Monday, October 03, 2022
Home > Cerita > Cerita Khas > Sean Gelael tertantang, laga LMP2 semakin ketat,  Catatan A.R. Loebis

Sean Gelael tertantang, laga LMP2 semakin ketat,  Catatan A.R. Loebis

Sean turun di laga 2022 memperkuat tim WRT bersama teman barunya, Robin Frinjs dari Belanda dan Rene Rast dari Jerman. (jagonya ayam)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Sean Gelael bertekad untuk bekerja lebih keras pada musim lomba 2022, karena ia harus menorehkan prestasi tertinggi sekaligus prestis tim WRT, dalam usaha mempertahankan gelar juara dunia FIA WEC yang disandang tim itu tahun sebelumnya.

Sean turun di laga 2022 memperkuat tim WRT bersama teman barunya, Robin Frinjs dari Belanda dan Rene Rast dari Jerman.

Pada 2021, Sean bersama tim JOTA berada di urutan kedua kejuaraan umum kelas LMP2 dan kini tinggal selangkah lagi untuk bercokol di urutan puncak, namun untuk mencapai tangga tertinggi itu tentu saja tidak mudah.

Pada kompetisi WEC 2022,  laga kategori LMP2 akan menjadi perhatian serius para pengamat dan penggemar olahraga ini, karena akan turun sebanyak 15 tim pada kategori itu, merupakan terbanyak dalam sejarah laga FIA WEC.

Selain itu, para pebalap tangguh akan mempertaruhkan pamor mereka dalam   membela tim masing-masing, apalagi sebagian tim dan pebalapnya merancang akan naik kelas ke kategori Hipercar 2023.

Ini menjadikan persaingan semakin ketat, terlebih bagi tim WRT yang akan   mempertahankan gelar juara dan secara psikologis menyebabkan pebalap di tim ini akan terpacu dan terpicu dalam meningkatkan semangat juang mereka.

Nah, Sean Gelael sepertinya sudah tidak sabar menunggu tibanya waktu untuk berlomba, yang diawali dengan pra-musim atau Prolog di Sebring 12-13 Maret, sebelum laga resmi 1000 Miles of Sebring, 16-18 Maret.

“Saya sangat senang dan antusias sekaligus tertantang. Kenapa? Karena ini berarti tiap tahun sejak 2016 di F2 dan kini WEC, saya tak pernah punya rekan setim yang sama,” kata Sean.

“Mitra balap saya selalu berganti. Inilah tantangannya dan sekaligus dinamika balapan karena dua rekan baru saya sangat cepat dan berpengalaman. Saya bersama Robin dan Rene akan berusaha mempertahankan gelar yang diraih musim lalu,” katanya.

Tahun 2016 hingga 2020 di F2 Sean berturut-turut berpasangan dengan Mitch Evans (Selandia Baru), Norman Nato (Prancis), Nyck de Vries (Belanda), Mick Schumacher (Jerman), dan Dan Ticktum (Inggris). Sementara tahun lalu dia didampingi Tom Blomqvist (Inggris) dan Stoffel Vandoorne (Belgia) di tim JOTA saat menjadi runner-up kelas LMP2 FIA WEC.

Apa kata mitra baru Sean?

“Saya senang bisa membalap untuk Team WRT yang sudah saya anggap seperti keluarga sendiri. Tahun lalu kami sukses besar dan ingin mengulanginya lagi di musim ini. Tak sabar untuk segera melakukannya,” ujar Frinjs.

Pebalap Audi Sports, Frinjs (30), termasuk di antara pebalap yang mengantarkan WRT menjadi juara LMP2 2021, selain Ferdinand Habsburg dan Charles Milesi. Sementara kecepatan Rast (35) sudah terbukti saat ia menjadi juara DTM tiga kali dan beberapa kali juara lomba ketahanan, termasuk juara di Spa bersama WRT pada 2014.

Rast menyatakan, “Bahagia rasanya bisa membela tim jawara seperti   WRT. Saya tahu betapa bagusnya mereka. Dan saya tak sabar untuk bekerja sama   dengan Sean dan Robin, dua pebalap hebat dan cepat.”

Bos WRT, Vincent Vosse, menyadari bahwa timnya terdiri dari pebalap bernama besar. “Senang, pasti. Tapi tentu saja mempertahankan gelar itu tak mudah. Kami bersyukur punya deretan pebalap dengan CV hebat, yang bisa mengantisipasi tantangan yang dihadapi seiring dengan meningkatnya mutu kompetisi,” ujarnya.

Kalau Sean akan ngebut di atas Oreca 07 Gibson bernomor pintu 31, maka mobil WRT lainnya dengan nomor 41 akan dinaiki Rui Andrade dan mantan rekan setim Sean di F2 2017, Norman Nato. Mereka membela tim bernama Realtime by WRT.

Semakin ketat

Dengan turunnya sekitar 15 tim didukung para pebalap kondang di laga kategori LMP2, maka persaingan di kelas itu semakin bersemarak dan pasti menarik disimak.

Di kategori LMP2 ada tim United Autosports, JOTA, Richard Mille Racing Team, Inter Europol Competition, ARC Bratislava serta juara bertahan WRT.

Pada musim WEC tahun ke-10 ini, diumumkan akan bergabung tim Penske,  Prema Orlen, Vector Sport, Ultimate dan G-Drive Racing.

Tim Panske merupakan salah satu tim terbesar dari Amerika Serikat yang akan   tampil bersama Porsche sebagai persiapan mengikuti kategori Hypercar pada kejuaraan WEC 2023.

Tim Prema Orlen yang dibangun pada 1983 oleh Angelo Rosin dan Giorgio Piccolo,  – yang juga tempat pebalap mengikuti jenjang balap Formula 4 dan Kejuaraan Formula Regional Eropa by Alpin, sebelum ke Formula 2 dan Formula 1.

Tim ini menurunkan juara bertahan ELMS Robert Kubica dan Louis Delétraz plus Lorenzo Colombo,  yang akan beralih dari lomba single-seater musim ini.

Tim Vector Sport akan dipimpin Tim Principal Gary Holland, yang akan disertai managemen berpengalaman di bidang olahraga ketahanan dari tim JOTA dan dari Risi Competizione.

Holland juga pernah sebagai manager tim Dragon / Penske Autosport pada jenis laga Formula E, bekerja sama dengan Nico Müller yang akan membalap untuk tim itu pada 2022 bersama Ryan Cullen dan mantan pebalap F1, Sebastien Bourdais. Tim  LMP2 itu bermarkas di luar Silverstone di Inggris Raya.

Ultimate dari Prancis,  naik kategori dari laga jenis ELMS pada WEC 2022, setelah setahun sebelumnya berada di urutan ketiga pada LMP2 Pro-Am pada musim lalu.

Nah, G-Drive Racing akan tampil lebih serius, setelah pada 2013 hingg 2016,  memenangi 17 perlombaan ketika dimotori pebalap Roman Rusinov dan meraih piala FIA Endurance kategori LMP2 pada 2015.

Tim pasokan RAF yang memenangi tiga tropi seri Le Mans Eropa secara berurutan, kali ini diperkuat pebalap Australia James Allen dan Rene Binder dari Austria dan mantan pebalap F1,  Daniil Kvyat.

Pasti ketat

“Persaingan pasti akan ketat dan semua tim akan tampil kencang,” kata Ricardo Gelael, ayahanda Sean, ketika diminta mengomentari laga FIA WEC 2022, yang diikuti beberapa mantan pebalap F1 itu.

“Peserta tim semakin banyak. Banyak pula yang mempersiapkan diri untuk berlaga di kategori Hyper tahun depan. Tahun ini persaingan pasti tambah seru,” kata Ricardo.

Menurut prakiraan Pak Ricardo, bagaimana peluang tim WRT?

“Belum dapat dikomentari, sebelum mereka melakukan testing di Sebring nanti,” kata Ricardo. Pra-race atau testing itu adalah Prolog yang berlangsung 12-13 Maret 2022, menjelang laga resmi 1000 Miles of Sebring pada 18 Maret di Amerika Serikat.

Pada sesi Prolog, para pengamat dan pebalap handal secara tidak langsung dapat mengintip kekuatan lawan dan tentu saja memahami kelemahan sendiri. Mengetahui kekuatan lawan, dalam ilmu laga, sudah merupakan sebagian dari kemenangan.

Ini mungkin yang dimaksud Ricardo dengan membaca “peluang balap” setelah melewati testing di Sebring.

Tentu saja dalam balapan banyak faktor lain yang mengikuti, misalnya kondisi kendaraan, medan lintasan (trek), situasi kejiwaan / karakter pebalap, kerja sama tim, faktor keberuntungan (luck factor) dan lainnya.

Pada akhirnya, hanya pebalap ketahanan dunia yang terbaiklah yang akan tampil sebagai pemenang dan itu dibuktikan pada laga akhir tahun di Bahrain. Para pebalap harus membuktikan keterampilan mereka sepanjang musim ini, mulai dari laga pendek selama enam jam hingga balap terpanjang selama 24 jam.

Kita ucapkan selamat membalap dan berjuang pada Sean Gelael, semoga berhasil tampil sebagai juara! (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru