Thursday, August 05, 2021
Home > Berita > Tolak PPKM Darurat, Warga Berikan Bupati Kuningan Sendal Jepit dan Korek Kuping

Tolak PPKM Darurat, Warga Berikan Bupati Kuningan Sendal Jepit dan Korek Kuping

Mimbar-Rakyat.com (Kuningan) – Kebijakan PPKM Darurat memicu adanya penolakan dari beberapa komponen masyarakat. Belasan orang yang berasal dari empat komponen berbeda menyampaikan ultimatumnya terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan, Senin (19/7/2021).

Aksi damai tersebut diawali dengan pemasangan petisi terhadap penolakan PPKM Darurat yang ditandatangani oleh ratusan pedagang pasang dipasang di depan Pendopo Kuningan.

Kelima tuntutan itu dibacakan Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Kepuh (PASAL), Andi Akbar.

‘ULTIMATUM (Ungkapan Lubuk Hati Lima Tuntutannya Masyarakat) Kuningan. Diantaranya adalah tuntutan untuk membuka masjid untuk menyelenggarakan Sholat Idul Adha, Cabut Pembatasan waktu (jam) operasional usaha, dan hentikan penyekatan jalan.

“Kemudian kami menuntut dilksanakannya pembelajaran di sekolah dengan tatap muka menggunakan prokes dan penuhi hak-hak masyarakat sesuai konstitusi, ” tandasnya.

Ada hal unik sebelum penyampaian aspirasi tersebut diakhiri. Salah seorang perwakilan warga, Mustain, memberikan “hadiah” kepada Bupati Acep sebagai bentuk “teguran” dari masyarakat kepada pemerintah.

Yang membuat kaget, ternyata hadiah tersebut berupa benda-benda yang biasa dipakai dalam keseharian untuk membersihkan telinga, mata dan alas kaki.

“Ya korek kuping ini benda yang biasa dipakai untuk membersihkan telinga dari kotoran. Ini permintaan masyarakat pada pemerintah agar bisa lebih peka mendengar keluh kesah mereka, ” ujarnya.

Sementara, sandal jepit, imbuhnya, adalah menandakan masyarakat lapisan bawah. Pemberian sandal jepit ini ditujukan massa audiensi, agar pemerintah tahu bahwa mereka banyak mengurus masyarakat yang tidak semuanya mampu dan ada di “atas”.

” Pak Bupati juga pasti pernah merasakan ketika berada di bawah. Di saat ini banyak masyarakat bawah yang butuh uluran akibat diterapkannya PPKM, Pak Bupati harus peka akan hal ini, ” terangnya.

Kemudian, satu benda lagi berupa obat tetes mata, ditujukan mereka sebagai teguran pada pemerintah agar lebih peka melihat apa yang sedang terjadi pada warganya.

Menanggapi aspirasi rakyat, Bupati Kuningan Acep Purnama, berterimakasih atas kritik dan masukan dari warganya.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan masukan dalam bentuk simbol agar kami lebih peka lagi melihat, mendengar dan merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat di bawah saat ini, ” terang Acep.

Ia mengakui, apa yang dikeluhkan masyarakat Kuningan belum sepenuhnya bisa ditangani oleh pemerintah. (Dien)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru