Tuesday, September 22, 2020
Home > Featured > Petikan daun bambu, Puisi A.R. Loebis

Petikan daun bambu, Puisi A.R. Loebis

Ilustrasi - Pohon bambu. (rimbakita.com)

Jejeran pohon bambu bergerak-gerak

Menari dengan gemulai menawan

Dedaunannya melambai-lambai

Suaranya, aduhai , berdesah-desah basah

 

Pasti ada yang memetik simfoni itu

Kalau tidak tak mungkin senarnya bergetar

Punggungku nyaman menempel di tembok

Mataku  nanar menatap ke kejauhan

Kurasa-rasa, entah kapan menyaksikan keindahan pandang

Kemerduan suara dan irama yang mengalun dari buluh perindu

 

Baru kali ini aku mengamati khusus

Kulitku terkesiap seperti ikut merasakan

Secangkir kopi mengepul menemani

Harumnya menyeruak di sekitar hidung

Angin semilir terkadang berhembus kencang

Lihat, daunnya bersatu bergerak seperti kipas

Terkadang bergelombang seakan laut pasang

 

“untung ada pohon bambu,

Kalau tidak tak ada penahan angin

Yang terkadang seolah  ingin menerjang ke sini,” kata kawan.

“kalau pagi, hingga jelang siang, selalu angin lembut yang menyapa

Tapi tengah malam, ia tak lagi menyapa, melainkan menyapu

Meriap-riapkan rambut kita

Terkadang seolah ingin membuka kancing baju dada kita.”

 

Angin itu hidup

Ada yang menguasainya

 

Aku masih menyaksikan dedaunan bergoyang melambai

Sesaat kemudian diam, entah kemana perginya angin

Tak lama,  kipas itu kembali bergerak, entah dari mana datangnya angin.

Lama aku terlena, terbuai

Ya Robbi

Tak terasa pagi ini aku menemuiMu

Ditemani secangkir kopi yang masih menyebar aroma

Siap diteguk di tengah semilir desah daun bambu

Yang sesaat meraba-raba ujung rohaniku.

oOo

Ciampea,  14062020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru