Thursday, May 06, 2021
Home > Berita > Target Menang Di Pilkada 2024, Ini Strategi Ala Gerindra DPC Kuningan

Target Menang Di Pilkada 2024, Ini Strategi Ala Gerindra DPC Kuningan

Mimbar-Rakyat.com – (Kuningan) Sekjen DPD Gerindra Jabar, Cecep Permanadi, menargetkan Partai Gerindra akan kembali merebut kekuasaan di semua tingkatan termasuk menjadi jabatan orang nomor satu di Indonesia.

“Mulai saat ini wajib bagi semua kader partai untuk mensosialisasikan foto Pak Prabowo, meskipun beliau bekum terbuka akan kembali mencalonkan diri, tapi khusus DPD Jawa Barat, sudah bulat menginginkan Ketua Umum Partai Gerindra menjadi Presiden RI,”sebutnya saat Bimtek Partai Gerindra DPC Kuningan, Minggu (11/4/2021) di Prima Resort, Sankanurip, Kuningan.

Tak hanya itu Cecep Permadi di hadapan ratusan kader partai berlambang Kepala Burung Garuda ini, mengatakan DPD Jabar juga sudah membenahi mesin partai tiap tingkatan.

“Ke depan kata Pak Ketua, kita akan ngabret, karena itu saya juga tanyakan lagi apakah Pak Deis sudah bulat mencalonkan diri jadi Bupati, Pak Deis menjawab sudah bulat. Oleh karena itu ini kesempatan baik, karena calonnya dari internal Gerindra, maka kita yang harus mati-matian memerjuangkannya,”tandasnya.

Sebelumnya Ketua DPC Gerindra Kuningan, Dede Ismail, dalam sambutannya menegaskan akan mencalonkan diri sebagai Bupati.

“Saya pastikan tahun 2024 nanti, Saya sudah bulat pada Pemilukada 2024 nanti akan mencalonkan diri sebagai Bupati Kuningan,”ujar Deis yang juga Wakil Ketua DPRD Kuningan.

Dalam politik, Ia pun bercita – cita untuk merebut kekuasaan tertinggi di setiap tingkatan.”Mulai sekarang Kita kembali mengukuhkan struktur dan restrukturisasi kepengurusan di setiap jenjang baik di DPC, PAC dan Ranting yang harapannya bisa mendongkrak perolehan suara di Tahun 2024 baik itu Pemilu Legislatif (PILEG) maupun Pemilihan Kepala Daerah
(PILKADA),”tandas Deis.

Dalam Pemilu mendatang pihaknya pun menargetkan 12 kursi di lembaga legislatif, menurutnya targat pencaian itu merupakan tiket awal dalam Pilkada Kabupaten Kuningan.

“Karena untuk mencapai perubahan dalam tatanan pemerintahan di daerah kita tidak cukup jadi penonton. Kita harus kompak untuk bisa merebut kekuasaan, jangan mau jadi penonton terus, dan jangan ada saling sikut di internal, jaga kekompakkan,”tegasnya. (Dien).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru