Saturday, December 03, 2022
Home > Cerita > Cerita Khas > Sean Gelael 26 tahun,  Catatan A.R. Loebis

Sean Gelael 26 tahun,  Catatan A.R. Loebis

Sean Gelael hut ke-26, 1 November 2022. (jag gonya ayam)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – “Saya belajar banyak hal selama 15 tahun membalap. Mulai dari belajar disiplin dan bertanggung jawab, sampai bagaimana bekerja keras dan bekerja sama dengan tim. Saya mendapat pengalaman cara bekerja sistematis dan efisien, mengenali seluk beluk dunia motorsports mulai dari rally, gokart, hingga formula.”

Itu diungkapkan Sean Gelael setahun lalu, ketika memasuki usia ke-25 pada 2021 dan kini ia tentu lebih matang dalam rentang waktu 12 bulan ke depan, sejak ia mengungkapkan inti besar perjalanan hidupnya itu.

Nah, waktu melesat seperti anak panah lepas dari busurnya, tak terasa usia seluruh ummat manusia terus bertambah, demikian pula dengan Sean Gelael, pebalap handal Indonesia yang memasuki usia 26 tahun pada 1 November 2022.

“Usia seperempat abad, umumnya merupakan batas dimana seseorang harus dapat menentukan pilihan, mengambil keputusan, menjauhkan sikap ego dan terbuka terhadap kritikan orang.”

Itu penggalan nasihat ayahanda Ricardo Gelael terhadap puteranya Sean yang sudah sekitar 16 tahun berkiprah di olahraga keras adu kecepatan di lintasan, alias balap-membalap itu.

Sean Gelael, yang lahir melalui operasi cesar di rumah sakit bersalin Puri Cinere pada 1 November 1996 – dengan bobot 4,1 kg dan panjang 41 cm – kini sudah dewasa, jangkung, kekar badannya dan entah sudah berapa ribu lap membalap di berbagai sirkuit dalam pentas lomba di dunia ini.

Sean Gelael, usianya pada 1 November 2022 memasuki 26 tahun, memiliki pergaulan internasional, karena sejak berusia delapan tahun, pria yang dilahirkan ibunda  Rini Gelael itu, sudah berkelana berlomba otomotif di dialam dan luar negeri.

“Saya belajar banyak hal selama 15 tahun membalap. Mulai dari belajar disiplin dan bertanggung jawab, sampai bagaimana bekerja keras dan bekerja sama dengan tim. Saya mendapat pengalaman cara bekerja sistematis dan efisien, mengenali seluk beluk dunia motorsports mulai dari rally, gokart, hingga formula,” kata Sean, – kata-kata yang menjadi pembuka artikel ini.

Pesan Ricardo Gelael

Setiap Sean berulangtahun, ayahanda Ricardo Gelael memberikan nasihat dan tahun lalu ia pun mengomentari hari lahir puteranya – yang tentu masih tetap konsisten untuk diulangi pada HUT Sean ke-26, 2022 ini.

Jauhkan rasa ego dan terbuka terhadap kritik. Karena itu semua akan menjadikan dia orang yang lebih baik. Dan selalu ingat, yang mengatakan kita baik, jelek atau lainnya adalah orang lain.”   

Sean Gelael dicium ayah bunda tercinta. (jagonya ayam)

Tidak pernah ada yang kekal di dunia ini. Makanya janganlah selalu mendongak ke atas tetapi harus juga menundukan kepala ke bawah dan terkadang orang-orang yang berada di bawah kita jauh lebih tulus.

Usia seperempat abad atau lebih, adalah umur dimana harus berani mengambil keputusan. Hanya dengan itu kunci sukses bisa digapai. 

Rasanya, nasihat sang ayah, secara universal berlaku pada siapa pun, kapan pun, karena siratannya merupakan inti hakekat hidup di dunia fana ini.

Pada momentum lain Ricardo berujar:

Sean tanpa terasa sudah tumbuh sebagai seorang dewasa. Ia harus memulai hidup di dunia nyata ini. Dunia yang kejam, penuh dengan ketidakpastian , dikelilingi  orang-orang yang penuh kepalsuan dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. 

Hanya loyalitas dan kejujuran yg bisa menyelamatkan dia dari semua itu.

Saya sebagai ayah selalu mengatakan kepada dia , apa pun yang kita telah   lakukan, tidak pernak kita sesali. Karena kegagalan adalah pelajaran terbaik, keberhasilan adalah buah dari segala kegagalan.

Kesan dan pesan Ricardo Gelael ini amat dalam: kegagalan adalah pelajaran terbaik, keberhasilan adalah buah segala kegagalan. Kalau tidak pernah gagal, bagaimana tahu arti keberhasilan?

Apa falsafah hidup Sean

Nasihat si ayah ini sepertinya amat membekas dalam pikiran Sean Gelael, yang masih terus menekuni karirnya dalam dunia balap membalap dan minggu kedua November 2022 akan berlomba pada putaran kelima yang terakhir laga FIA WEC 2022.

Apa buktinya?

Sean menulis sendiri dalam medsosnya tentang kata jangan berhenti mendengar, terus belajar dan tampil penuh rasa percaya diri, seperti yang pernah diucapkan ayahandanya.

Kesuksesan dan kegagalan proses yang jalan beriringan dalam hidup. Sukses adalah proses, bukan tujuan. Percaya pada diri sendiri kalau kita bisa dan mampu. Proses juga adalah hasil. Kita hargai sebuah proses, karena ada pembelajaran yang berguna di masa depan.” 

“Karena berani berproses, aku jadi berani mengejar mimpi, secara pelan namun pasti.  Aku jalani proses dalam lomba karting, F3, F2 dan WEC. Prestasi itu gak instan dan gak bisa dibeli. Prestasi adalah hasil dari dedikasi, konsistensi dan usaha.” 

“Kesuksesan dan kegagalanku menjadi motivasi untuk bangkit dan melangkah. Pengalaman baik atau buruk jadi pijakan untuk terus berproses jadi lebih baik, karena Real Men harus percaya diri. Proses itu adalah hasil.  Aku, Sean Gelael siap untuk terus berproses dan meraih banyak prestasi di tahun 2022.” 

Luar biasa pembelajaran yang sudah mendewasakan Sean Gelael, berasal dari pengalaman dan tekad kuat yang terus belajar dengan penuh rasa percaya diri.

Sean melakukan auto-sugesti pada diri sendiri dengan menanamkan dalam bawah sadarnya, “Aku Sean Gelael, siap terus berproses dan meraih banyak prestasi pada 2022”. 

Inti kehidupan terus belajar dan percaya diri yang ditanamkan Ricardo diejawentahkan Sean dalam kehidupan kesehariannya yang teraplikasi dalam kata proses dan pembelajaran.

Sean Gelael dan sampanye juara di fiawec Fuji 2022. (fiawec)

Ini searah dengan ungkapan akademisi Slameto (2010: 2),  yang menyatakan, ”belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”. 

Sukses adalah proses sedangkan proses itu adalah hasil, kata Sean Gelael, sementara pengalaman baik atau buruk jadi pijakan untuk berproses lebih baik, dan ingat!!, semboyan ini hanya untuk “the real man”, alias pria sejati.

Proses itu dalam kata lain dapat disebutkan sebagai “being” (menjadi) untuk membedakannya dengan “to be” (jadi).  Sean tetap berproses “being” dan hal ini merupakan pekerjaan rutin yang tak semua orang dapat melakoninya.

Sean menjadi pebalap Indonesia pertama yang berlaga di FIA WEC dan pertama pula yang berlaga di Le Mans Prancis. Tahun 2021 ia berada di urutan kedua overall bersama tim JOTA dan masih akan berlaga awal November 2022 bersama tim WRT pada putaran akhir dan sementara berada di urutan keempat.

Pada 2023 sepertinya Sean masih bersama tim WRT dan kalau dua tahun belakangan ini ia mengikuti kejuaraan reli nasional dan Asia Pasifik di Danau Toba, kemungkinan tahun depan ia akan tampil juga dalam seri kejuaraan reli dunia (WRC).

We wait and see kiprah Sean Gelael pada 2023.

Selamat HUT Sean Gelael.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru