Wednesday, February 08, 2023
Home > Featured > “Merangkum tulisan”, Puisi A.R. Loebis

“Merangkum tulisan”, Puisi A.R. Loebis

Ilustrasi - Tafakur. (orbitmetro)

Malam ini aku ingin membaca berbagai tulisan yang ada pada diriku

Tulisan pada kaki, telinga, mata, hidung, kulit

bahkan yang tertera pada jari tangan dan kakiku.

Aku ingin memasuki perpustakaan usang yang ada dalam rongga dadaku

Mencari tulisan yang ada pada jantung, limpa, paru-paru, usus,

bahkan otak dan semua organ dalam tubuhku.

 

Malam ini aku ingin membaca berbagai tulisan yang ada pada diriku

Untuk memulai membaca diri, aku harus keluar dari diriku

Kupilih duduk di pojok ruangan lebar itu

Ada sajadah terbentang, aku sudah tidak sabar..

kubenarkan arah i’tikaf

duduk bersila tangan di atas kedua paha

aku meraba-raba untuk memulai dari mana

tapi alat pikirku terbata-bata

karena tulisan sudah semrawut banyak yang kehilangan makna

padahal aku belum keluar dari diriku

 

Ah, malam ini,

aku ingin membaca berbagai tulisan yang ada dalam diri

tapi aku harus keluar dari diri sendiri

ini sudah pernah kucoba, tapi aku putus asa

karena ketika kubuka jendela hati

tak ada tampak kata-kata, bagaimana mau mengeja?

 

Aku menyaksikan kepalaku terkulai, tangan masih di atas paha

Oh ternyata aku sudah berada di luar

Kulihat tarikan nafas di dada,  berarti aku masih ada

Kutebar padang ke sekeliling, banyak suara seolah berdengung

Orang-orang seperti sedang bersenandung, iramanya indah nian

 

Kupandangi diriku

Sosok tua kepala memutih otot seperti daging bergelantungan

Aku ingin melihat wajah yang menunduk

Kuraba ingin kutegakkan, tapi

Jemariku seperti tidak menyentuh apa-apa

Seolah memegang asap atau kabut

Ah aku mengasihani aku yang tidak berdaya

Aku ingin mengaca tapi tiada cermin

Aku seperti melayang, entah bagaimana caranya membaca diri

 

Aku menyaksikan kepala terkulai,  tangan masih di atas paha

Aku pun bersikap demikian, bedanya kepalaku tegak mengawasi aku

Tapi tiada tulisan,  tiada kata yang tersusun, hanya hurup dan angka

yang berserakan tak teratur

di kaki, tangan, kulit dan seluruh aorta tubuh yang ada di depanku

tak ubahnya cacing dan belatung

ada yang melompat ada yang saling tindih

ada apa dengan aku?

Jangan-jangan tubuh yang di depanku bukan aku

Aku menyaksikan aku kepala terkulai, tangan masih di atas paha

Huruf, angka dan morfem meloncat-loncat tak mau membentuk kata

Tak ada bentuk tulisan, bagaimana aku mau merangkai kata?

Aku mengamati semua anggota tubuhku

Tak ada bacaan tentang yang sudah dilakukan mereka selama ini

Tapi pada beberapa bagian anggota badan ada semacam percikan api

Serta bulir putih seperti mata air

 

Tiba-tiba aku merasa khawatir

Apakah nanti bisa menjawab pertanyaan: Marobbuka?

Karena ku tak melihat bacaan pada anggota tubuhku

Bagaimana mereka menjawab

semua tanya tentang perbuatan mereka?

Ah, mungkin aku tak perlu merangkum tulisan

Karena sudah tertera semua di dua buku tebal

Tentang buruk baik, yang ditenteng petugasnya kemana-mana

Tugasku adalah mencari aku

Yang fitrah semata-mata

Karena ini semua,

Sebenarnya sudah merangkum tulisan

Semua anak manusia

 

Saat semilir udara subuh menerpa kulit

Aku sudah berada dalam diriku sendiri

Aku merasa seperti lahat

Yang kelak ditimbun dengan kata-kata

Tentang perjalanan hidupku

Sendiri,

selama ini.

Ya Allah.

oOo

 

(Jakarta – Hari ke-25 Ramadhan 1439 H)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru