Sunday, June 23, 2024
Home > Cerita > Cerita Khas > cerita khas > WRT 31 “Pecah Telur” di Fuji Speedway, Catatan A.R. Loebis

WRT 31 “Pecah Telur” di Fuji Speedway, Catatan A.R. Loebis

Sean Gelael dan tim WRT 31 naik podium 3 di kejuaraan Fuji 6 Jam, Minggu. (jagonya ayam)

Akhirnya Tim WRT 31 “pecah telur” di Fuji Speedway, setelah naik podium 3 pada laga putaran keenam kejuaraan FIA WEC 2023, Minggu 10/9/23, sementara pada lima putaran sebelumnya gagal kendati kemenangan sudah di depan mata.

Pada laga awal tahun ini di Sebring, Sean bersama tim WRT 31 berada di posisi ketujuh, sedangkan di Portugal dan Le Mans podium sudah di depan mata tetapi kandas, sementara di di Sps-Franchorchamps dan Monza kemenangan sudah dipegang di satu tangan tetapi lenyap.

Tentang podium yang diciptakan Sean Gelael, Robin Frinjs dan Ferdinand Habsburg di sirkuit di kaki Gunung Fuji di Shizouka itu, ayahanda Sean,   Ricardo Gelael, mengomentarinya dengan frasa perumpamaan.

“Ya akhirnya telur pecah tahun ini. Ya lumayan lah,” kata Ricardo ketika dihubungi seusai perlombaan.

Pecah telur? Ya, istilah itu memang tepat untuk apa yang dialami Tim WRT 31 pada musim lomba 2023. Lumayan? Ya, mereka masih naik podium setelah tahun 2022 mereka menempati P1 di tempat itu.

Istilah yang diungapkan Ricardo Gelael memang benar dan ada tertera dalam kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Pecah telur memiliki tiga arti dengan kata dasar pecah.

“ Pecah telur adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda.  Arti pecah telur dapat masuk ke dalam jenis kiasan sehingga penggunaan pecah telur dapat bukan dalam arti yang sebenarnya,” demikian dalam KBBI.

Tiga arti atau makna frasa “pecah telur” adalah:

Pertama mengijak telur dalam upacara adat, kedua, penjualan pertama dalam perdagangan dan arti ketiga, merupakan angka atau nilai pertama dalam olahraga.

Nah, Sean Gelael bersama temannya dalam Tim WRT sudah memecahkan telur pada laga di Fuji Speedway.

Laga “fun” tapi tetap kesatria

Peluang menjadi juara kelas LMP2 amat kecil, karena WRT 31 baru mengoleksi 52 angka di posisi tujuh klasemen tim, tertinggal 58 poin dari garasi tetangga yang bertengger di puncak, WRT 41.

Dengan dua seri tersisa, menyisakan total 65 poin tentu saja kans mobil 31 kecil untuk menjadi juara umum kelas LMP2.

Ini membuat Frinjs mengeluarkan komentar bernada apatis, “Setelah bad luck untuk kesekian kali pada seri sebelumnya, saya dan tim akan membalap untuk fun tapi kami berharap kini keberuntungan berpihak pada kami,” katanya.

Sebagai seorang atlet, kendati berucap demikian, tentu Frinjs tetap bersikap kesatria, seperti moto seorang atlet, yaitu kesatria di dalam dan di luar lomba.

Dan kapan dan di mana pun siap untuk berlaga. Kata “fun” itu tentu bukan berarti tampil santai dan kehilangan semangat atau gairah untuk menang.

Filosofi olahraga ini ini dungkapkan Sean Gelael dengan kalimat, “Kami memang tanpa beban, tapi gak ada salahnya kan menginginkan hal sama seperti tahun lalu: menang.”

Ini merupakan sebuah tekad. Kendati WRT 31 tidak juara LMP2 2023, namun Sean bertekad memenangi laga ini. Ketika menerima medali kemenangan dari Menpora Dito Ariotedjo, pada laga bulu tangkis media clash Kyu Entertainment, 12 Agustus lalu, Sean berujar, masih ada dua laga yang harus dimenangi.

Maksud Sean, dua laga terakhir FIA WEC 2023, di Fuji Speedway dan di Bahrain. Tekad itu terwujud, Tim WRT naik podium 3 di Jepang. Sebagai seorang atlet, tetap ada semangat lomba dan semangat juang dalam dada Sean.

Dengan kemenangan P3 di Fuji Speedway, 10 September 2023, berarti Sean sudah tiga kali berlaga di Fuji. Pada 11 September 2022, ia naik podium pertama. Pada 16 Oktober 2016 di urutan keempat.

Betapa ketatnya ketiga perlombaan di Fuji Speedway itu, sehingga pada tempatnya menurunkan ketiga beritanya pada tulisan singkat ini.

Ini berita pada 10 September 2023:

Sean dan WRT 31 Naik Podium di Fuji

Berulang kali tampil bagus pada laga musim 2023, tetapi Sean tetap menghadapi masalah dan gagal, tetapi di Fuji Speedway, Jepang, pada ajang 6 Hours of Fuji, Minggu (10/9), Sean Gelael, Robin Frinjs, dan Ferdinand Habsburg dari Team WRT 31 akhirnya bisa meraih hasil yang pantas, podium di P3. 

Sean mengawali balapan putaran keenam FIAWEC 2023 itu sebagai starting driver. Seperti biasa dia selalu melakukan start dengan bagus, di mana kali ini dari P7 dia bisa ada di P3. Posisi itu bertahan hingga semua tim di kelas LMP2 melakukan pit stop pertama mereka.

Setelah keluar pit, Sean sempat ada di P4 namun dia tak menyerah untuk menyusul pebalap JOTA 28, David Heinemeier-Hansson. Sean berhasil menyusul David, dan pebalap Denmark itu kemudian malah ditabrak sesama JOTA tapi di kelas Hypercar, nomor 38.

Pada stint 2 Sean bertahan di P3, namun karena dia menggunakan ban tak imbang (dua baru dan dua bekas) lap time yang dia buat tidak sebagus seperti pada stint 1. Ketika kemudi berganti ke Frinjs, posisi WRT 31 ada di P5 dan bertahan lama termasuk ketika kemudi berganti ke Habsburg.  

Pertarungan di Fuji Speedway, 2023. (jagonya ayam)

Sebagai tim, taktik WRT 31 adalah menyerang pada satu jam menjelang finis dan itu dieksekusi dengan baik oleh Frinjs. Dari P5 ke P4, lalu dia berkesempatan menyusul dua pebalap tim United Autosports. Pertama adalah Ben Hanley, mobil nomor 23.

Frinjs menyusulnya dengan mulus sehingga ada di P3 dan berjarak sekitar 7 detik dari peringkat dua, Felipe Albuquerque (United Autosports 22). Frinjs menyusul Felipe pada sekitar 12 menit menjelang finis.

Aksi menyusulnya bahkan sampai harus bersenggolan mobil, walau masih dalam batas wajar. Frinjs ada di P2, sebelum memasuki lap terakhir Felipe berhasil menempel dan kemudian kembali menyusul Frinjs sehingga WRT 31 kembali ke P3.

Balapan pun berakhir dengan kemenangan ada di tangan WRT 41, lalu United Autosports 22, dan WRT 31 melengkapi podium. Ini adalah podium pertama WRT 31 di musim 2023, setelah pada lima balapan sebelumnya selalu gagal walau berpotensi bahkan berupa kemenangan.

Di Portugal dan Le Mans, podium di depan mata tiba-tiba pergi. Di Spa-Francorchamps dan Monza, kemenangan sudah dipegang satu tangan lantas kemudian lenyap. Itulah WRT 31 pada 2023.  

Sean Gelael bersama rekan setim dalam temu pers di Fuji. (jjagonya ayam)

“Kembali lagi ke podium. Melihat perjalanan di musim ini, saya sangat menerima dan mensyukuri hasil ini. Terima kasih untuk doa dan dukungan dari semua pihak,” ujar Sean. 

“Balapan di Jepang selalu berlangsung epik. Kami kemarin tak bagus di kualifikasi, tapi di balapan terbukti kami bisa kuat dan meraih hasil yang layak,” kata Habsburg. 

Tentang podium pertama yang diraih Sean dan tim WRT 31 pada musim 2023 ini, ayahanda Sean, Ricardo Gelael ketika dihubungi, mengeluarkan komentar bercanda. 

“Ya lumayanlah, akhirnya pecah telur tahun ini,” katanya dengan singkat. 

Putaran ketujuh atau terakhir FIAWEC 2023 digelar di Bahrain pada 2-4 November di mana race tetap disiarkan langsung oleh kanal youtube KUY Entertainment dan www.sean-gelael.com hasil kerja sama dengan KFC, Pertamax, Pertamax Turbo, MyPertamina, dan BNI.  (him) 

Ini berita kemenangan P1 pada 2022:

Sean Dan WRT Juara FIA WEC 2022 Di Fuji Dalam Laga Fantastis

Tekad sekaligus janji yang diucapkan oleh Sean Gelael sebelum lomba akhirnya benar-benar terwujud pada Race 6 Hours of Fuji, Minggu (11/9), ketika tampil sebagai juara dalam laga yang menyuguhkan kehebatan Sean dan timnya WRT #31.

Sean yang dipercaya menjadi starting driver langsung melejit pada lomba putaran kelima FIA WEC di Fuji International Speedway tersebut. Start dari posisi 4 kelas LMP2, andalan Team Jagonya Ayam ini langsung memimpin lomba melewati tiga pebalap sekaligus.  

Sean Gelael ketika naik podium di Le Mans, 2021. (jagonya ayam)

Sean bukan hanya memimpin, bahkan langsung membuka jarak hingga tiga detik di depan Roberto Gonzalez (JOTA #38) yang ada di posisi dua. Sean mempertahankan kondisi itu hingga pit stop.

Saat pit stop, Sean tidak mengganti ban dan dampaknya ban belakang terdegradasi besar. Sean pun kesulitan, walau dia tetap ada di posisi dua saat berganti kemudi dengan Robin Frinjs.

Fondasi bagus yang dibuat Sean benar-benar dimanfaatkan oleh Robin. Pebalap Belanda itu memang masih ada di posisi dua, tapi dia mendekati Edward Jones (JOTA #28) walau belum bisa menyusulnya semata dia harus menahan performa ban. 

Tapi pit stop yang bagus dari kru WRT, di mana Robin dilayani tiga detik lebih cepat, membuat dia keluar di depan Jones.

Ketika sudah ada di depan, Robin memperlebar selisih waktu dari 5 detik, lalu 7, 10, 12, 14, 17, hingga sekitar 22 detik saat dia masuk pit dan diganti Dries Vanthoor. Pebalap Belgia pengganti Rene Rast itu bertarung dengan Jonathan Aberdein (JOTA #28) untuk P1. Gap memang berhasil dipangkas oleh Aberdein menjadi sekitar 1,5 detik sebelum pit stop untuk masing-masing, tapi lagi-lagi kerja pit yang bagus membuat Vanthoor keluar dan masuk ke trek sekitar empat detik di depan Aberdein.

Vanthoor memanfaatkan jarak itu untuk bahkan memperbesarnya lebih dari 14 detik hingga kendali berganti lagi ke Robin. Bahkan sebelum pit stop Aberdein disusul oleh Antonio Felix da Costa (JOTA #38).

Dengan kecepatan yang dimiliki seperti di penampilan awal, Robin mempertahankan posisi pertama itu sampai finis. Ini adalah kemenangan kedua WRT #31 setelah sukses serupa di Spa-Francorchamps, Belgia. Dan mereka pun jadi tim pertama yang bisa menang dua kali di musim ini. 

“Kami melakukan start yang bagus sampai bisa memimpin dan bertahan di posisi itu hingga finis. Kerja bagus dari tim dan juga Robin dan Dries. Kami benar-benar ingin meraih kemenangan ini setelah gagal di Le Mans dan Monza. Saya sangat senang akhirnya bisa mewujudkannya,” ujar Sean.

“Balapan yang menarik dan mengasyikkan. Sean melakukan start dengan sangat baik untuk kemudian membuka jarak, sementara Dries mempertahankan level performa tim. Dan saya sempat khawatir ada vibrasi di mobil, tapi setelah tahu semua aman saya bisa membawa mobil hingga finis,” kata Robin. (mimbar-rakyat)  

Ini berita pada laga 2016:

Apa yang dialami Sean di Fuji Speedway pada 2016?

Kendati menjalani debut bagus di ajang FIA WEC kategori LMP2 dengan finis di urutan keempat, tapi Sean Gelael mengaku belum puas dan ia merasa seharusnya ia bersama rekannya Antonio Giovinazzi dan Giedo Van Der Garde mendapatkan tempat di podium pada balapan yang digelar di Sirkuit Fuji Speedway, Jepang, Minggu (16/10/2016).

Sean menyatakan, dari balapan itu dia mendapat banyak pelajaran terutama bagaimana memanajemen waktu dan memahami strategi balapan hingga usai.  

Sean Gelael ketika tampil di Fuji Speedway 2016. (jagonya ayam)

“Finis keempat sudah cukup bagus. Namun kalau ditanya kepuasan tentu kami ingin mendapatkan hasil yang lebih bagus. Mudah-mudahan pada balapan berikutnya di Shanghai dan Bahrain kita bisa ambil podium,” ujar Sean.

Trio pembalap Jagonya Ayam KFC Indonesia ini tampil dengan bendera tim Extreme Speed Motorsport.

Antonio, yang mencatat waktu tercepat tim dalam sesi kualifikasi, tampil sebagai pebalap pertama.

Pebalap asal Italia ini menunjukkan performa bagus dengan langsung menyodok ke posisi kedua selepas tikungan pertama.

Posisi itu bisa dia pertahankan sampai 45 menit balapan berjalan dan masuk pit stop. Pada pit stop pertama itu, Antonio diganti Giedo yang akan menjalani balapan selama 90 menit ke depan dengan sekali pit stop dan pergantian pebalap.

Namun, sayangnya proses pergantian pebalap tidak berjalan mulus. Mesin mobil sempat mati karena masalah elektronik. Sialnya, saat mobil berjalan indikator batas kecepatan di pit line belum berfungsi. Giedo pun mendapat hukuman penalti 20 detik.

Sean melanjutkan balapan 90 menit berikutnya. Sean tampil konsisten dengan kecepatan rata-rata per lapnya 175 kilometer per jam. Perlahan Sean bisa mengejar ketinggalan yang kemudian dilanjutkan Antonio.

Saat finis mereka hanya berselisih 23 detik dari pebalap ketiga dari tim Signatech Alphine, 49 detik dari pebalap kedua dari tim RGR Sport dan 51 detik dari sang juara tim G-Drive Racing. Sementara kehilangan waktu mereka akibat penalti dan masalah elektrik sekitar satu menit sepuluh detik.

“Ya memang sangat disayangkan. Jika melihat catatan waktu pebalap di depan kita bedanya sangat dekat. Andai kita tak kehilangan waktu, setidaknya podium bisa kita dapatkan,” kata Ricardo Gelael, pemilik tim Jagonya Ayam.

Meski demikian, Ricardo mengaku cukup puas dengan penampilan tiga pebalapnya secara keseluruhan. Apalagi ketiga pebalap ini baru pertama kali tampil di ajang WEC dan sekali menjajal sirkuit Fuji Speedway.

Balapan FIA WEC untuk kategori LMP2 dikuti 11 tim. Beberapa tim diperkuat sejumlah mantan pebalap F1 seperti Bruno Senna, Will Stevens, Vitaly Petrov, Roberto Merhi dan Giedo. Will Stevens memimpin tim G-Drive yang memenangi balapan ini.

Selain LMP2 balapan ini juga diikuti kategori LMP1, GT Pro, dan GT Amatir. Dengan demikian total ada 32 tim yang membalap secara bersamaan. Secara keseluruhan balapan berjalan lancar dan tidak banyak insiden.  (mimbar-rakyat) 

Nah, Sean Gelael yang multi-talenta dalam bidang olahraga masih akan turun berlaga pada putaran akhir FIA WEC 2023 di Bahrain pada  2-4 November 2023.

Di tempat sama pada 2022, Sean Gelael bersama Tim WRT 31 tampil sebagai juara di P1.  Ketika itu Sean mengatakan, “Saya bahagia karena tiga hal, menang di Bahrain, menang tiga kali secara total, dan khusus pribadi kembali jadi runner-up kelas LMP2.”

Semoga Sean dan Tim WRT 31 kembali naik podium pada laga terakhir FIA WEC 2023 itu dan Ricardo Gelael tentu tidak lagi mengatakan, “Ya.. pecah telur tahun ini.”

Selamat bertanding Sean Gelael!  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru