Thursday, December 01, 2022
Home > Berita > Setelah KTT G20 sukses, Bali incar pemulihan pariwisata pascapandemi

Setelah KTT G20 sukses, Bali incar pemulihan pariwisata pascapandemi

Ekonomi Bali membaik tetapi masih menarik hanya sepertiga dari pelancong yang biasa tiba sebelum pandemi. (Foto: AP/Firdia Lisnawati/Arab News)

Mimbar-Rakyat.com (Denpasar) – KTT G20 dapat memberikan momentum baru untuk pemulihan pariwisata di Bali sekarang, setelah pulau itu menjadi pusat perhatian internasional dengan menjamu para pemimpin negara-negara paling kuat di dunia.

Dengan pariwisata yang menyumbang hampir 60 persen dari ekonomi Bali, pulau resor telah berjuang sejak pandemi COVID-19 membuat industri perjalanan global terhenti. Seperti negara lain, Indonesia telah memutus penerbangan internasional dan memberlakukan pembatasan selama hampir dua tahun, dan hanya mengakhiri persyaratan karantina untuk pengunjung asing pada bulan Maret—sebuah langkah yang sekarang memungkinkan Bali menarik kembali lebih banyak pelancong internasional.

Ketika para pemimpin dari ekonomi terbesar dunia bertemu dan ribuan peserta lainnya ambil bagian dalam pertemuan G20, pejabat industri perhotelan lokal menyatakan harapan bahwa perhatian internasional akan mempercepat pemulihan pulau itu.

“G20 merupakan momentum yang luar biasa untuk mempercepat pemulihan pariwisata Bali dan menghidupkan kembali perekonomian Bali,” kata I.G.N Rai Suryawijaya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia di Kabupaten Badung, Bali, kepada Arab News.

Tuan rumah KTT G20 di Indonesia, yang menghadirkan para pemimpin dari ekonomi terbesar dunia serta ribuan peserta lainnya, diperkirakan akan berkontribusi sekitar 7,5 triliun rupiah Indonesia ($ 480 juta) untuk perekonomian nasional,. Begitu menurut pemerintah pusat.

Meskipun acara utama berlangsung minggu ini, ratusan acara sampingan yang diadakan awal tahun ini juga berkontribusi pada pemulihan bertahap ekonomi lokal, kata Suryawijaya.

Sedikitnya 24 hotel di kawasan ITDC di Nusa Dua sudah penuh dipesan, menurut Suryawijaya, sementara tingkat okupansi di akomodasi lain di Bali juga tinggi.

Proses G20 juga membantu meningkatkan bisnis lokal dan mempromosikan produk lokal, termasuk kain tenun endek tradisional Bali. Beberapa pemimpin dunia, termasuk Justin Trudeau dari Kanada dan Rishi Sunak dari Inggris, mengenakan kemeja berbahan endek saat jamuan makan malam di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Selasa.

“G20 akan memiliki multiplier effect bahkan setelah acara selesai,” kata Suryawijaya. “Ini akan menjadi promosi gratis untuk Bali dan pariwisata Indonesia, dan kami sangat optimis bahwa Bali akan mendapatkan predikat sebagai tujuan utama wisatawan dunia.”

Jumlah wisatawan asing yang terus meningkat mencapai 1,2 juta selama sembilan bulan pertama tahun ini, menurut data resmi. Namun itu masih jauh dari rekor kedatangan wisatawan asing sebanyak 6,2 juta orang pada 2019.

“Peristiwa G20, terutama kepresidenan G20 Indonesia, akan berdampak besar di Bali,” kata Tjok Bagus Pemayun, kepala dinas pariwisata Bali, kepada Arab News.

“Dengan adanya event-event internasional yang dihadiri oleh para pemimpin dunia ini akan meningkatkan citra Bali sebagai destinasi internasional. Kehadiran delegasi di Bali tentu akan berdampak pada perekonomiannya.”

Untuk memikat lebih banyak wisatawan, Bali berencana mengembangkan wisata kesehatan, menyelenggarakan lebih banyak acara internasional dan meluncurkan kegiatan promosi baru.

“Kami optimis. Selama ini Bali dilihat dari aspek budayanya, tapi sekarang kami bisa meyakinkan orang untuk bepergian ke Bali untuk mencari perawatan kesehatan atau kebugaran melalui (layanan) spa,” kata Pemayun, menambahkan bahwa penawaran wisata kesehatan pulau itu akan mencakup medis dan kesehatan.

Sektor pariwisata Bali juga berencana untuk menarik lebih banyak pelancong dari Arab Saudi memanfaatkan kunjungan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.  “Saya yakin kunjungan putra mahkota akan berdampak positif,” kata Pemayun seraya menambahkan bahwa pemerintah provinsi berencana bekerja sama dengan perwakilan Indonesia di negara-negara Arab untuk membantu mempromosikan destinasi pulau tersebut.

“Ada banyak pilihan. Apa pun yang diinginkan turis Saudi, kami memilikinya di Bali.” katanya.***sumber Arab News.(edy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru