Wednesday, October 27, 2021
Home > Berita > Sentuh 50,6 Persen, BOR Rumah Sakit Kuningan Di Bawah Batas Aman WHO

Sentuh 50,6 Persen, BOR Rumah Sakit Kuningan Di Bawah Batas Aman WHO

Mimbar-Rakyat.com (Kuningan) – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19 pada rumah sakit di Jawa Barat kini mencapai angka 55,17 persen atau di bawah batas aman yang ditentukan oleh WHO sebesar 60 persen.

Jika sebelumnya pada bulan lalu, tingkat keterisian mencapai 91 persen, dengan penurunan tersebut , pihaknya mengusulkan kepada pemerintah pusat agar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bisa berbasis mikro.

Disebutkan Kang Emil, angka kasus penyebaran Covid-19 di beberapa wilayah di Jawa Barat tidak semua mengalami kedaruratan. ” Sebagian telah mengalami penurunan bahkan ada yang sudah zona hijau,” ujar Ridwan Kamil saat rapat virtual di Kantor DPRD Kota Bandung, pada Jumat, ( 30/7/2021)

Sementara angka kesembuhan Covid-19 Kabupaten Kuningan, Gubernur Jabar menyebutkan memiliki tingkat kesembuhan paling tinggi.

“Allhamdulillah hasil konfirmasi melalui zoom, Kabupaten Kuningan terkait dengan perkembangan tingkat kasus aktif covid-19 di Jawa Barat menempati diangka 3,88%, juga perkembangan kesembuhan covid-19 mencapai angka 95,38% luar biasa saya haturkan terimakasih,” ujar Kang Emil, dalam rapat virtual bersama satgas penangan Covid-19 Jawa Barat, Jum’at (30/7).

Sementara itu Bupati Kuningan, H Acep Purnama menyampaikan BOR atau keterisian tempat tidur kini mencapai 50,6%, hal itu menurutnya merupakan pencapaian yang cukup baik serta signifikan.

” Dari beberapa indikator yang ada, Kabupaten Kuningan bergeser dari zona merah, menjadi zona orange yaitu level kewaspadaan sedang, tapi jangan membuat semuanya berpuas diri terlalu cepat, Dan ini seharusnya bisa menjadi motivasi bagi kita semua, mulai dari jajaran satgas Kabupaten, SKPD, Kecamatan, Desa sampai Kelurahan,” pesannya.

Ia pun meminta dukungan dari semua pihak agar vaksinasi di Kabupten Kuningan bisa kita dilaksanakan secara lebih merata. ” Karena vaksin merupakan herd immunity untuk seluruh masyarakat,” ujarnya. (Dien)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru