Wednesday, October 27, 2021
Home > Berita > Kontribusi PDB Kuningan Positif, Kemenkop Dorong Pelaku UMKM Naik Kelas

Kontribusi PDB Kuningan Positif, Kemenkop Dorong Pelaku UMKM Naik Kelas

Mimbar-Rakyat.com (Kuningan) – Berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, Kabupaten Kuningan merupakan daerah nomor dua termiskin se-Jawa Barat.
Sekretaris Kementrian Koprasi dan UKM, Arif Rahman menyebutkam berdasarkan hal itu agar perekonomian di Kuningan tetap tumbuh maka perlunya perencanaan dan penyusunan potensi UMKM

“Pemerintah sendiri telah mengalokasikan sebanyak 30 persen infrastruktur publik, seperti jalan tol, stasiun, dan bandar sebagai tempat usaha pelaku UMKM. Selain itu, pemerintah juga mematok biaya sewa yang rendah. Hal tersebut merupakan peluang yang perlu dimanfaatkan UMKM,” ujar Arif.

Menurutnya Kuningan merupakan satu dari 27 kabupaten di Jabar yang mengalami pertumbuhan pendapatan domestik bruto (PDB) positif selama pandemi Covid-19, meski menjadi kabupaten termiskin ke-dua se-Jabar. ” Hal ini tak terlepas dari kontribusi pelaku UMKM yang selalu berupaya berinovasi dan beradaptasi,” tambah Arif.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi berharap, mengakui masih banyak kendala dalam pengembangan UMKM di Kuningan.

“UMKM Kuningan ingin naik kelas. Namun, kami menyadari tidak dapat bergerak sendiri. Seluruh pemangku kepentingan harus berjalan bersama secara simultan,” ujarnya.

Diakuinya masih ada beberapa produk yang kurang tepat dan tidak relevan untuk dikembangkan. Selain itu, penentuan harga juga belum sebanding dengan kualitas. Kemudian, SDM dan strategi promosi masih dilakukan secara konvensional, serta pemilihan lokasi kurang strategis.

Soal kendala UMKM di Kabupaten Wakil Bupati Kuningan H. M Ridho Suganda, SH., M.Si, menambahkan realitas Kuningan saat ini, memang belum sampai tahap memuaskan. ” Masih banyak hambatan-hambatan yang dihadapi para pelaku usaha dalam menembus pasar ekspor. Padahal, kita mempunyai produk yang tidak kalah berkualitas,” sambut Ridho
saat membuka kegiatan Pelatihan Pembinaan dan Pengembangan Usaha Produk Ekspor Unggulan Kabupaten Kuningan, Selasa (21/9/2021), di Jalan Siliwangi-Kuningan.

Melihat ketatnya persaingan pasar global, Wabup mengatakan, Indonesia tidak hanya menjadi sasaran pasar negara-negara ASEAN, melainkan turut mengambil peluang dengan mengekspor produk-produk unggulannya, termasuk dari Kabupaten Kuningan.

Pihaknya mengajak untuk melakukan pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi produk-produk yang dihasilkan dengan menyesuaikan perkembangan teknologi yang ada, sekaligus harus adanya sinergitas antara para pelaku usaha dan pemerintah.

“Saya berharap, melalui pelatihan ini, akan merangsang tumbuhnya para pelaku ekspor baru di Kabupaten Kuningan. Sekaligus akan memperoleh gambaran peta persaingan saat ini di Pasar global, sehingga kita mampu menyusun strategi yang tepat dalam menghadapinya,” imbuhnya. (Dien)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru