Friday, January 22, 2021
Home > Berita > Inilah program kerja enam menteri baru

Inilah program kerja enam menteri baru

Presiden Joko Widodo telah secara resmi melantik Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta pada Rabu, 23 Desember 2020. Selepas pelantikan, menteri dan wakil menteri memaparkan program kerja yang akan mereka lakukan dalam waktu dekat kepada publik.(Foto: BPMI Setpres)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Budi Gunadi Sadikin, yang dilantik sebagai Menteri Kesehatan, memaparkan bahwa ia beserta jajaran di kementeriannya akan berupaya keras menangani masalah Covid-19 dengan secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya.

Hal itu disampaikan dalam pemaparan program kerja yang akan dia lakukan kepada publik. Pemaparan dilakukan secara bergantian, usai 6 menteri (hasil reshuffle) Kabinet Indonesia Maju untuk sisa masa jabatan periode tahun 2019-2024 dilantik oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (23/12), di Istana Negara.

Budi Gunadi Sadikin lebih lnjut menyatakan, program yang segera dilaksanakan itu agar semua murid bisa kembali ke sekolah dengan segera, agar semua pengusaha UMKM bisa segera kembali membuka tokonya, agar semua keluarga kita bisa segera kembali bersilaturahmi, lebih agar seluruh rakyat Indonesia bisa kembali hidup secara normal selayaknya sebelum pandemi.

Sementara Yaqut Cholil Qoumas, yang dilantik sebagai Menteri Agama, menjelaskan bahwa program kerja kementerian yang dipimpinnya akan berlandaskan pada semangat bahwa agama merupakan inspirasi, bukan aspirasi. Semangat tersebut nantinya dapat dirinci ke dalam banyak kegiatan seperti bagaimana cara berhubungan antarumat beragama, hubungan interumat beragama, bahkan juga soal pandemi Covid-19.

“Kita lihat nanti pasti akan ada terobosan-terobosan Kementerian Agama,” ucapnya, seperti dikutip dari website resmi Presiden RI, presidenri.go.id..

Tri Rismaharini, yang dalam kesempatan tersebut dipercaya sebagai Menteri Sosial mengemukakan, dalam waktu dekat kementeriannya akan segera merealisasikan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak pandemi pada triwulan keempat tahun ini dan awal tahun mendatang.

Tak hanya itu, bantuan-bantuan tersebut kini juga diarahkan untuk dapat memberdayakan dan berimplikasi atau memiliki dampak langsung yang terukur bagi masyarakat. Sejumlah mekanisme tentu harus dikembangkan dan dihadirkan oleh kementeriannya.

“Kami tidak bisa sendiri tentunya. Kami akan gandeng gubernur, kepala daerah, utamanya adalah perguruan tinggi setempat yang mengetahui persis bagaimana permasalahan-permasalahan di daerahnya,” kata Risma.

Muhammad Lutfi, yang dilantik sebagai Menteri Perdagangan setelah sebelumnya dipercaya sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat mengatakan, saat ini perekonomian berada pada titik terlemah. Untuk itu, sesuai dengan tugas kementeriannya, pihaknya hendak memastikan bahwa produk-produk Indonesia memiliki kesempatan untuk berkompetisi dan dapat diekspor di pasar dunia.

“Ini adalah bagian dari perbaikan ekonomi nasional dan berharap bisa menjadi daya ungkit baru untuk tumbuhnya pertumbuhan ekonomi yang sehat,” ujarnya.

Sakti Wahyu Trenggono yang dipercaya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan berkomitmen untuk memastikan keberlangsungan ekosistem laut Indonesia agar dapat berjalan baik dan tidak rusak. Namun, di sisi lain, potensi kelautan nasional juga harus dapat memberikan kesejahteraan yang besar bagi bangsa.

“Saya akan belanja masalah untuk mengevaluasi semua. Mana yang baik akan kita lanjutkan, yang tidak baik akan kita hentikan,” ucapnya.

Sandiaga Salahuddin Uno, yang dilantik Presiden sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, memiliki tiga gagasan utama untuk membangkitkan pariwisata nasional setelah sebelumnya terpuruk akibat pandemi. Ketiganya ialah inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

“Di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kami akan berjuang untuk mempertahankan dan mengembangkan pemberdayaan agar kita bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan mempertahankan tingkat pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Sandi.***(edy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru