Thursday, January 20, 2022
Home > Berita > Hujan lebat di Gorontalo, 182 unit rumah terdampak banjir dan satu jembatatan ambruk

Hujan lebat di Gorontalo, 182 unit rumah terdampak banjir dan satu jembatatan ambruk

Jembatan di Desa Bulangita, Kecamatan Patilanggio, yang rusak berat setelah hujan lebat terjadi di kawasan itu pada Sabtu (8/1). (Foto : BPBD Kabupaten Pohuwato)

Mimbar-Rakyat.com (Gorotalo) – Hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang yang terjadi di wilayah Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Sabtu (8/1), berakibat 182 unit rumah yang dihuni 652 jiwa terdampak banjir dan satu jembatan ambruk.

Hujan lebat pada pukul 16.00 waktu setempat itu menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pohuwato,  menimbulkan kerusakan di Desa Bulangita, Kecamatan Patilanggio. Pada wilayah kecamatan ini, juga di dua kecamatan lain, yaitu Kecamatan Marisa dan Buntulia, terjadi banjir yang menggenang dengan tinggi muka air 30 – 50 cm.

Jembatan desa itu yang rusak berat terdapat di Desa Bulangita. Demikian dilaporkan websiste resmi BNPB, bnpb.go.id.  BPBD setempat juga mencatat 182 unit rumah yang dihuni sekitar 652 jiwa terdampak banjir, namun tidak ada informasi adanya warga luka-luka atau pun pengungsian.

Merespons kejadian di dua kecamatan tersebut, BPBD telah melakukan pendataan, khususnya dampak korban jiwa maupun kerugian material. Di samping itu, pihaknya yang dibantu TNI dan Polri bersiaga di lokasi kejadian.

Pascabanjir ini pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi banjir susulan. Pada hari ini, Minggu (9/1), prakiraan cuaca di  wilayah terdampak masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Melihat hasil analisis inaRISK, Kabupaten Pohuwanto yang memiliki 13 kecamatan  berpotensi bahaya banjir berkategori sedang hingga tinggi. Tiga wilayah kecamatan di antaranya adalah Kecamatan Marisa, Buntalia dan Patilanggio.  Wilayah lain di kabupaten ini adalah; Kecamatan Popayato, Popayato Barat, Popayato Timur, Lemito, Wanggarasi, Duhiada, Randangan, Taluditi, Paguat dan Dengilo.***(edy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru