Thursday, December 02, 2021
Home > Cerita > Siapa juara dunia FIA WEC 2021?,    Catatan A.R. Loebis

Siapa juara dunia FIA WEC 2021?,    Catatan A.R. Loebis

Sean Gelael di mobil JOTA. (jagonya ayam)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Persaingan pada putaran terakhir amat menentukan, sehingga belum dapat diprakirakan siapa yang akan tampil sebagai juara dunia FIA WEC 2021.

Putaran terakhir sebagai penentu pemenang itu berlangsung di Sirkuit Sakhir, Bahrain, dengan julukan Bapco 8 Hours of Bahrain,  pada 4-6 November 2021.

Persaingan pasti akan ketat sekali dan menarik untuk disaksikan. Pasalnya, poin klasemen sementara di kelas LMP2 amat berdekatan.

Tim WRT dengan angka mobil #31 berada di puncak klasemen dengan simpanan 113 poin, disusul Tim JOTA #28 yang didukung Sean Gelael (108), Tim JOTA #38 (96) dan Tim United Autosports USA #22 dengan poin 88.

Pada laga putaran kelima di Sirkuit Sakhir, berlomba sebanyak 31 tim dengan 91 pebalap yang dibagi atas kategori LMP2, Hypercar, LM GTEPro dan LM GTE AM.  Jumlah peserta tak akan berbeda jauh dengan laga putaran akhir di sirkuit sepanjang 5.412 km dengan 15 tikungan itu.

Khusus di kelas yang diikuti Sean di LMP2, berlaga 11 tim dengan 33 pebalap, masing-masing tim menurunkan tiga pengemudi mereka. Sean Gelael ditemani Tom Blomqvist (Inggris) dan Stoffen Vandoorne (Belgia), yang juga merupakan sahabat lamanya dan bermitra dalam beberapa balapan.

Sebelum berlaga di Sakhir pada putaran kelima, Sean dan teman-temannya berada di puncak klasemen LMP2 dengan nilai 89 poin, setelah berhasil naik podium di urutan kedua pada seri Le Mans 24 Jam di Prancis, 21 Agustus 2021.

Urutan kedua klasemen sementara ditempati Charles Milesi dengan simpanan 88 poin bersama Ferdinand Habsburg dan Robin Frijns dari tim WRT, disusul Anthony Davidson, Antonio Felix da Costa dan Roberto Gonzalez  juga dari tim Jota dengan angka 81 poin.

Sean, Tom dan Stoffel,trio pebalap tim JOTA yang selangkah lagi bisa jadi juara dunia FIA WEC 2021. (jagonya ayam)

Pada putaran awal FIA WEC 2021 di Spa Franchorchamps, Belgia, Sean berada di posisi ketiga, pada putaran kedua di Portimao, Portugal, naik podium kedua dan di putaran ketiga di Monza berada di urutan kelima, disusul laga ketat Le Mans Prancis di urutan kedua.

Karena tim WRT tampil sebagai juara pada putaran kelima (Bahrain), menyebabkan posisi klasemen sementara dikuasai tim WRT (113 poin), disusul Tim JOTA #28 (108), Tim JOTA #38 (96) dan Tim United Autosports USA #22 dengan poin 88.

Pada lagi kelima, persaingan amat ketat. Dalam catatan di laman fiawec.com tertera tim WRT mencetak lap terbaik (1.53,215), sedangkan lap terbaik JOTA (1.53,840) disusul JOTA #38 dengan catatan terbaik 1.53, 515.

Perbedaan laju tercepat ketika tim atas ini amat tipis. Sedangkan  untuk “best speed”, WRT tercepat dengan catatan 172,1 km per jam tercipta pada putaran ke-176, disusul JOTA pada putaran ketiga 171,1 km per jam dan JOTA #38 dengan kecepatan 171,6 dan tim United Auto Sport 172,0 km per jam.

Harus menang

Tentang selisih angka klasemen yang hanya satu poin (pada putaran kelima), Ricardo Gelael, ayahanda Sean, mengatakan, “Tidak ada jalan lain, mereka harus menang.”

“Tim WRT yang berada di bawah mereka merupakan tim bagus dan tim besar. Mereka hebat walau masih baru di LMP. Progres mereka cepat sekali. Tapi tim JOTA juga merupakan tim bagus,” kata Ricardo, yang terus mendampingi puteranya dimana pun berlaga.

Perhitungan Ricardo ternyata benar, tim WRT menunjukkan kiprah mengejutkan dalam laga di Bahrain itu.

Selanjutnya, kata Ricardo, pengalaman yang dimiliki pebalab JOTA akan menentukan hasil lomba untuk menentukan siapa juara dunia pada 2021.

Dengan sisa satu balapan yang berdurasi delapan jam, di mana poin berlipat sekitar 1,5 kali dari balapan enam jam, segalanya bisa terjadi.

“Balapan berat untuk semuanya. Kami beruntung punya mobil dan komposisi pebalap bagus, sehingga hasil ini bisa terwujud. Tak sabar rasanya menanti seminggu lagi,” ujar Sean yang didukung tim Jagonya Ayam Indonesia, mengomentari balapan terakhir di tempat sama.

FIAWEC dalam editorial mereka menyebutkan, “In the end, only the world’s best endurance racers who have proved to be top of their game throughout the season will be worthy of being crowned at the season-closer in Bahrain.  Drivers must prove their skill throughout the season, from the shortest race at 6 hours to the longest at 24 hours.”

Ricardo Gelael pun dalam komentarnya tetap berprinsip pada jalur hakikat suatu perlombaan, dengan menekankan, “Pebalap terbaik dan tim terbagus yang memiliki keberuntungan lah yang akan tampil sebagai juara dunia.”

Atlet tangguh turun lapangan mengandalkan kekuatan fisik, kematangan berpikir dan kemahiran teknis, namun sebenarnya ada satu hal yang paling berperan, yaitu faktor “luck” alias keberuntungan.

Kita menginginkan Sean Gelael dan teman-temannya menang, berada di urutan terdepan dan akhirnya menjadi juara dunia FIA WEC 2021.

Selamat berlomba Sean, Tom dan Stoffen.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru