan

Ilustrasi - Lionel Messi.

Lionel Messi.

Nama itu bergema lagi Sabtu malam ( 8/8), ketika Barcelona menaklukkan Napoli 3-1, sekaligus memastikan tiket ke perempat final  Liga Champions.

Orang akan terus mengingat  cara manis Messi mencetak gol. Ia bergerak dari sisi kanan, mengecoh tiga pemain lawan. Sempat hilang keseimbangan dan terjatuh, tapi  kakinya masih sempat melepaskan tembakan jitu yang melintas di tengah dua pemain belakang sebelum menghentak jaring gawang.

Itu gol yang tak biasa.

Di usia 33 tahun, ia belum kehilangan pesona. Tetap memukau.

Tapi apa hubungannya dengan Erick Tohir dan Steven Zhang ?

Ada.

Lionel Andrés “Leo” Messi, nama lengkap superstar dunia asal Argentina itu, belakangan menghadapi beban psikologis, yang tak pernah ada sepanjang 16 tahun bersama Barcelona. Ia kecewa kepada pelatih dan manajemen klub, yang membuat Barcelona di musim terakhir sulit tampil dalam  performa terbaiknya – dan gagal juara di Liga Spanyol.

Spekulasi muncul : Ia tak bahagia. Ia tak betah. Dan, ia sedang membutuhkan sebuah klub baru.

Ia akan pergi.

Jorge Messi, sang ayah sekaligus agennya, dilaporkan Radio Rai Italia, sudah membeli rumah Milan. La Gazzeta dello Sport menyebut, rumah baru itu berada di Porta Nouva, salah satu kawasan bisnis di Milan.

Orang pun menghubungkannya  dengan Inter Milan. Dan, rumah di Milan itu, disebut-sebut sebagai bagian dari rancangan kepindahan Messi itu.

Inter Milan atau Internazionale Milano — peringkat 2 di serie A Liga Italia –ditinggalkan Erick Tohir penghujung 2018. Jabatan presiden Inter Milan diserahkan kepada Steven Zhang, putra pemilik Suning Commerce Group Cina, yang kini pemegang saham mayoritas.

Steven Zhang , seorang  milenial yang sukses dan punya pengaruh besar sebagai usahawan muda. Ia masih bocah usia dua tahun, ketika Erick sudah menyelesaikan kuliah di Universitas Nasional California,AS, dan baru berumur 27 tahun ketika seremoni serahterima jabatan presiden klub Inter Milan berlangsung penghujung Oktober  2018, sekaligus membaptisnya sebagai presiden klub termuda  sepanjang sejarah Inter Milan yang berdiri tahun 1903.

Sebagai pebisnis global, Steven Zhang  tentu tak ingin kehilangan momentum. Spekulasi soal Lionel Messi, betapa pun menjadikan Inter Milan  kini menjadi pusat perhatian, dan sontak menumbuhkan kembali gairah sepakbola di Italia yang tiarap karena pandemik Corona dan resesi ekonomi.

Siluet Messi bahkan sudah ditampilkan di Katedral Duomo, Milan, menjadi promosi laga Inter Milan vs Napoli pada pekan ke-37 Liga Italia, Selasa (28/7/2020) lalu, yang kemudian  muncul di saluran televisi China, PPTV. Dan, PPTV  adalah stasiun TV milik Suning Group.

Tapi apakah Inter Milan akan mendapatkan Lionel Messi ?

Ini akan menjadi operasi transfer yang paling menarik. Penuh trik dan banyak skenario.

Dan jika itu benar terjadi, ia  akan menjadi peristiwa yang  menggemparkan, sekaligus mengembalikan magnet Liga Italia. Menjadi daya pikat luarbiasa. Karena selain Messi, liga Italia juga punya Cristiano Ronaldo  di Juventus, dan itu cukup untuk menekan liga lain, seperti Perancis atawa Inggris atawa Bundesliga Jerman di pasar yang paling potensial : Asia !

***

“ ITU hanya fantasi dalam sepak bola,” kata Giuseppe “Beppe” Marotta, direktur klub Inter Milan,kepada Sky Sport, seperti dilansir dari Goal, Minggu (26/7/2020).

Ia seakan menegaskan Messi tak akan pindah dari Barcelona.

Benar kah ? Atau ini hanya bagian dari sebuah operasi besar mereka.

Yang jelas, masih tergiang ucapan Steven Zhang pada pidato serahterima jabatan Presiden Inter 2018 lalu.  “Saya  bertanggung jawab untuk memuaskan hasrat jutaan penggemar di seluruh dunia, dan saya lebih dari siap untuk menerima tantangan dalam hal ini, “katanya ketika itu.

Membawa  Messi ke Italia, seperti harapan Nerazzurri, fans Inter Milan, memang tidak  mudah.  Salah satu perintang utama adalah  regulasi Financial Fair Play(FFP). Aturan FFP  ini membuat pemilik klub, bahkan tidak leluasa  mengeluarkan dana dari kantong pribadi untuk membiayai transfer seperti dialami calcio era 1990-an atau 2000-an awal.

Tapi jangan lupa, ada cetak biru yang  sudah teruji, dan itu adalah tentang bagaimana Juventus akhirnya bisa mendapatkan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid.  CR7 tahun 2018 menandatangani kontrak jangka panjang dengan Si Nyonya Tua setelah ditebus dengan harga 88 juta poundsterling (Rp1,6 triliun).

Ada dua hal lagi yang juga  tak boleh dilupakan, dan niscaya akan menjadi kartu truf Steven Zhang. Pertama, kondisi keuangan Barcelona pasca Corona yang sedang  sangat tidak stabil, dan kedua,  Messi sedang tak berminat melanjutkan negosiasi untuk kontrak barunya di Barcelona.

Kontrak Messi dengan Barcelona akan berakhir 30 Juni 2021 . Jika terus berlarut, ia bisa pergi tahun depan dan Inter Milan bisa mendapatkannya secara gratis.

Daily Mail menyebutkan Inter Milan sangat optimistis.  Steven Zhang  konon siap membuka tawaran kontrak senilai 60 juta poundsterling (Rp1,1 triliun) semusim dengan durasi  kerjasama empat tahun.

***

LALU bagaimana dengan Erick Tohir ?

Erick jelas tak lagi terlibat.

Tapi, ia meninggalkan jejak: membawa sepakbola Eropa ke Asia. ! Karena Asia adalah pasar potensial.

Seperti halnya Liga Inggris, yang bahkan harus merancang jam laga  di rumahnya, disesuaikan dengan waktu di rumah-rumah penduduk Asia. Setidak-tidaknya.

Steven Zhang sedang melanjutkan itu.

Dan, Erick hanya 2,5 tahun bersama Inter Milan. Ia pergi dan mendapatkan laba Rp 1,2 triliun. Ia pergi dengan alasan yang meyakinkan :  ingin melunasi  hutang pribadi, harus  berkonsentrasi di Indonesia, menjadi ketua panitia Asian Games  dan membantu Jokowi menjadi Presiden.

Ia pergi setelah mengangkat kinerja Inter Milan; dari defisit menjadi surplus 62 juta dolar AS, dan nilai valuasi Inter juga naik 51 % menjadi 606 juta dolar.

Alangkah elok.

Ia membawa Jokowi menjadi Presiden Indonesia. Dan, ia lantas menjadi menteri BUMN. Ia menteri  yang mengelola asset negara, yang nilainya ribuan triliun.  ***  (Sudarsono  Gunawan, wartawan mimbar-rakyat.com/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru