Thursday, December 02, 2021
Home > Berita > Sean Gelael dari ALMS ke FIA WEC Franchorchamps 2021   Catatan A.R. Loebis

Sean Gelael dari ALMS ke FIA WEC Franchorchamps 2021   Catatan A.R. Loebis

Sean Gelael ketika juara di Asian Le Mans Dubai. (tim jagonya ayam)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Hanya terpaut lima poin dengan tim juara G-Drive yang mengumpulkan total 81 poin, Sean Gelael bersama tim JOTA dalam laga mendebarkan berada di urutan kedua dengan 76 poin pada akhir lomba ketahanan Asian Le Mans Series (ALMS) di Abu Dhabi Februari 2021.

Penampilan Sean pada race 3 saat itu luar biasa, dari total empat jam balapan, dia berada di trek lebih dari tiga perempat durasi lomba, selama tiga jam 10 menit, setelah Tom Blomqvist menjalankan tugasnya pada sekitar 50 menit pertama balapan berjudul 4 Hours of Abu Dhabi itu.

Sean tampil sebagai pebalap tercepat di Abu Dhabi dan membawa timnya menjadi juara dan berada di urutan kedua klasemen akhir, setelah sebelumnya di seri awal ALM di Dubai berada di urutan keempat dengan 26 poin.

Dari kejuaraan Asia, Sean bersama rekannya Stoffel Vandoorne (Belgia) dan Tom Blomqvist (Inggris) maju ke jenjang kejuaraan FIAWEC (World Endurance Championship), diawali dengan laga prolog di Spa Franchorchamps, Belgia, 26-27 April 2021.

Pembuka laga musim 2021 seharusnya diadakan di Portimao (Portugal) awal April, namun dialihkan menjadi Juni. Sedangkan Spa Francorchamps menjadi tempat awal lomba (1 Mei) didahului dengan prolog 26-27 April 2021.

Keputusan itu diambil dalam pertemuan Dewan Motor Sport FIA, akibat pandemik Covid 19 yang menyebabkan beragamnya aturan keluar masuk satu negara. Selain itu, diharapkan lomba di Portimao sudah dapat dikunjungi banyak penonton.

Dalam memperingati 100 tahun berdirinya sirkuit Spa-Franchorchamps, diadakan lomba Prolog WEC untuk pertama kalinya di Belgia 26-27 April sebelum laga putaran pertama WEC enam jam diadakan 1 Mei 2021. Laga The 8 Hours of Portimao diadakan 12-13 Juni.

Dari kejuaraan Asia, Sean bersama rekannya Stoffel Vandoorne dan Tom Blomqvist maju ke jenjang kejuaraan dunia, diawali dengan laga prolog di Spa Franchorchamps, Belgia, 26-27 April 2021.

Kemudian, berdasar jadwal baru, laga lainnya dilangsungkan  di Portimao (8 jam) pada 13 Juni,  Monza (8 jam) 18 Juli,  Le mans (24 jam) 21-22 Agustus,  Fuji (8 jam) 28 September dan Bahrain (8 jam) pada 20 November 2021.

Persaingan ketat

Salah satu aspek perbedaan antara WEC dengan Asian Le Mans Series adalah pembagian kelasnya. Pada WEC, pebalap dan mobilnya dibagi menjadi empat kelas, yakni LMH (LMP1), LMP2, GTE Pro dan GTE Am.

Dalam berita terbaru disebutkan, pada kompetisi musim kesembilan WEC, akan ada kelas baru disebut Hypercar, masuk kategori LMP1.  Sedangkan pada kejuaraan Le Mans Asia, jenis mobil dibagi hanya tiga tiga kelas, LMP2, LMP3 dan GTE Pro AM.

Sean Gelael di Dubai. (jagonya ayam)

Selain itu, durasi balapan WEC, minimal enam jam, bahkan ada satu seri berlangsung 24 jam, sementara di Asian Le Mans Series, durasi balapannya maksimal hanya empat jam.

Yang jelas, seperti dinyatakan dalam laman fiawec.com, para peserta balap, tim, mitra dan pemangku kepentingan akan merasakan suasana unik berlaga di sirkuit terbaik dunia.

Ini juga menawarkan kepada pabrik mobil dunia relevansi kenyataan saat ini untuk mengembangkan desain kendaraan jalanan termasuk teknologi, penampilan dan keamanannya.

Regulasi dalam lomba ini dibuat sedemikian rupa sehingga amat menantang dan menginspirasi dalam rancang bangun prototype mobil sport, termasuk pengembangan teknologi hybrid,  casis independen dan pasokan mesin, untuk berlaga di level atas.

Dengan tingginya teknologi kendaraan dalam laga ketahanann dunia ini, maka dibutuhkan pebalap papan atas untuk mengikutinya.  Mereka harus menunjukkan skill tinggi dalam laga sepanjang musim, terlebih kompetisi diadakan mulai dari masa enam jam hingga yang paling panjang selama 12 jam.

Bagi Sean Gelael, laga 2021menjadi petualangan baru, setelah sebelumnya lima tahun berkiprah di ajang FIA Formula 2.

Sean yang turun kalam kategori LMP2 ditemani mantan pebalap F1 Stoffel Vandoorne dan pebalap Inggris, Tom Blomqvist, mantan pebalap DTM bersama Tim BMW Motorsport, lomba FIA WEC bukanlah ajang baru.

Ia pada 2016, bersama Blomqvist dan Antonio Giovinazzi, pernah meraih podium kedua di Shanghai, Tiongkok. Sean juga pernah menjuarai Asian Le Mans Series di tahun yang sama bersama Giovinazzi saat keduanya tampil di Sepang (Malaysia) dan Buriram (Thailand).

Dengan pengalaman ketiganya, JOTA mengusung ambisi menjadi salah satu penantang serius untuk meraih gelar juara WEC 2021 kategori LMP2.

JOTA merupakan salah satu tim yang punya reputasi bagus pada balap ketahanan, karena pernah menjuarai ajang balap 24 jam di Le Mans pada 2014 dan 2017.

Selamat berlomba Sean, Tom dan Stoffel.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru