Wednesday, October 27, 2021
Home > Berita > Dampak Lonjakan Kasus Covid-19 pada Layanan Rumah Sakit

Dampak Lonjakan Kasus Covid-19 pada Layanan Rumah Sakit

Mimbar-Rakyat.com (Kuningan) – Lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir ini menimbulkan permasalahan di beberapa sektor. Termasuk menipisnya stok oksigen, kurangnya ruang isolaso di RS, serta keterbatasan tenaga kesehatan (nakes).

Selain itu, laju perekonomian berjalan lambat pasca kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, pada 3 Juli 2021, lalu.

Management RS Aria Kamuning meminta maaf dengan adanya lonjakan kasus Covid-19, membuat pihaknya tak bisa melayani masyarakat dengan baik.

Namun demikian RS Aria Kamuning yang berada di Jalan Raya Kadurama, tetap berusaha memberikan pelayanan semaksimal mungkin.

“Meski lonjakan kasus covid terus naik, kita tetap berupaya memberikan pelayanan semaksimal mungkin bagi masyarakat.

Kita tidak akan mengumumkan untuk menolak pasien, tapi kita akan terus berupaya memberikan pertolongan dengan mengedepankan kemanusiaan,” papar Pemilik RS Aria Kamuning, Karyani, saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (17/07/2021).

Didampingi Direktur RS Aria Kamuning, dr Regan, Karyani mengatakan, kondisi darurat pelayanan di rumah sakit akibat melonjaknya jumlah pasien covid, pasti juga dirasakan oleh rumah sakit lain.

“Iya seperti tenaga medis yang terus berjuang di garda terdepan dengan risiko terpapar, kurangnya tenaga pemulasaraan jenazah covid, hingga stok oksigen yang kurang, pasti semua rumah sakit mengalaminya saat ini, ” terangnya.

Ditambahkannya, untuk melayani pasien covid, memang ada batasan yakni 30 persen dari jumlah tempat tidur yang ada harus disediakan. Namun kondisi sekarang, tidak hanya 30 persen, malahan hampir 70 persen ruangan di RS Aria Kamuning dipakai untuk ruang isolasi.

“Untuk pengadaan oksigen pun kita akui harus berjuang ekstra agar bisa mendapatkannya. Semua petugas di RS kita kerahkan agar mengupayakan mendapatkan oksigen demi melayani pasien, ” katanya.

Hal itu Ia katakan saat menjawab adanya keluhan keluarga pasien Covid yang menyebutkan pelayanan di RS Aria Kamuning tidak memuaskan.

“Kondisi tidak memuaskan atau tidak memang hak masyarakat untuk menilai. Yang jelas kondisi seperti ini Kami rasa mungkin terjadi juga di RS lain, dimana pelayanan tidak bisa maksimal akibat segala keterbatasan, dampak dari tingginya lonjakan kasus Covid di Kuningan ini, ” tandas Karyani.

Ia menyebutkan dalam pengalaman pelayanan pasien, pernah ada dalam sehari terjadi kasus meninggal dunia hingga 7 orang di rumah sakitnya. Karena keterbatasan petugas pemulasaraan jenazah dan jarak rumah pasien dari RS mengakibatkankan penanganan dirasakan belum maksimal.

“Untuk satu jenazah petugas kita butuh waktu 3 jam, bayangkan jika 7 jenazah. Belum lagi jika jarak rumah mereka jauh dan harus ada pahaman soal pemulasaraan pada keluarga pasien. Kita butuh waktu lebih lama, ” tutupnya. (Dien)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru