Friday, April 19, 2024
Home > Berita > Dua Wilayah di Aceh Terendam Banjir, Rumah Warga Terendam

Dua Wilayah di Aceh Terendam Banjir, Rumah Warga Terendam

Kondisi banjir yang terjadi di Kota Subulussalam, Provinsi Aceh pada Senin (31/10). (Foto : BPBD Kota Subulussalam)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Peristiwa banjir terjadi di wilayah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh pada Senin (31/10). Banjir terjadi pascahujan dengan itensitas tinggi yang menyebabkan meluapnya debit air sungai hingga pemukiman warga pukul 04.15 waktu setempat.

Pusat Pengandalian Operasi (Pusdalops) mencatat, hingga Senin (31/10) pukul 08.00 WIB, banjir masih menggenangi wilayah tersebut. Hasil pendataan sementara, sebanyak 50 kepala keluarga terdampak dan semuanya memilih mengungsi ke tempat lebih aman. Selain itu 50 unit rumah warga terendam banjir dengan ketinggian muka air mencapai 200 sentimeter.

Menurut laporan bnpb.go.id, wilayah terdampak ialah Gampong Pante Kera dan Gampong Batu Sumbang di Kecamatan Simpang Jernih. Kemudian Gampong Jering yang berada pada wilayah Kecamatan Serba Jadi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur langsung menuju lokasi terdampak untuk melakukan penanganan bencana seperti melakukan assesmen, mengevakuasi warga ke tempat lebih aman dan terus bersiaga memantau perkembangan banjir di beberapa lokasi terdampak.

Banjir di Subulussalam 

Peristiwa banjir juga terjadi di Kota Subulussalam, Provinsi Aceh. Dipicu hujan deras dengan itensitas tinggi pada Senin (31/10) pukul 05.15 waktu setempat.

Tercatat tiga desa di wilayah Kecamatan Sultan Daulat terdampak banjir, seperti Desa Jabi-Jabi, Desa Sigrun dan Desa Suka Maju.

Menurut laporan yang diterima Pusdalops BNPB, sebanyak 245 kepala keluarga dan 245 unit rumah warga tergenang air dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 100 centimeter. Belum ada laporan terkait pengungsian maupun korban jiwa akibat peristiwa ini.

BPBD Kota Subulussalam melakukan penanganan bencana sejak terjadi banjir telah melakukan pendataan dan bersiap siaga serta monitoring di lokasi terdampak guna memantau debit air dan melakukan penanganan lebih lanjut.

Merespon potensi cuaca ekstrem yang masih akan terus terjadi, BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat dari cuaca ekstrem.***(edy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru