Tuesday, March 31, 2026
Home > Cerita > Cerita Pendek (Page 4)

Mencintai itu Menyebalkan Cerpen Andi Dasmawati

Mencintai itu menyebalkan! Kau akan sibuk mengingat-ingat semua kebersamaan setelah dia tak lagi di hadapanmu. Kemudian kau akan merindukannya, meneleponnya, seolah hal terbaik di muka bumi pada hari itu adalah bepergian dengannya. Aku terduduk di sofa, memandang tanpa semangat pada novel berwarna tosca nan tebal. Belum selesai terbaca. Bukan kebiasaanku sebenarnya,

Read More
Ilustrasi bola (Foto: Prediksibolaprofesional.blogspot.com)

Sang Pahlawan, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Sang Pahlawan Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus Telah lebih satu bulan Indonesia menyandang gelar juara Piala Dunia 2038, belum ada tanda-tanda puja dan puji terhadap tim nasional bakal surut. Kancang Piliang, salah seorang pemain depan, menjadi bintang utama. Setiap tim nasional diarak di berbagai kota, dia paling banyak mendapat perhatian. Padahal empat tahun

Read More

Bendera Kuning Cerpen A.R. Loebis

Setiap melihat bendera kuning kecil, perasaan Munir jadi tak menentu dan dadanya deg-degan.  Ia membayangkan wajah kaku, diselimuti kain putih atau batik. Orang-orang mengelilinginya, tetangga berdatangan dan duduk di kursi-kursi yang disiapkan di halaman atau di gang-gang sempit di kawasan bendera kuning itu ditancapkan. Bendera kuning itu tanda ada kematian. Munir

Read More

For the Good Times Cerpen Hendry Ch Bangun

Menunggu kereta pada siang terik dan sepi. Di pagar stasiun, deretan pohon pisang, dan pohon perindang tepi jalan tol, tidak menghilangkan udara panas. Mungkin karena tidak ada angin. Di telingaku tiba-tiba terngiang seuntai lagu lama. Aku menyenandungkannya, tertangkap kalimat..”lay your head upon my pillow..”. Aku tidak pernah tahu itu lagu siapa.

Read More

CIN(T)A Cerpen Kartika Permata Putri Bangun

“Karena tak seharusnya, perbedaan menjadi jurang. Bukankah kita diciptakan, untuk dapat saling melengkapi, mengapa ini yang terjadi?”,  larik lagu dari Tere dan Valent yang berjudul Mengapa Ini Yang Terjadi itu, kini terputar pada radio mobil Javier. Mendengar lagu tersebut, aku hanya bisa tersenyum simpul sambil melihat wajahnya yang sedang berkonsentrasi menyetir. Minggu

Read More

I b u, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Ibu Oleh: Djunaedi Tjunti Agus Rasanya baru terjadi kemarin. Kadang tangan masih kerap reflek mengusap pipi, menghapus air mata yang sudah tidak ada. Lebaran Idul Adha lalu entah kenapa terasa lain, begitu takbir berkumandang bagda maghrib, usai berbuka puasa sunnah Arafah, serasa ada yang hilang. Esok paginya ketika siap-siap shalat di lapangan serba

Read More

Kereta Terakhir ke Jurangmangu Oleh Hendry Ch Bangun

Dua puluh tahun lebih Ibrahim menggunakan kendaraan pribadi untuk ke kantor. Tahun 1990an, sudah ada macet sedikit-sedikit tetapi dia menikmati saja jalan raya dari rumahnya di kawasan Ciputat ke kantor di tengah kota. Hampir tidak ada pilihan memang. Pernah dia mencoba naik angkutan kota, mikrolet, tetapi sungguh dia merasa tidak

Read More

Bung Dimana? Cerpen Hendry Ch Bangun

Lagu “Bung Dimana” ciptaan Iskandar dalam irama keroncong yang terdengar lamat-lamat dari rumah tetangga melambungkan kenangan Rudy ke masa yang jauh di belakang. Ya dimana kalian sekarang? Sekian banyak wajah teman-temannya tiba-tiba menyeruak satu persatu. Teman-teman ketika sekolah dasar, ketika menginjak masa remaja di SMP-SMA, dan mereka yang menjalani masa-masa kuliah

Read More
Saat Semua Menjadi Indah

Saat Semua Menjadi Indah, Cerpen Hendry Ch Bangun

Donny tiba-tiba merasa Selasa itulah hari yang paling penuh berkah sepanjang hidupnya. Hari dimana dia mendapatkan cinta secara luar biasa. Tak terduga. Tak terjelaskan. Tak terbayangkan. Bahkan sampai beberapa waktu ia seperti tidak percaya. Seperti dalam cerita, dia gigit jarinya. Sakit. Bukan mimpi. Tak lama kemudian dia mandi. Kepalanya dia

Read More

Mei Lie, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Mei Lie, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus "Saya orang China, tapi jiwa saya Indonesia," kata wanita yang ada di depanku sambil mengulurkan tangan, sesuatu yang tak diduga. "Nama saya Mei Lie, tapi teman-teman mengenal saya dengan nama Meysa," tuturnya lagi. Benar-benar tak disangka, karena sebelumnya dalam beberapa kali pertemuan tidak sengaja, gadis itu terkesan

Read More

Jangan Panggil Aku Haji, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Jangan Panggil Aku Haji Cerpen Djunaedi Tjunti Agus   Keinginan melengkapi diri dengan gelar bergengsi segera terwujud. Saya termasuk diantara 200 ribu lebih orang Indonesia yang akan menunaikan ibadah haji. Beberapa bulan lagi menyandang gelar haji, melengkapi gelar kesarjanaan. "Inilah saya. Apa sih yang tak dapat diraih. Apa yang tak dapat dilakukan?," saya berguman,

Read More

Bermuka Dua, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Bermuka Dua Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus   Munaf tiba-tiba saja merasa ada yang aneh. Kepalanya, di bagian belakang, bergerak-gerak. Kemudian seperti ada yang tumbuh. Untuk memastikan apa yang terjadi dia mengangkat tangan dan merabakan telapak tangannya ke kepala bagian belakangnya. Dia kaget bukan kepalang. Munaf merasakan di kepala bagian belakangnya tak ada lagi

Read More

Pintu Kereta dan Gigolo

RAMBUTNYA sudah mengggapai-gapai bahu. Brewoknya meranggas, sebagian sudah memutih. Bila kaca mata minusnya dibuka, kelihatan relung matanya, cekung. Bila ia tertawa atau menyeringai, kelihatan pangkal dan sela-sela giginya menghitam. Mungkin kebanyakan menghirup nikotin. Rokok seperti tak putus-putusnya tergantung dibibirnya. Malam itu, jemari kedua tangannya terus bermain diatas keyboard  komputernya yang

Read More

Belum Terlambat

Bangunan itu sudah menjulang tinggi seperti menembus langit tetapi belum selesai. Ceceran semen, tertinggal di sana-sini. Onggokan besi, beton, menghiasi kompleks di dalam pagar. Isyarat istirahat siang baru saja berbunyi, ratusan pekerja meninggalkan kesibukan untuk sekitar satu jam. Semua bergerak ke warung tempat mereka bisa berhenti sejenak, menyantap makanan, menghilangkan

Read More

Layang-layang Putus, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Layang-layang Putus, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus Pada wajahnya sama sekali tidak terlihat perubahan. Pembawaannya yang tenang membuat lelaki ini di mata banyak orang masih seperti dulu. Bahkan keluarganya sendiri-istri dan anak-anaknya-tidak melihat ada tanda-tanda kerisauan di dalam diri lelaki itu, meski dia baru saja memasuki masa pensiun di perusahaan tempatnya bekerja. Sebenarnya

Read More

Baju Kurung, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Baju Kurung Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus Sudah dua hari ini saya mondar mandir di Stasiun Pudu, stasiun kereta monorail Kuala Lumpur, Malaysia. Rasanya otak ini tak bisa berpikir, apa yang harus dilakukan selain mondar-mandir dari Hotel Puduraya ke Stasiun Monorail Pudu, meski hari ini sudah yang keempat kalinya bolak balik antara dua tempat itu. Berdiri

Read More

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru