Tuesday, December 06, 2022
Home > Berita > Balai TN Gunung Ciremai Siapkan Pondok Cinta Sang Predator Slamet Ramadhan

Balai TN Gunung Ciremai Siapkan Pondok Cinta Sang Predator Slamet Ramadhan

Mimbar-Rakyat.com (Kuningan) – Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) menyiapkan pondok bagi Macan Tutul Jawa betina , Slamet Ramadhan dengan pasangan hidupnya, Rasi.

Pondok Cinta top predator yang memiliki nama latin Panthera Pardus Melas, terbuat dari besi dan pembatas dengan luas sekitar 75 meter persegi.

Hal itu, diungkapkan oleh Kepala BTNGC, Teguh Setiawan, mengungkapkan kandang habituasi yakni tempat berlangsungnya interaksi dua satwa ini memiliki panjang 10 meter dan lebar sekitar 7,5 meter.

“Selain itu, Kami juga mengantisipasi makanan agar kedua satwa liar ini betah dan bisa kawin secara alami di sana,” sambungnya, Kamis (20/1/2022).

Sedangkan jenis makanan yang dipersiapkan oleh petugas BTNGC adalah hewan yang biasa jadi santapannya, seperti burung puyuh dan unggas kecil lain.

“Pentingnya penyediaan pangan bagi keduanya, agar nanti saat proses perkawinan pasangan baru macan tutul ini bisa terjadi dan tidak terganggu pihak luar kawasan,” terang Teguh.

Dijelaskan Teguh, macan tutul betina, Rasi didatangkan dari PPS Cikananga, sebagai lembaga konservasi telah menerima satwaliar dari masyarakat umum atau pihak lain melalui BBKSDA Jawa Barat.

TN Gunung Ciremai merupakan kawasan pelestarian alam memberikan ruang bagi sumberdaya alam hayati untuk hidup dan berkembangbiak. Salah satu yang berperan penting dalam keseimbangan ekosistem adalah top predator dengan jenis macan tutul.

“Sebagai bentuk upaya pengembangbiakan Macan Tutul Jawa, pada tahun 2019 bekerjasama dengan BBKSDA Jawa Barat dan PPS Cikananga melepasliarkan Macan Tutul Jawa sejumlah 1 individu jantan yang diberi nama “Slamet Ramadhan” dan terpasang GPS Colar, ” papar Teguh.

Untuk itu, Teguh Setiawan yang memberikan gambaran singkat mengenai keberadaan Macan Tutul Jawa di Kawasan TN Gunung Ciremai. “Icon logo TN Gunung Ciremai adalah Macan Tutul Jawa, apabila Macan Tutul Jawa hilang maka logonya pun akan berubah, ” tutupnya. (Dien)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru