Friday, May 24, 2024
Home > Cerita > Cerita Khas > Sean Gelael pernah raih poin di Imola,  Catatan A.R. Loebis

Sean Gelael pernah raih poin di Imola,  Catatan A.R. Loebis

Sean Gelael dan teman tim di Imola, Italia, sedang melakukan track walk jelang lomba Minggu. (jagonya ayam)

Kejuaraan dunia lomba ketahanan FIA WEC, sebagai putaran kedua 2024, berlangsung di Imola, Italia, pada 19-21 April dengan tajuk 6 Hours of Imola.

Ini merupanan pertama kali WEC berlangsung di Imola, setelah sebelumnya laga itu diadakan di kota Monza saat Italia menjadi salah satu tuan rumah pada kejuaraan 2021.

Beberapa pebalap yang akan berlaga di sirkuit itu Minggu, mengatakan sirkuit itu penuh dengan tantangan, bahkan ada yang menyebut lomba di tempat itu dengan istilah “super ketat”.

Nah, Sean Gelael yang juga akan tampil di sirkuit itu bersama tim WRT dan turun di kelas LMGT3, mengendarai BMW M4, sudah pernah berlomba di sirkuit Italia itu dan berhasil meraih poin.

Sean menunjukkan kepiawaiannya di Sirkuit Imola ketika ia masih berusia 17 tahun, saat meraih nilai pada Kejuaraan FIA Formula 3 Eropa, pada 12 Oktober 2014.

Ketika itu, Sean menggenjot mobil Jagonya Ayam with Carlin Dallara-Volkswagen, berhasil menempatkan diri pada posisi 10 setelah memulai perlombaan juga dari posisi 10. Dengan hasil itu, membuat Sean meraih angka untuk ketujuh kalinya pada musim lomba 2014.

Apa komentar Sean usai lomba 10 tahun lalu itu? Ini cuplikan beritanya.

“Sebenarnya saya bisa mencapai waktu lebih baik. Tapi Verstapen tiba-tiba memperlambat mobilnya. Saya berusaha menghindar dan akibatnya saya menabrak tembok dengan cukup keras,” kata Sean. 

Sean yang ketika itu baru mulai kuliah semester awal di Inggris, sebelum lomba mempertahankan penampilannya dengan mencapai posisi start kesepuluh pada pacuan pertama, meskipun saat kualifikasi harus kehilangan beberapa menit terakhir akibat mengalami kecelakaan saat menghindari Max Verstapen.

Gerak awal (start) dramatis membuat Sean kehilangan posisi saat dia harus menghindar dari pebalap Italia, Antonio Fuoco dan pebalap Austria, Lucas Auer. Sean mundur ke posisi 12, dan berjuang keras untuk melewati pebalap Belanda, Dennis van de Laar saat keduanya melaju agak melebar.

Sean Gelael 10 tahun lalu ketika berlaga di Imola dalam kejuaraan Formula 3.Eropa (dok.arl)

 

Namun demikian, Sean tetap bertahan di posisi 12 dan akhirnya mampu maju kembali ke posisi 10 pada akhir balapan.

“Kecepatan kendaraan sudah baik,” katanya, “Kami mencoba beberapa hal yang berbeda pada kendaraan dan hasilnya menjadi lebih baik, jadi saya sangat senang dengan perkembangannya dan juga dengan nilai yang saya peroleh,” kata Sean ketika itu. Pada era itu, Sean beberapa kali berjaya meraih poin bila berlaga di sirkuit Italia satunya, Monza.

Super ketat

Laga FIA WEC 2024 di Imola diikuti 14 pabrik kendaraan jenis Hypercar dan LMGT3.  Juara Le Mans 24 jam tahun lalu Ferrari akan muncul bersama Lamborghini dan Isotta Fraschini. Beberapa pebalap Tangguh tuan rumah akan tampil, di antaranya Antonio Giovinazzi (Ferrari AF Corse), Antonio Fuoco (Ferrari AF Corse), Mirko Bortolotti (Lamborghini Iron Lynx), Alessandro Pier Guidi (Ferrari AF Corse) dan Edoardo Mortara (Lamborghini Iron Lynx).

Peserta lain yang meramaikan lomba itu adalah pahlawan tuan rumah juara dunia MotoGP, Valentino Rossi, yang melakukan debut di lomba WEC musim ini, menaiki BMW M4 LMGT3. Ia satu tim dengan Sean Gelael di Team WRT, menggenjot mobil berbeda.

Peserta kondang lainnya termasuk Jenson Button, Robert Kubica, Nyck De Vries, Mick Schumacher, Daniil Kvyat, Sebastien Buemi, Paul Di Resta dand Kamui Kobayashi.

Kendati laga WEC baru bagi Imola, namun sirkuit itu sudah pernah menjadi tuan rumah beberapa laga ketahanan internasional, di antaranya kejuaraan interkontinental Piala Le Mans, laga seri Le Mans Eropa dan Kejuaraan Dunia Mobil Prototipe Sport, 1000 Km Imola.

Menjelang perlombaan FIA WEC 21 April 2024 di Sirkuit Imola sepanjang 4.9 km itu, beberapa pebalap melakukan tes, di antaranya Charlie Eastwood, pebalap IF Sport yang mengendarai Corvette Z06 LMGT3.

“Saya kira semua pebalap memiliki pemikiran sama bahwa balapan di sini merupakan balapan super ketat termasuk trafficnya,” jelas pebalap dari Irlandia Utara itu.

“Yang saya ketahui, Imola memiliki karakteristik salah satu lintasan tua di Eropa. Dengan karakter itu, untuk saling melalui antara kendaraan LMGT3 dan Hypercar akan sangat sulit.  Bisa-bisa akan terjadi Hypercars terhalang di belakang mobil-mobil GT3 sampai setengah putaran (lap) bahkan bisa sepertiga putaran. Bila ini terjadi, tentu saja akan merugikan para pebalap.”

Eastwood menambahkan, “Ketika kami melakukan  testing, kami mengetahui jarak waktu mobil GT3 dan Hypercar amat pendek dibanding dengan di sirkuit lain. “

“Alasan utamanya adalah Imola bagi kendaraan GT3, dapat melampaui kerbs dengan baik.  Ada semacam bentuk baru kerb di sirkuit itu dan GT3 mampu melewatinya. Dalam testing, Corvette melakukannya dengan baik, tetapi tidak demikian halnya dengan mobil Hypercars. Mereka harus berjuang lebih keras. Ini balapan menarik dan belum dapat diprediksi jalannya laga.”

Pebalap Porsche Penske, Andre Lotterer, yang juga melakukan tes baru-baru ini di Imola, menambahkan apa yang dikomentari Eastwood. “Balapan paling menantang. Ini bukan sirkuit besar dan tidak lebar, jadi bila terjadi traffic akan menyusahkan. Kuncinya adalah menyetel kendaraan sedemikian rupa,” katanya.

Sean inginkan strategi bagus.

Sean Gelael menyebutkan hasil laga sebelumnya di Qatar menjadi pegangan, karena merupakan pengalaman pertama mengendarai BMW GT3 di WEC.

“Kami belajar banyak dari hasil di Qatar dan itu juga pengalaman pertama saya menggeber mobil GT3 di WEC. Kuncinya adalah strategi yang bagus, sehingga semua bisa berjalan mulus hingga finis,” ujar Sean.

Di Qatar Sean dan WRT 31 bersaing ketat dengan Rossi dan WRT 46. Kedua mobil pada satu momen berada pada P3 (WRT 46) dan P4 (WRT 31), namun perjalanan lomba mengharuskan mereka finis di P4 (46) dan P6 (31).

“Awal yang bagus di Qatar, nyaris podium. Walau begitu bagi kami semua berjalan baik, tak ada salah dan tak kena penalti akibat track limit. Semoga di Imola kami bisa lebih baik dan tentu saja dalam menerapkan strategi tim,” kata Sean.

Selamat berlomba Sean, semoga kembali mengulang sukses di Imola. (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru