Sunday, October 17, 2021
Home > Berita > Sorabi Haneut Ceu Mini, Nikmat Disantap Selagi Panas

Sorabi Haneut Ceu Mini, Nikmat Disantap Selagi Panas

Mimbar-Rakyat.com (Kuningan) – Salahsatu jajanan khas Jawa Barat, Sorabi saat ini masih diburu oleh masyarakat. Penganan murah meriah ini, rupanya tidak hanya menjadi menu sarapan, namun dijadikan camilan di pada sore menjelang malam.

Di Kabupaten Kuningan, Sorabi yang digarang menggunakan kayu bakar mudah untuk ditemui. Biasanya jajanan khas Sunda ini, dijajakan oleh wanita paruh baya atau lanjut usia, yang biasa disapa dengan Eceu atau Emak, di pinggir jalan menggunakan tungku dari tanah liat, disajikan bersama dengan gorengan, kerupuk, atau penganan lainnya.

Salahsatunya Sorabi Ceu Mini, yang berada di Jalan Otista samping Masjid Nurul Hikmah, dengan tempat yang sederhana, jajanan Ceu Mini biasa diburu pada sore menjelang malam hari.

“Iya kalau di daerah Kota Kuningan mah nyarinya kesini, soalnya murah, Saya biasanya nyari yang dicampur sama dage (oncom, red) soalnya itu pan khasnya Kuningan, ” jawab Indah pelanggan setia Ceu Mini.

Indah mengaku seringkali membeli penganan murah meriah itu, saat jam rawan makan. “Kalau makan kan tadi udah makan, terus takut berat badan membesar jadi Saya beli sorabi, buat ganjel di malam hari biar nggak makan lagi,” terang Indah.

Ada tiga varian rasa sorabi yang dijajakan oleh Ceu Mini, yakni rasa original, oncom dan telur.

Hanya dengan Rp. 3000 , Anda bisa menikmati satu porsi sorabi dage ini, sedangkan untuk sorabi telur Ceu Mini membanderolnya dengan harga Rp. 5000 per porsi.

Ceu Mini mulai jajakan sorabi sejak tahun 2002. ” Dulu sih dagangnya di sebelah timur masjid, terus pagi jadinya coba untuk sore hari, eh lumayan rame jadinya dagang di malam hari, ” jelasnya.

Dikatakan Ceu Mini, sejak pemberlakuan PPKM yang dimulai pada tanggal 3 Juli, lalu. Penjualan sorabinya mengalami penurunan yang sangat drastis. “Tadinya mah sehari adonan sampai lima kilogram, sekarang ya paling 1,5 kilogram saja. Kalau soal pendapatan mah, jauh pisan, yang biasanya sampai Rp. 200 ribu, yaa sekarang mah dapetin Rp. 50 ribu aja , agak lama, sedangkan modalnya aja sampai Rp. 35 ribu, ” ujar Ceu Mini.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari – harinya Ia pun berdagang jajanan pasar keliling dari rumah ke rumah. ” Ya nyari tambahan keliling ke rumah – rumah, mau gimana lagi atuh. Semoga virus Corona ini cepat pergi, biar bisa seperti dulu lagi, ” harap Ceu Mini. (Dien)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru