Friday, November 27, 2020
Home > Berita > Bekasi Raya > Minat siswa masuk madrasah di Kabupaten Bekasi semakin tinggi

Minat siswa masuk madrasah di Kabupaten Bekasi semakin tinggi

Kepala MAN 1 Cikarang, H. Amal Basyar. (agus)

Mimbar-Rakyat.com  (Cikarang) – Minat orang tua murid untuk menyekolahkan anaknya di madrasah kini tidak lagi menjadi alternatif, karena orang tua murid sudah menjadikan madrasah sebagai pilihan pertama bagi pendidikan anaknya.

Selain dari itu, masalah disiplin, profesional dan kebersamaan dalam semangat menciptakan kinerja menjadi alasan bagi orang tua yang menginginkan tingginya prestasi putra putri mereka.

Pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Cikarang, misalnya, pada tahun ajaran 2020/2021, jumlah siswa yang mendaftar untuk sekolah di sini jauh melebihi kursi yang tersedia.

Dari kapasitas kursi yang ada untuk kelas 1 sebanyak 360 kursi, yang mendaftar pada tahun ajaran 2020/2021 ini sudah sebanyak 540 orang.

Kepala MAN 1 Cikarang, H. Amal Basyari, mengatakan, santri saat ini merupakan generasi yang akan  menjadi garda terdepan dalam pembangunan manusia seutuhnya.

“Ini sesuai dengan misi dan visi sekolah kita, yakni terciptanya insan terdidik yang tidak hanya unggul dalam Imtak tapi juga dalam Iptek,” katanya.

Ia menambahkan, kini banyak lulusan MAN 1 Cikarang yang diterima di perguruan tinggi negeri dan ini menjadikan sekolah MAN 1 Cikarang semakin diminati calon siswa.

Siswa MAN 1 Cikarang lulusan tahun ajaran 2020/2021 ini  88 orang di antaranya tembus perguruan tinggi negeri, antaranya Universitas Gajah Mada, Universitas Pajajaran dan Universitas Islam Negeri ( UIN).

DI era pandemi Covid-19, katanya, yang mengharuskan siswa belajar secara e-Learning, diakui Amal Basyari berdampak pada kualitas pendidikan, lantaran yang dipakai adalah kurikulum darurat.

Untuk itulah pihak sekolah mengambil kebijakan melakukan kerjasama dengan lembaga bimbingan belajar untuk menyertakan siswa kelas 12 untuk mengikuti bimbingan belajar dengan biaya dari sekolah.

Kini MAN 1 Cikarang memiliki siswa sebanyak 1.069 orang, terdiri atas 30 kelas atau rombongan belajar (Rombel) dengan 65 guru  (42  orang di antaranya guru negeri) dibantu tiga orang staf dan sembilan tenaga honorer.  (Agus/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru