Thursday, November 26, 2020
Home > Berita > Presiden sementara Peru mengundurkan diri setelah protes mematikan

Presiden sementara Peru mengundurkan diri setelah protes mematikan

Manuel Merino mengundurkan diri hanya lima hari setelah menjabat. (File AFP/Al Jazeera)

Mimbar-Rakyat.com (Lima)- Presiden sementara Peru, Manuel Merino, mengundurkan diri kurang dari seminggu memimpin pemerintahan barunya, setelah terjadi protes yang menyerukan pencopotannya dan tindakan keras polisi yang menewaskan sedikitnya dua orang dan puluhan lainnya luka-luka.

Perombakan politik terbaru terjadi ketika Peru memerangi pandemi virus korona dan apa yang diperkirakan akan menjadi kontraksi ekonomi terburuk dalam satu abad.

Orang-orang turun ke jalan untuk merayakan kepergian Merino pada hari Minggu (15/11) waktu setempat, melambai-lambaikan bendera, menyanyi dan membenturkan pot, meskipun berita itu membuat Peru semakin dalam ketidakpastian dan kekacauan hukum saat para legislator sekarang bergumul tentang siapa yang akan menggantikannya.

Kongres diperkirakan akan mengadakan pemungutan suara kedua pada malam hari setelah pemungutan suara pertama gagal mengumpulkan dukungan mayoritas untuk legislator sayap kiri dan pembela hak asasi manusia Rocio Silva-Santisteban untuk ditunjuk sebagai presiden sementara.

Ketenangan mencekam di ibu kota, Lima, ketika orang Peru menunggu keputusan tentang siapa presiden berikutnya.

“Merino sudah mengundurkan diri karena tangannya berlumuran darah, dengan darah anak-anak kita,” kata Clarisa Gomez, salah seorang yang ternyata merayakan kepergian Merino, seraya menambahkan bahwa anggota legislatif yang memberi kekuasaan juga harus membayar.

Kongres yang didominasi oposisi Senin lalu memilih untuk menggulingkan pendahulu Merino, Martin Vizcarra sebagai presiden, atas tuduhan penyuapan yang ia bantah.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Merino, mantan ketua Kongres yang memimpin desakan untuk mendakwa Vizcarra, meminta kabinetnya untuk tetap membantu dalam transisi.

“Saya ingin memberi tahu seluruh negeri bahwa saya akan mengundurkan diri,” kata Merino dalam pidato hari Minggu. Dia menambahkan langkah itu “tidak dapat dibatalkan” dan menyerukan “perdamaian dan persatuan”.***(edy)

Manuel Merino mengundurkan diri hanya lima hari setelah menjabat. (File AFP/Al Jazeera)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru