Wednesday, May 22, 2024
Home > Berita > Banjir dan longsor di Kabupaten Mamasa, 127 rumah rusak serta perkebunan dan sawah hancur

Banjir dan longsor di Kabupaten Mamasa, 127 rumah rusak serta perkebunan dan sawah hancur

Kondisi pasca banjir dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, pada Sabtu (4/9). (Foto: BPBD Kabupaten Mamasa)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) –Korban banjir dan tanah longsor  di Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, masih terus ditangani oleh tim gabungan. Tim gabungan terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa, TNI-POLRI, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, Tagana, Tim Jituratnata dan masyarakat.

Banjir dan tanah longsor yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi serta meluapnya sungai Burana pada Sabtu (4/9) pukul 16.00 WITA berdampak di dua desa. Daerah yang mengalami dampak kejadian ini yakni Desa Burana dan Desa Pangandaran yang terletak di Kecamatan Tabulahan. Demikian dikutip dari bnpb.go.id.

BPBD Kabupaten Mamasa melaporkan, terdapat kerugian materil sebanyak 127 unit rumah rusak, perkebunan atau sawah masyarakat hancur dan sejumlah hewan ternak hanyut terbawa arus banjir. Peristiwa ini juga mengakibatkan 2 unit jembatan rusak serta akses jalan ke lokasi sempat terputus akibat tertutup longsor.

Kondisi saat ini dilaporkan, banjir sudah surut, para warga sudah kembali ke rumah untuk menyelamatkan harta benda yang sempat hanyut.

Adapun kendala yang dialami tim gabungan dilapangan yakni jaringan listrik yang padam sehingga jaringan telekomunikasi juga terganggu, sehingga terhambat dalam melakukan koordinasi. Selain itu, distribusi logistik penanganan darurat juga sempat terkendala akibat akses jalan yang sempat putus akibat tertutup longsor.

Hingga saat ini, tim gabungan terus berupaya melakukan penanganan darurat pasca banjir dan tanah longsor dengan mendirikan posko pengungsian di Desa Burana dan Desa Pangandaran guna mengantisipasi adanya potensi banjir susulan.

Menurut kajian dari InaRISK, Kabupaten Mamasa memiliki potensi risiko banjir sedang hingga tinggi. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.***(edy)

Kondisi pasca banjir dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, pada Sabtu (4/9). (Foto: BPBD Kabupaten Mamasa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru