Tuesday, March 31, 2026
Home > Cerita > Cerita Pendek

Ada Neng Ayu, di Ba’da Subuh, Cerpen Reva Dedi Utama

Jama'ah laki-laki Masjid Darussalam di komplek perumahan Metropolitan Jaya, bada' sholat subuh, berbaris rapi ke luar masjid. Langit masih gelap, ufuk belum tampak. Aku ada di barisan itu. "Assalamualaikum... Maaf Bapak, barangkali mau sedekah subuh untuk anak yatim." Aku menoleh, seorang perempuan sekitar 35 tahunan tersenyum manis, menyodorkan selembar pamflet, di halaman

Read More

Patung, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Patung Cerpen Djunaedi Tjunti Agus Musyawarah di pendapa kabupaten akhirnya melahirkan kata mufakat. Bupati, anggota DPRD, serta wakil tokoh masyarakat bersepakat bahwa di perapatan jalan teramai di kota kabupaten itu akan didirikan patung tokoh paling dihormati di daerah tersebut. Disepakati pula, pengetokan palu atas keputusan pendirian patung akan dilakukan DPRD dalam sidang

Read More

Cerita Masjid Kami,   Cerpen Hendry Ch Bangun

Tak sengaja Hari bertemu tetangganya Budi Prasetyo ketika memperpanjang STNK mobil di gerai Samsat di sebuah kompleks pertokoan. Sudah lama dia tidak melihat Budi ikut salat subuh di masjid perumahan mereka. “Assalamualaikum Pak Budi,” dia menyapa. Hari sudah terlebih dahulu memasukkan berkas berupa STNK yang hampir habis masa berlakuknya bersama BPKB,

Read More

Lelaki yang Berdoa di Tepi Sawah,  Cerpen Hendry Ch Bangun

Kebiasaan lelaki tua itu ada dua. Pagi menjelang matahari semburat sinarnya di ufuk Timur dan senja menjelang cahayanya sebentar lagi menghilang, dia duduk di atas tikar di tepi sawah. Ada segelas air di dekatnya, ada sebungkus rokok, terkadang ada penganan. Kalau kebetulan ada anak-anak yang mendekat atau bahkan menyapanya, orang tua

Read More
Cinta yang tidak sempurna. (

Cinta Yang Tidak Sempurna,   Cerpen Hendry Ch Bangun

Aku mencintaimu meski belum sempurna. Tetapi aku mencintaimu melebihi cintaku kepada yang lain. Hanya untukmu. Kujalankan apa yang aku mampu. Kulakukan kewajibanku sekuat tenaga sepanjang waktu meski kadang tidak tepat waktu. Kukerjakan hal-hal yang mesti, hanya untukmu, bukan untuk meminta imbalan ataupun hasrat yang lain. “Ingat ya. Bukan salat kita, bukan puasa

Read More

Suatu Pagi yang Cerah..,  Cerpen: Hendry Ch Bangun

“Yang sulit itu ikhlas. Kita harus berpisah.” “Aku tahu” “Menerima takdir yang digariskan Tuhan dan kita sebagai manusia harus menerimanya.” “Iya, aku tahu itu.” “Karena Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi umatnya, tidak pernah hal buruk. Hanya manusia terlalu sering curiga dan menilai buruk Tuhan.” “Apa kau yakin kita ditakdirkan tidak bisa bersama..” “Sebagai manusia tentu

Read More

Menembus Pintu Langit, Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus

Menembus Pintu Langit Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus   “Mungkin perjalanan hidup saya sudah akan berakhir. Entah esok, lusa, atau pekan depan. Mungkin bulan depan.” Kalimat tersebut sering terlintas dalam pikiran Isham. Kadang terucap begitu saja dalam bisikan. Jika sudah begitu dia jadi menerawang, seolah memutar kembali cerita perjalanan hidup, melangkah pada peristiwa yang satu

Read More

Cabai Semakin Pedas,    Cerpen Hendry Ch Bangun

Baru tiba di rumah dari jalan pagi keliling kompleks perumahan, Budi mendengar istrinya ngomel. “Berengsek. Susah-susah ditanam, eh begitu mau dipetik hilang semua,” kata istrinya mengadu. “Ada apa kok pagi-pagi marah?” “Iya bagaimana nggak marah. Cabe rawit yang aku tanam di samping rumah, tahu-tahu ludes diambil orang. Padahal kemarin sore aku mau petik

Read More

Hari Nan Sempurna,    Cerpen Hendry Ch Bangun

Hari mengeluarkan mobil dari garasi. Semalam anaknya sepulang dari bekerja bilang, dua ban mobil sudah aus. Sudah terlihat retak-retak dan berpotensi meletus apabila dipakai. Dia tidak membayang anak perempuannya itu mengalami kecelakaan di jalan gara-gara kelalaian sendiri, ban yang memang sudah harus diganti karena berusia empat tahun. Lazimnya kalau sering

Read More

Media Sosial: Impian yang Menjadi Kenyataan, Cerpen Djunaedi Tjunti Agus

Media Sosial: Impian yang Menjadi Kenyataan Cerpen Djunaedi Tjunti Agus   "Saya ingin berbuat yang terbaik untuk keluarga--istri, anak-anak, cucu--saudara, sahabat, tetangga, bangsa, negara, dan agama." Itu yang ada dalam pikiran Ghufran. Lalu dia tertegun sendiri. "Emangnya siapa saya," kata hatinya. Beberapa hari, pekan, mungkin sudah beberapa bulan, pikiran  Ghufran  selalu tertuju pada niat berbuat yang

Read More

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru