Monday, December 06, 2021
Home > Berita > Tangis Histeris Warnai Rumah Salah Satu Korban Arus Sungai Cileueur

Tangis Histeris Warnai Rumah Salah Satu Korban Arus Sungai Cileueur

Mimbar-Rakyat.com (Kuningan) – 11 siswa MTs Harapan Baru Kabupaten Ciamis terseret arus Sungai Cileueur, berhasil ditemukan oleh tim SAR BPBD Ciamis, pada Jumat (15/10/2021) malam. Korban meninggal dunia akibat terseret arus Sungai Cileueur yang sangat deras dan tak terduga.

Petugas Basarnas Jawa Barat, Deden, mengatakan sebenarnya musibah susur Sungai, ada 21 orang yang terbawa arus. “10 di antaranya bisa diselamatkan oleh warga, dan 11 korban dilaporkan meninggal dunia, ” kata Deden.

Salah satu pelajar asal Desa Puncak Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Fahrurozi Dwiki Hermawan (12 tahu) turut menjadi korban tenggelamnya arus sungai. Jenazah Fahrurozi berada di rumah duka sekira pukul 00.10 WIB, dijemput oleh pihak keluarga dan aparat desa setempat dari Ciamis.

Nampak suasana haru dan diiringi isak tangis keluarga dan sanak saudara saat kedatangan jenazah Fahrurozi yang merupakan anak dari pasangan suami isteri Ahmad Yani dan Ikah Atikah.

Tetangga korban, Yayat, Sabtu malam tidak menyangka korban arus Sungai Cileueur merupakan anak tetangganya.”Iya, kami juga ikut berbela sungkawa atas kejadian ini. Malam ini kami berkumpul di rumah duka untuk bertakziyah, ” ujarnya.

Jenazah Fahrurozi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Desa Puncak, pada Sabtu pagi.

Sementara Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam akun twitternya mengungkapkan rasa dukanya atas kejadian tersebut. “Turut berduka cita yang sangat mendalam, atas musibah susur sungai yang menimpa siswa siswi Madrasah Tsanawiyah Harapan Baru Ciamis,” tulis Kang Emil, sapaan akrab Gubernur Jabar.

“Semua korban sudah ditemukan dan dievakuasi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran,” tambahnya.
Kang Emil meminta agar kegiatan yang berada di alam bebas agar mengikuti standar keamanan yang benar untuk menghindari adanya insiden yang diluar presdiksi. “Saya sudah meminta Bupati Ciamis dan Kemenag Jawa Barat agar betul-betul mengevaluasi kegiatan cinta alam yang beresiko melalui pengetatan standar keamanan dan keselamatan yang maksimal,” ujarnya. (Dien)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru