Wednesday, October 27, 2021
Home > Berita > Warga Kelimpungan Cari Oksigen, Kuningan Terjadi Kelangkaan ?

Warga Kelimpungan Cari Oksigen, Kuningan Terjadi Kelangkaan ?

Mimbar-Rakyat.com (Kuningan) – Sejumlah warga Kabupaten Kuningan mengalami kesulitan mencari tabung oksigen dalam beberapa hari ini.

Salah seorang warga, Dedi Suhandi, mengakui kesulitan saat akan mencari tabung oksigen bagi kerabatnya. “Iya ini, kira – kira ke mana lagi mencari tabung gas oksigen, seluruh penjual eceran sudah ditelpon tapi tetap tidak ada,” terang Dedi melalui aplikasi WA, pada Minggu (11/7/2021).

Hal yang sama dikeluhkan juga oleh Deni seorang pengrajin besi dan las, sempat memberikan tabung oksigen miliknya untuk kerabatnya yang mengalami sesak. “Kemarin teman saya mencari tabung oksigen tidak ada juga, akhirnya tabung oksigen yang ada di bengkel las saya, saya berikan untuk ibunya teman saya, karena lebih memerlukan,” papar Deni yang akrab disapa Dadawuk ini.

Kepala Bidang Pelayanan dan Kesehatan, dr Edi Syarif menjelaskan kekurangan oksigen bukan hanya terjadi di Kabupaten Kuningan, namun hal tersebut kemungkinan terjadi di Indonesia. “Memang benar di Kuningan kekurangan, hal itu akibat membludaknya pasien Covid-19. Jadi yang biasanya stok oksigen di 12 RS Kuningan, digunakan untuk umum begitu membludaknya kasus Covid-19 karena kebutuhan utama pasien Covid-19 adalah oksigen, jadi banyak yang menggunakan, ” terangnya.

Maka untuk memenuhi kebutuhan oksigen, pihaknya pun suplai oksigen dari luar Kabupaten Kuningan. “Dengan kemarin saya datang dari distributor itu berjejer yang antri, nah kata mereka dengan adanya antrian itu, yang seharusnya stok tabung satu bulan, itu dalam dua hari sudah habis,” jelasnya.

Tak hanya itu, dikatakan dr Edi, berdasarkan hasil kunjungan ke distributor bahan pokok pembuatan cairan oksigen saat ini sudah berkurang. “Dan saat ini dari 12 rumah sakit, hanya ada dua rumah sakit yang kebetulan pemerintah yang memiliki tabung oksigen besar, sisanya hanya mengadakan vendor, nah di saat permintaan tinggi, maka pengisian oleh vendor kewalahan dan akhirnya rumah sakit menunggu antrian untuk mendapatkan oksigen, dan itu keadaannya saat ini,” jelasnya.

Dokter Edi pun membenarkan ada beberapa RS yang menerima pasien dengan catatan dalam keadaan tidak sesak sebab mereka tidak ada oksigen. “Jadi bukannya menolak tapi mereka tetap menerima pasien namun dalam keadaan tidak sesak, karna oksigen di RS tidak ada, dan apabila keluarga pasien menerima dengan pengobatan ala kadarnya maka mereka pun menerima,” jelasnya.

PDalam keadaan darurat, untuk pertolongan pertama bagi pasien sesak, bisa dengan tekhnik saturasi namun dengan catatan pasiennya dalam keadaan bagus. “Saya dengar Indonesia pun sedang berupaya untuk memenuhi kebutuhan oksigen dari luar, dan itu semoga bisa segera terjadi dan membantu,” ungkapnya. (Dien)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru