Saturday, November 28, 2020
Home > Berita > Seriuslah Menyikapi COVID-19

Seriuslah Menyikapi COVID-19

Virus corona atau Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) terus menjadi ancaman di hampir seluruh negara di dunia.  Jumlah kasus secara global untuk seluruh dunia hingga Senin (31/8) telah melampaui 25,1 juta, dengan kematian melebihi 844.000,  dan 16,5 juta orang lebih berhasil selamat, pulih.

Indonesia termasuk salah satu negara rawan. Data terahir yang dirilis Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional, 28 Agustus lalu, menunjukkan telah 7.343 orang terdampak yang meninggal dari 172.000 kasus. 124.000 diantaranya berhasil sembuh.

Kasus positif COVID-19 di Indonesia  bahkan dalam dua hari–Jumat (28/8) dan Sabtu (29/8)–menunjukkan rekor baru menembus angka 3.000 kasus. Peningkatann itu, seperti diberitakan sejumlah media,  oleh pakar epidemiologi dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) disebut sebagai penularan virus ‘sangat tinggi dan telah menyasar kluster rumah tangga’. Bahkan analis data dari Pandemictalks menyebut tingkat hunian pasien COVID-19 di rumah sakit di 14 provinsi sudah berada ‘di atas rata-rata’.

Ada kehawatiran, jika kondisi terakhir itu tidak disikapi maka dalam dua bulan ke depan rumah sakit di Indonesia dikhawatirkan tak lagi bisa menampung pasien virus corona dan tingkat kematian bisa naik 100 perhari. Hingga kini jumlah kasus terbanyak berada di Jakarta, diikuti Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Dugaan meningkkatnya penyebaran virus menurut berbagai pihak beragam, termasuk ketika banyak orang saat cuti bersama dan libur nasional, 15-17 Agustus lalu, bepergian mudik dan liburan. Infeksi sudah berada di populasi umum. Jika tidak cepat direspon bisa terjadi penularan yang cepat, tidak hanya kepada kelompok lanjut usia, tetai juga kepada kelompok usia 40 atau 30 tahun ke bawah seperti telah terjadi di beberapa negara.

Karena itu kita pantas mendukung apa yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang gerak cepat menyikapi situasi. Mengesampingkan birokasi yang mungkin saja bisa berbelit, lamban dalam mengambil keputusan, Anies melalui akun twitter dan instagram yang dipantau di Jakarta, Jumat dini hari lalu, mengumumkan perpanjangan  Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi fase 1, waktu perpanjangan mulai tanggal 28 Agustus 2020 hingga 10 September.

Apa yang dilakukan Anies memperpanjang PSBB Transisi Fase 1 untuk kelima kalinya melalui akun sosial medianya, merupakan salah satu upaya dari pemimpin dalam melindungi rakyatnya. Cepat dan tepat. Dia berupaya agar warga Jakarta cepat bertindak dan waspada. Dalam akun itu dia juga antara lain menyampaikan instruksi agar masyarakat  menerapkan protokol kesehatan 3 M dalam keseharian (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).

Kita berharap para gubernur di provinsi lainnya bertindak sama, juga bupati, walikota, bahkan para menteri sampai presiden. Gerak cepat dan penanganan secara maksimal amat diperlukan dalam  menyikapi wabah virus corona. Seriuslah menyikapi COVID-19. Pengawasan terhadap masyarakat perlu ditingkatkan dalam upaya melawan pandemi, karena dalam perkembangan di lingkungan masih banyak orang tak peduli, bahkan termasuk terhadap aggota keluarganya sendiri. Tak sedikit orang, termasuk para remaja, tak peduli atas keharusan mematuhi protokol kesehatan.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru