Thursday, January 20, 2022
Home > Cerita > Ibunda Rini Gelael, Dibalik Sukses Sean Menekuni Hobinya

Ibunda Rini Gelael, Dibalik Sukses Sean Menekuni Hobinya

Sean Gelael bersama ayahanda Ricardo dan ibunda Rini Gelael. (gelaelized)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Sean Gelael amat serius menekuni hobinya di dunia olah raga otomotif sejak ia berusia delapan tahun dan kini pemuda jangkung berusia 25 tahun itu berhasil menempatkan diri di urutan kedua kejuaraan dunia ketahanan mobil FIA WEC pada 2021.

Begitu banyak jenis perlombaan yang dikenyamnya, begitu banyak hasil yang diperolehnya, begitu banyak temannya di dunia balap internasional, begitu banyak pengalamannya, begitu dikenal di manca negara, namun begitu rendah hatinya kepada semua orang di lingkungannya, apalagi kepada para pendukungnya.

Sean Gelael begitu ramah, suka senyum, bersedia berfoto bersama dengan siapa pun yang meminta, kendati ia merasa lelah seusai berlomba – termasuk setelah menyelesaikan balapannya di Reli Danau Toba 2021, pada 11-12 Desember lalu di Aek Nauli, Simalungun, Sumatera Utara.

Ini semua tidak terlepas dari dukungan Ibu Rini Gelael, yang melahirkan dan membesarkan Sean, yang terus mengikuti kemana pun Sean berlomba, yang tak putus-putusnya berdoa demi keselamatan dan kesehatan puteranya.

Dalam kesempatan berwawankata dengan Ibu Rini – di tenda tim Jagonya Ayam di Aek Nauli, ibunda Sean mengungkapkan isi hatinya tentang puteranya yang akan tampil penuh dalam enam putaran pada lomba ketahanan dunia FIA WEC 2022.

“ Ibu Rini, dulu ketika Sean masih kecil berusia belasan tahun, Ibu pernah mengatakan, bahwa ibu amat khawatir tentang puteranya yang menekuni olahraga keras dan berbahaya itu,” pernyataan ini dicetuskan untuk membuka pembicaraan.

“Ya betul. Hati ibu mana yang tak khawatir menyaksikan anaknya yang masih kecil sudah ngebut di lintasan, atau ketika menjadi navigator ketika itu,” jawab Ibu Rini.

“Sekarang bagaimana perasaan ibu menyaksikan ia berlomba di tingkat yang lebih tinggi dan lebih mendebarkan?”

“Saya bersyukur ia mampu menekuni hobinya itu. Kini saya pun bahagia bila melihat ia bahagia dan enjoy dalam menjalani hobinya itu,” tutur Ibu Rini.

Sean sudah berhasil mengikuti jejak ayahnya, Ricardo Gelael, kata Ibu Rini, mengomentari Ricardo yang dulu menggeluti olahraga otomotif sampai akhirnya berhasil tampil sebagai juara nasional reli mobil pada 2006.

“Ayahnya dulu atlet otomotif, olahraga keras, dan hobinya itu menurun kepada puteranya, yang akhirnya amat menekuni dunia balap membalap. Ia sudah berhasil mengikuti jejak ayahnya dan sudah mengalahkan ayahnya,” kata Ibu Rini.

Sean Gelael tetap melayani permintaan para pendukungnya yang ingin berfoto bersama. Foto ini diambil di sela keikutsertaan Sean di Reli Danau Toba, 11-12 Desember 2021di Aek Nauli. (arl)

Ibu Rini berkali-kali menyatakan rasa syukurnya kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberi kesempatan, keamanan dan keselamatan kepada Sean Gelael dalam mengikuti lomba, sejak dari masa berlaga di karting nasional dan Eropa, hingga ke jenjang Formula.

“Semua itu terlaksana karena izin Allah SWT. Saya terus berdoa untuk kesehatan dan keamanannya. Sean pun tidak pernah lepas dari doa dan shalat mengingat dan menyatakan syukur kepadaNya,” kata Rini sembagi menguit kaki Sean yang duduk di sebelahnya. Sean hanya tersenyum dan melengos.

“Sean pernah bekata agar kita jangan canggung dalam menyelempangkan sajadah di pundak,” kata Ibu Rini. Makna ucapan Sean itu amat dalam, berisi filosofi dan hakekat hidup, sekaligus bermakna perlunya bersyukur setiap saat dalam aktivitas hidup ini.

Tentang jodoh Sean

Sean Gelael sudah dewasa, sudah mampu memilah dan memilih jalan hidupnya sendiri, termasuk memilih siapa kelak yang akan menjadi pasangannya dalam menjalani bahtera kehidupannya.

“Bagaimana pandangan ibu tentang jodoh Sean.”

“Jodoh itu ada di tangan Tuhan. Rejeki, pertemuan, jodoh dan kematian itu ada di tangan Tuhan. Kita hanya menjalani kehidupan ini, tentu saja kita harusa berusaha memilih jalan hidup yang baik, jodoh yang baik bahkan kematian yang baik,” ungkap Ibu Rini.

Ibu Rini melafalkan beberapa ayat suci Al Quran, di antaranya Surah Yassin ayat 11, yang kira-kira artinya: Sesungguhnya Engkau hanya memberi peringatan kepada orang yang mau mengikuti peringatan dan takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, walau pun mereka tidak melihatNya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia. 

Ibu Rini menjelaskan pentingnya pengejawentahan inti ayat itu dalam kehidupan sehari-hari, yaitu pentingnya menyatakan dan menunjukkan rasa syukur dan agar tetap menjalankan perintahNya.

“Rasa syukur dan tetap ingat kepada Sang Pencipta. Itu yang selalu saya tanamkan kepada Sean dan ia alhamdulillah mengikutinya,” kata Ibu Rini, yang naik hinggi ke puncak bukit di kawasan Aek Nauli, untuk menyaksikan Sean Gelael dan ayahandanya Ricardo Gelael, yang ikut dalam kejuaraan nasional Reli Danau Toba 2021 itu dan mereka tampil sebagai juara nasional 2021.

Ungkapan Ibu Rini ini memang cukup beralasan, karena ketika tampil pada laga Le Mans 24 Jam, 21-22 Agustus 2021, Sean meminta di helmnya diukirkan penggalan Surah Luqman ayat 17, yang intinya menyatakan pentingnya bersabar.

“Ini perlombaan khusus dan saya mengenakan helm khusus,” kata Sean ketika itu dan akhirnya ia menempati urutan kedua pada perlombaan yang cukup bergengsi itu.

Ibu Rini Gelael melanjutkan, “Saya berusaha menanamkan kepada Sean tentang perlunya bersyukur dan mengikuti perintah Allah SWT.  Setelah itu, semua terpulang kepadanya dan semoga ia mampu memilih segala sesuatu yang baik untuknya, termasuk jodohnya kelak.”

Sean Gelael menjalani perjalanan panjang dalam menekuni hobinya berkecimpung dalam olahraga otomotif dan ia dapat dikatakan kini bukan lagi hanya aktif menjalani hobi, melainkan sudah beralih sebagai atlet profesional.  (ar loebis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru