Saturday, May 08, 2021
Home > Berita > Bali Saring Pengunjung Domestik, Xi Menyatakan China Terbuka Dalam Penanganan Virus Corona

Bali Saring Pengunjung Domestik, Xi Menyatakan China Terbuka Dalam Penanganan Virus Corona

Masyarakat Bali yang beragama Hindu mengenakan pakaian pelindung saat upacara kremasi yang disebut 'Ngaben' di Klungkung bulan lalu. Pulau ini telah mengalami peningkatan jumlah kasus sejak pariwisata domestik dibukka sejak bulan Agustus.(Foto EPA/Al Jazeera)

Mimbar-Rakyat.com – Dokter dan magang kesehatan telah kembali bekerja di Korea Selatan setelah pemogokan selama berminggu-minggu atas rencana reformasi pemerintah. Sementara untuk seluruh dunia kini ada lebih dari 27,3 juta kasus virus corona yang dikonfirmasi. Dari jumlah itu menurut Universitas Johns Hopkins, 892.443 orang meninggal dan setidaknya 18,3 juta orang pulih.

Mengutip Al Jazeera juga dilaporkan, Presiden China Xi Jinping mengatakan dalam sebuah upacara di Beijing bahwa negara itu telah bertindak secara “terbuka dan transparan” terkait virus corona.

Di Bali, Indonesia, pakar medis mengaitkan lonjakan kasus virus corona dengan alat tes antibodi cepat yang tidak akurat dan berbiaya rendah yang digunakan untuk menyaring pengunjung domestik.
Turis asing saat ini tidak diiizkan melakukan perjalanan ke pulau populer itu, tetapi orang Indonesia sudah bisa melakukannya sejak 31 Juli.

Sejak itu, otoritas pariwisata pulau tersebut mengatakan telah menyambut rata-rata 3.000 turis domestik setiap hari.

Tetapi seiring dengan kembalinya turis (lokal),  juga telah melihat lonjakan kasus virus corona, dan para ahli kesehatan mengatakan penggunaan tes antigen yang murah, tetapi tidak dapat diandalkan, haya dapat menciptakan rasa aman yang palsu.

Dilaporkan pula, lima penumpang dari China yang tiba di Korea Selatan telah dites positif terkena virus corona sejak 16 Agustus. Begitu menurut otoritas kesehatan Korea Selatan, dann menimbulkan pertanyaan tentang kredibilitas klaim China atas tidak adanya kasus infeksi lokal selama lebih dari 3 minggu.

Di antara 5 orang tersebut, 2 orang warga negara Korea Selatan dan tiga orang warga negara China. Semuanya tidak menunjukkan gejala. China telah mengumumkan bahwa tidak ada kasus baru virus korona yang ditularkan secara lokal sejak 16 Agustus.

Pada hari Selasa, Presiden China Xi Jinping menyelenggarakan upacara untuk menghormati mereka yang telah bekerja untuk membendung pandemi COVID-19. Peristiwa tersebut secara luas dipandang sebagai deklarasi kemenangan China atas pertempurannya melawan virus corona.

India telah melaporkan kematian terbanyak akibat virus corona dalam sebulan. Kementerian kesehatan mengatakan 1.133 orang meninggal karena COVID-19 dalam 24 jam terakhir, menambah total korban tewas menjadi 72.775. Jumlah kasus 75.809, angka harian terendah dalam seminggu.***Sumber Al Jazeera dan kantor berita. Google(edy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru