Sunday, November 29, 2020
Home > Berita > Aplikasi Mutrans untuk becak mesin di Tebing Tinggi

Aplikasi Mutrans untuk becak mesin di Tebing Tinggi

Walikota Tebing Tinggi saat meresmikan peluncuran infaq digital dan Transportasi online Mutrans. (ist)

Mimbar-Rakyat.com (Tebing Tinggi) – Transportasi online Mutrans (Mudah Transaksi) dan infaq digital kini sudah ada di kota Tebing Tinggi, untuk memudahkan masyarakat menjalankan bisnis mereka.

Aplikasi Mutrans itu dikhususkan bagi becak bermotor yang mencakup layanan antar jemput penumpang, kuliner, UMKM, apotik, toko, E-Warung dan ke depan akan berkembang kelayanan jasa yang lebih luas.

Walikota Tebing Tinggi H. Umar Zunaidi Hasibuan meresmikan Mutrans  dan infaq digital pada acara Business Matching Penyaluran Kredit kepada UMKM, di Balai Kota.

Pada acara Kami situ, hadir Kepala OJK Regional V Sumatera Utara Andi Muhammad Yusuf.

“Tebing Tinggi akan memiliki transportasi online yang diberi nama ‘Mutrans’. Mutrans Tebing Tinggi merupakan startup transportasi online berbasis lokal yang dikembangkan oleh Pemko Tebing Tinggi,” kata Umar Zunaidi.

“Semoga dengan kehadiran Mutrans mampu menggerakkan perekonomian masyarakat TebingTinggi, ” kata Walikota.

Dengan perkembangan tekhnologi digital saat ini, berinfaqpun sudah dapat dilakukan dengan cara digital melalui QR Code Indonesia Standart  (QRIS) dari Bank Indonesia.

“Satu QR Code dapat dipindai oleh seluruh aplikasi yang menyediakan pembayaran dengan QR Code. Jadi kita ber infaq bisa melalui aplikasi tanpa mengeluarkan uang tunai,” kata Umar.

Saat itu, Kepala OJK Regional V Sumut Andi Muhammad Yusuf mengatakan, salah satu fokus pemerintah saat ini dalam Nawa Cita pembangunan nasional, adalah pemerataan pembangunan hingga ke seluruh daerah.

“Salah satunya melalui perluasan akses masyarakat ke sektor jasa keuangan formal, khususnya terhadap pelaku usaha dan masyarakat skala mikro dan kecil, yang selama ini masih termarjinalkan dan belum merasakan manfaat dari sektor jasa keuangan formal secara langsung,” kata Andi.

Keterbukaan akses keuangan bukan sekedar ketersediaan akses masyarakat ke layanan dan produk sektor jasa keuangan hingga ke seluruh daerah, namun juga mendorong Lembaga Jasa Keuangan, untuk berinovasi menciptakan produk dan layanan jasa keuangan yang inklusif.

“Produk dan layanan jasa keuangan  ke depannya berbiaya terjangkau dan dengan persyaratan serta prosedur yang sederhana,” kata Andi.  (al/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru