Wednesday, April 1, 2026
Home > Cerita (Page 23)
Ilustrasi (Foto Dokumentasi Al Jazeera0

Tanda-Tanda Kiamat Makin Nyata

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   bila matahari terbit di ufuk barat langit runtuh porak poranda gunung berterbangan bak kapas laut pasang meratakan jagat Padang Mahsyar pun terkembang mayat-mayat bangkit bermunculan bak laron muncul setelah hujan   tanda akan kiamat makin nyata manusia tak takut berbuat dosa lesbian, gay, dianggap hak juga biseksual dan transeksual LGBT dikatakan hak asasi manusia perzinaan disebut bukan dosa dengan alasan suka

Read More
ilustrasi (Foto: Ruber News.com)

Puasa, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Puasa Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus Ini entah bulan puasa keberapa. Setiap memasuki Ramadhan, pikiran teringat ke masa lalu. Ketika usai shalat berjamaah, juga shalat Tarawih, hati dan pikiran kerap ingat kejadian silam. Ingat ketika puasa saat kanak-kanak. Ketika mendekati berbuka puasa, kami bersaudara selalu diberi uang oleh Ayah, kadang Ibu atau

Read More
ilustrasi foto indowarta.com

Tak Mungkin Terus Bersatu, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Tak Mungkin Terus Bersatu Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   haruskah aku menyerah setiap berusaha melupakan sosokmu malah makin jelas setiap berupaya lari darimu kau makin rapat menempel hati dan pikiran pun gundah   kisah kasih di masa silam canda tawa dan merajuk perjalanan panjang tanpa batas selalu muncul, terbayang kadang aku tertawa sendiri ada kalanya mendadak cemberut kenapa semua itu tak mau hilang   ku coba berpangku tangan mengangkat

Read More

Ekspresi dan Refleksi Catatan Hendry Ch. Bangun

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) - Hari-hari ini kita menyaksikan manusia Indonesia semakin sering mengekspresikan diri. Sebelum makan, makanan di meja dipotret langsung ditampilkan ke berbagai media sosial entah itu instagram, Facebook, twitter atau yang lainnya. Mungkin tidak bermaksud sombong, hanya ingin mengatakan inilah menu makan siang / malam saya. Menunggu kereta api, pesawat,

Read More

Renungan Rohani: Belajar Memahami Cobaan Hidup

MIMBAR-RAKYAT.Com (Rohani) - Hidup tidak selalu menyenangkan. Karena manusia pasti akan mendapatkan cobaan atau ujian dalam kehidupan.Kita sering menganggap bentuk cobaan hanya berupa penderitaan dan kesedihan. Padahal kecukupan dan kebahagiaan juga merupakan bentuk cobaan. Karena itu kita harus belajar memahami cobaan hidup. Saat senang, kita sering lupa bersyukur kepada Allah yang telah

Read More
ilustri cover kumpulan cerpen Kekasih Yang Hilang.

Selimut Putih, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Selimut Putih Puisi: Djunaedi Tjunti Agus bed pegas itu begitu sepi hanya ada dua bantal dua remote control satu ntuk tv, lainnya untuk ac selimut putih itu masih rapi tak ada bekas dipergunakan   mata terus menyusuri dari pintu kamar terus ke kursi, meja wajah di cermin tampak kuyu rindu terus menggeluti tak tahan jauh darimu   suara televisi mendayu sepatu tergelatak, kumuh baju bekas pakai terkulai celana pun teronggok asbak

Read More
Ilustrasi Jembatan Ampera Palembang. (Foto Wikipedia)

Kembali Bersemi di Charitas, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus "Anda ini siapa? Seenaknya melamar anak orang? Saya tidak tahu asal usul Anda, pekerjaan Anda. Lagi pula Anda baru kenal anak saya empat, lima bulan ini." Saya tak menyangka Bu Nia bakal marah, karena pada dua kali kedatangan saya sebelumnya, dia dan suaminya begitu ramah. "Mama sakit keras. Tolong

Read More

Renungan Rohani: Mendapatkan Keberkahan Hidup

MIMBAR-RAKYAT.Com (Rohani) - Kita selalu berdoa agar mendapatkan keberkahan hidup, baik umur, keluarga, usaha, maupun harta benda. Tetapi pernahkah kita bertanya, apa sebenarnya yang dimaksud keberkahan itu? Bagaimana cara memperolehnya? Berkah berasal dari kata Al-barakah yang artinya pemahaman yang sangat luas dan agung. Menurut ilmu bahasa, Al-barakah berarti berkembang, bertambah, dan

Read More

Renungan Rohani: Mendapatkan Keberkahan

MIMBAR-RAKYAT.Com (Rohani) - Kita selalu berdoa agar mendapatkan keberkahan hidup, baik  umur, keluarga, usaha, maupun harta benda.Tetapi pernahkah kita bertanya, apa sebenarnya yang dimaksud keberkahan itu? Bagaimana cara memperolehnya? Berkah berasal dari kata Al-barakah yang artinya pemahaman yang sangat luas dan agung. Menurut ilmu bahasa, Al-barakah berarti berkembang, bertambah, dan kebahagiaan.

Read More
ilustrasi Al Makkah Al Mukarramah. (Foto: World of Mosque Stamps)

Renungan Rohani: Hidup Sederhana Bukan Berarti Miskin

MIMBAR RAKYAT.Com (Rohani) - Islam sangat menganjurkan hidup sederhana. Karena kesederhanaan senantiasa membawa sifat syukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan. Hidup sederhana bukan berarti miskin. Kesederhanaan dalam definisi materi tentu saja tidak boros. Adil dalam membelanjakan rezki serta proporsional.Bahkan menekan seefisien mungkin pengeluaran. Meski punya uang banyak, tetap harus membeli yang

Read More

Tahu Diri Catatan Hendry Ch Bangun

Setelah sekitar tujuh tahun lalu saya dan tiga puteri saya bertamasya ke Paris, saya  berkunjung lagi ke negara Menara Eiffel itu pada awal November 2017. Pada kunjungan pertama 2010,  saya dan anak-anak berkunjung ke kota itu dengan tujuan utama wisata sembari untuk mengamati peradaban Perancis. Kami menginap di hotel  kelas melati di kawasan

Read More
ilustrasi (repro khazanah Republika)

Pesan Singkat, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Pesan Singkat Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus   SEBULAN lebih saya tak lagi menerima  pesan singkat atau  short message service (SMS) dari nomor  telepon genggam tersebut.  Siapa sebenarnya pemiliknya? Rasa penasaran tak kunjung hilang. Padahal biasanya saya tak peduli dan beranggapan itu hanya pekerjaan orang  iseng. Diisengi, bahkan diancam melalui SMS bukan hal baru. Bahkan

Read More
ilustrasi Al Makkah Al Mukarramah. (Foto: World of Mosque Stamps)

Cinta Tak Harus Memaksa

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus rindu, hati ini bagai diremas perasaan tak pernah putus pikiran tak pernah lepas membayangkan sosokMu semua tergambar jelas agung, mulia, dan berkuasa tak sedetikpun aku alpa selalu mengingat, rindu mulutku selalu menyebutMu memanggil dan berharap tak pandang tempat dan waktu aku selalu berusaha menyeru cinta tak harus memaksa doa tak boleh ditakar aku telah sering diingatkan tapi cintaku padaMu mendalam harapan melebihi alam

Read More

“Laut Bercerita” diluncurkan di Ubud

MIMBAR-RAKYAT.com (Ubud, Bali) - "Laut Bercerita" tampil di hadapan pembaca. Penulis dan jurnalis Leila S Chudori meluncurkan novel keduanya berjudul "Laut Bercerita" di sela penyelenggaraan "Ubud Writers and Readers Festival 2017" di Bali. Seperti novel pertamanya "Pulang" yang mengambil latar kerusuhan 1998, novel ini yang diluncurkan Jumat pun masih menceritakan tragedi

Read More

Nina Bobokkan Aku Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Panggil aku yayang nina bobokkan aku belailah daku lembut sepenuh perasaanmu begitu katamu selalu tubuhmu semerbak wangi menambah suasana syahdu itu terjadi dari dulu hingga kini tak pernah terhenti sesaat pun kau setia menanti meski kantuk telah menggelayut tak ada terucap kata capai walau wajahmu terlihat lelah belailah daku katamu berulang aku rindu ujarmu dengan sendu kau raih tanganku, lembut kau berbalik lalu merapat aku rindu katamu

Read More
Ilustrasi pohon besar. (foto: WordPress.com)

Si Bunian, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Oleh: Djunaedi Tjunti Agus Piliang GEMURUH suara tambur diselingi suara genderang kecil atau kami sebut tasa yang bersuara menusuk telinga, menggambarkan bagaimana meriahnya pesta. Suara itu kadang seperti berasal dari arah utara, dari kaki Gunung Gadang, selanjutnya seperti berasal dari arah barat laut, dari Gunung Tigo. Kemudian suara tambur dan tasa

Read More

Maafkan Jika Saya Tak Sempurna, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Maafkan Jika Saya Tak Sempurna Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus “Maafkan, jika saya tak sempurna. Saya pamit untuk tidak kembali. Kita sudah tidak cocok, saya pergi untuk selamanya. Lagi pula tidak ada yang kita pertaruhkan. Kita tidak punya keturunan. Anda tak lagi mempedulikan saya. Kita tak lagi saling membutuhkan. Sudah tak sejalan.” Surat, atau

Read More

Temani Aku Malam Ini Puisi Hendry Ch Bangun

Temani Aku Malam Ini Sepi itu tusukan duri Karena itu kau kunanti malam ini Mengapa harus ada jarak Mengapa kita tak bisa terbang Tak perlu menimbang Dan memikirkan ide yang masuk akal Yang kuinginkan kita dapat berpelukan Di tepi jendela atau sofa di tengah ruang Kita reguk waktu Saling memandang dan memagut Lepaskan tenaga yang lama terperangkap Sampai lelah menandai badan Ayolah, datang Hanya

Read More

Harga Diri, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Harga Diri Puisi: Djunaedi Tjunti Agus jangan katakan aku tak berarti jangan katakan aku pengemis jangan katakan aku pendusta jangan sebut aku pemburu harta aku punya harga diri dan hati enyahlah, aku bukan penjual janji aku memiliki harga diri aku memiliki jiwa dan raga aku ada karena rahmatNya tak mungkin aku memelas menjatuhkan harga diri pergi, enyahlah, menjauhlah jangan sebut aku ingkar janji jangan katakan

Read More

PENUH MISTERI

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus kerap tak sesuai kulitnya dibalut oleh aksesoris senyum kerap menipu sering penuh kepalsuan membalut berbagai rahasia manusia itulah umumnya kerap penuh tanda tanya siapapun susah menebak apa dan bagaimana manusia memang penuh misteri hanya Allah yang tahu penuh misteri penuh tanda tanya kelihatan bahagia kadang sedih merana lain waktu senyum sumringah namun kadang itu palsu untuk menutupi rahasia diri jeritan hati kekecewaan, keluhan kadang ditutupi dengan rapi tapi

Read More
ilustrasi Ayam jantan. (Foto: Bobo.id)

Itulah Hidup

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus kadang sedih kadang gembira adakalanya merasa tak berguna adakalanya merasa dibutuhkan itulah kehidupan suatu ketika merasa terhina lain waktu berasa dipuja kadang serasa tak berharga lain masa merasa dibanggakan inilah hidup hidup tak selalu menyenangkan kadang keras dan menantang kadang memelas menyedihkan tak jarang harus mengurut dada pasrah dan menyerah hidup harus dimaknai selalu disikapi positif berdoa dan berusaha memohon kepadaNya Allah Maha Bijaksana Jakarta, 23072017

Read More
ilustrasi foto korban perang Suriah. (Dokumentasi Al Jazeera)

BILA SUDAH WAKTUNYA

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus Kapan dan kapan? Sudah dekatkah waktunya Makin usia berkurang Pertanyaan itu kerap datang Kapankah waktunya? Bila bicara kematian Dosa pahala kerap terbayang Apa yang telah dilakukan Teringat harus masuk kuburan Awal dari perjalanan fana Ah dunia hanya tuk sementara Pertemuan tak selamanya Perpisahan suatu kepastian Panggilan Allah itu pasti Tak ada yang bisa menghambat Jika waktu itu datang Bila sudah waktunya Rela atau tidak

Read More

Jakarta Mabuk  Puisi A.R. Loebis

I Jakarta mabuk kebanyakan air kepayang kepenuhan kata Aku kepayahan ah kurasa hampir semua kesusahan memungut kata untuk menyusun frasa Karena ia seperti banjir yang menghanyutkan makna Menenggelamkan arti yang terukir dalam dada Mencampakkan pikir yang terlukis di benak kepala Menghunjam logika yang sudah tertatih dimakan zaman Menghantam-hantam Apa siapa kapan dimana pun   Ah Jakarta mabuk kebanyakan air kepayang kepenuhan kata Aku resah menyimpan cemas

Read More

Baby Margaretha Tak Umbar Kemolekan Tubuh di Film Psikopat

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) - Dikenal sebagai model seksi dan banyak tampil di majalah pria dewasa, tapi dalam film terbarunya Psikopat bertema horor, Baby Margaretha tidak umbar kemolekan tubuh. Tak hanya itu, bila di film-film sebelumnya dia mendapat peran tokoh antagonis, kali ini Baby justru mendapat peran protagonis. Dia menjadi tokoh wanita bernama

Read More

Hasil Penelitian, Penyuka Kopi Rata-rata Berumur Lebih Panjang, Kopi Juga Bisa Menunjukkan Kepribadian

MIMBAR-RAKYAT.Com (Kopi) - Penyuka kopi umurnya lebih panjang. Sehari cukup tiga gelas saja. Karena menurut sebuah penelitian terahadap hampir setengah juta orang di 10 negara-negara Eropa, soal usia ini terbukti. Riset yang diterbitkan di jurnal kesehatan Annals of Internal Medicine dan dirilis BBC itu, menduga tambahan satu cangkir kopi bisa memperpanjang

Read More

“Tamu” itu pergi Puisi A.R. Loebis

"Tamu" itu pergi Sebentar lagi "tamu" itu akan pergi entah apa yang sudah kusuguhkan kepadanya tapi sebaliknya, begitu banyak makanan yang diantarkannya kepadaku di atas meja santap di dalam relung hati di kolam rindu jiwa entahlah sajadah itu apakah memberi kabar entah kenapa aku begitu cemas jangan-jangan aku hanya lapar dan dahaga karena tak mampu tak kuasa tak menyiapkan waktu hanya menyisakan

Read More

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru