Sunday, September 27, 2020
Home > Berita > Terus Waspadai Ancaman COVID-19

Terus Waspadai Ancaman COVID-19

ilustrasi: koinwork.com

Presiden Joko Widodo mengingatkan Indonesia harus mewaspadai lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi di sejumlah negara. Hal itu disampaikan saat memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka Jakarta, Senin (24/8).   Lonjakan kasus baru virus corona di sejumlah negara di kawasan Eropa dan Asia, menurut Presiden,  perlu menjadi perhatian agar tidak kehilagan kendali.

Dikatakan,  Indonesia harus waspada atas lonjakan virus di sejumlah negara tersebut. “Ada peningkatan kasus yang sangat besar sekali di negara-negara terutama yang terakhir ini di Eropa, Spanyol, Perancis, Jerman, juga di kawasan Asia (seperti) India, Filipina, Bangladesh, Iran, Korea Selatan, dan juga Nepal,” kata Presiden.

Apa yang diingatkan Presiden  amat wajar, karena ancaman pandemi yang menghawatirkan masyarakat dunia masih terus jadi momok. Di sejumlah negara virus corona masih  meningkat. Menurut pantauan Universitas Johns Hopkins, hingga Senin (24/8) di dunia 23,3 juta orang orang telah didiagnosis positif COVID-19 dan 806.500 orang meninggal.

Di Indonesia sendiri, hingga Senin jumlah yang terinfeksi mengalami kenaikkan, menjadi   153.535 orang, setelah pada Minggu (23/8) terjadi penambahan  2.037 orang. Itu artinya COVID-19 di negeri kita terus berkembang. Karena itu, apa yang diingatan Presiden perlu mendapat perhatian serius dari pejabat terkait, oleh para petugas, juga kita semua.

Dalam mewaspadai ancaman pandemi, kita tak hanya memperhatikan sebatas penggunaan masker, tetapi masyarakat perlu selalu diingatkan agar tetap disiplin dalam menerapan protokol kesehatan secara total. Menjaga jarak antara manusia, tidak berjabatan tangan, dan kerap mencuci tangan dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam beribadah.

Pemerintah, presiden dan para menterinya,  selalu menjadi “motor” dalam mewaspadai peningkatan kasus COVID-19. Pengendalian tidak boleh kendor, agar tidak kehilangan arah. Kesadaran di kalangan masyarakat dipertahankan. Ingat, pandemi terus berkembang. Jika pada awal ditemukannya virus diketahui hanya ancaman bagi yang berusia lanjut, dalam perkembangannya orang berusia 40 tahun, bahkan 30 tahun ke bawah, kini banyak yang tertular.

Kita juga sangat berharap apa yang dikatakan Presiden dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, yakni pentingnya strategi menyeimbangkan penanganan dari sisi kesehatan dan ekonomi dalam mengatasi krisis ini, mudah-mudahan menjadi perhahatian oleh semua yang bertanggungjawab di negeri ini.  Strategi menyeimbangkan penanganan COVID-19 dan ekonomi dengan takaran yang tepat memang perlu jadi perhatian khusus. Ingat, dampak virus corona sangat luas, menimbulkan masalah atau kesulitan pada banyak orang.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru