Wednesday, May 22, 2024
Home > Berita > BPBD salurkan bantuan untuk korban banjir di Bungo Jambi

BPBD salurkan bantuan untuk korban banjir di Bungo Jambi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyampaikan telah memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak. (Foto : BPBD Kabupaten Bungo)

Mimbar-Rakyat.com (Jambi) – Percepatan penanganan banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Bungo Provinsi Jambi terus dilakukan hingga hari ini, Selala (4/1). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyampaikan telah memberikan secara langsung bantuan logistik dasar kepada warga terdampak sejak hari pertama kejadian.

Banjir itu sendiri  terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan meluapnya sungai Batang Tebo, Sungai Batang Bungo, Sungai Batang Jujuhan, dan Sungai Batang Pelepat pada Sabtu (1/1) mulai pukul 04.00 WIB. Tercatat sedikitnya 4.988 KK / 19.292 warga terdampak.

Banjir melanda 12 Kecamatan yakni Kecamatan Bathin 3 Ulu, Kecamatan Rantau Pandan, Kecamatan Muko-Muko Batin VII, Kecamatan Bungo Dani, Kecamatan Pasar Muara Bungo, Kecamatan Bathin III, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kecamatan Jujuhan, Kecamatan Jujuhan Ilir, Kecamatan Pelepat dan Kecamatan Pelepat Ilir. Hingga kini banjir masih bertahan dengan ketinggian muka air berkisar 30 – 100 sentimeter.

Sementara akses jalan ke Dusun Leban Kecamatan Bathin 3 Ulu sempat tertimbun longsor. BPBD Kabupaten Bungo bersama tim gabungan melakukan evakuasi warga dan pembersihan material longsor batu dan pohon tumbang yang sempat menutup jalan. Pendirian tenda untuk para pengungsi juga telah disiapkan di Kecamatan Batin 3 Ulu bagi para warga terdampak.

Bupati Bungo akan melakukan pertemuan terkait penanganan darurat bencana banjir bersama unsur terkait diantaranya TNI/Polri, BPBD Kabupaten Bungo, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Perangkat Desa, relawan dan masyarakat.

Diharapkan pemerintah setempat dapat menyiapkan program jangka menengah dan jangka panjang seperti revitalisasi kawasan sempadan sungai dan restorasi kawasan hulu, sebagai upaya pencegahan agar banjir tidak berulang.***(edy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru