Tuesday, January 26, 2021
Home > Berita > Bekasi Raya > Promo Diskon Bikin Pengunjung Waterboom Membludak

Promo Diskon Bikin Pengunjung Waterboom Membludak

Kapolres Metro Bekasi Kombespol Hendra Gunawan memberikan keterangan pers.

Mimbar-Rakyat.com (Cikarang) – Kasus kerumunan massa yang terjadi di wisata air Waterboom Cikarang, sehingga terjadi pelanggaran protokol kesehatan, berujung ditetapkannya dua karyawan wisata wanaha air tersebut menjadi tersangka.

Hal itu dinyatakan Polres Metro Bekasi dalam jumpat pers dugaan tindak pidana Kekarantinaan Kesehatan dalam kerumunan massal di Objek Wisata, di Rekreasi Air Waterboom Lippo Cikarang Desa Cibatu,Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (10/01/2021).

“Telah menetapkan tersangka berinisial, LP dan DN, ” ujar Kapolres dalam keterangan persnya, Kamis sore .

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Hendra Gunawan mengungkapkan, dua tersangka tersebut terlibat dalam memberikan promo kejutan awal tahun dengan harga tiket sebesar Rp10 ribu per orang pada Minggu (10/1/2021) sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 WIB untuk pembelian tiket langsung di loket Waterboom. Padahal tiket resminya Rp95.000,-

“Dua tersangka dikenakan pasal 9 Jo Pasal 93 UU RI N.08:Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 216 KUHP (dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang) dan serta Pasal 218 KUHP (berkerumun),” ujar Hendra dalam keterangan pers, di Mapolres Metro Bekasi, Kamis (14/1/2021).

Sebelumnya, Polres Metro Bekasi melakukan pemeriksaan terhadap 15 saksi terkait kerumunan pengunjung wahana kolam renang di Waterboom Lippo Cikarang pada Minggu, 10 Januari 2021.

“Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap 15 orang saksi di antranya 2 orang dari pihak kepolisian, 1 orang dari Dinas Kesehatan, 1 orang dari Dinas Pariwisata, sisanya 11 orang dari pengelola mulai dari (manajer marketing, staf loket, security, dan lainnya,” kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Hendra Gunawan saat memberikan keterangan pers, Selasa (12/1/2021) sore.

Dari hasil klarifikasi yang dilakukan pihak kepolisian, pengelola diduga melanggar protokol kesehatan (prokes) yang dikenakan pasal 93 dan 9 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Kita tambahkan lagi KUHP pasal 212, 216 dan 218, ancaman hukumannya maksimal 1 tahun dan denda Rp400 juta. Sedangkan di pasal 93 dan 9 ancaman hukuman 4 bulan,” kata Hendra.

Menurut Hendra, kegiatan pengunjung yang membludak itu tanpa koordinasi pihak Pemda setempat maupun Satgas Gugus Tugas Covid-19.

Hendra mengatakan, pihak kepolisian sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti seperti potongan diskon tiket, data digital (vidio viral), capter di instagram.

“Kita masih proses secara maraton, pemeriksaan sejumlah saksi masih berlangsung siapa yang bertanggung jawab terhadap kegiatan tersebut,” terang Hendra.  (agus / arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru