Tuesday, October 04, 2022
Home > Berita > Mentri Siti Nurbaya Semangati UMKM Kelompok Tani di Taman Kehati Kuningan

Mentri Siti Nurbaya Semangati UMKM Kelompok Tani di Taman Kehati Kuningan

Mimbar-Rakyat.com (Kuningan) – Tim Penasihat Senior Menteri (PSM) KLHK full tim sebanyak sepuluh orang secara serempak mendatangi Taman Kehati yang terdapat di Desa Dukuh Dalem Kecamatan Japara Kabupaten Kuningan. Selain meninjau keberadaan Taman Kehati yang merupakan inisiasi Kementrian LHK juga melaksanakan penanaman pohon di lokasi.

Kunjungan Menteri KLHK Siti Nurbaya disambut baik oleh Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, Dinas Lingkungan Hidup se- wilayah tiga Cirebon dan Kepala Balai se- Jawa Barat.

Kedatangannya dalam rangka kunjungan kerja Kementrian LHK ke Kabupaten Kuningan membawa agenda perhutanan sosial, kemitraan dengan masyarakat, penanganan kemiskinan melalui pemanfaatan hutan dan perkebunan.

“KLHK juga banyak membina UMKM para kelompok tani hutan yang tetap produktif di masa pandemi,” terang Mentri Siti Nurbaya.

Mentri Siti pun menyemangati agar para kelompok tani hutan untuk terus berkreatifitas. “Tetap semangat, produktif, kreatif dan sehat selalu untuk kita semua,” ucapnya.

Guru Besar Univeristas Indonesia, Prof. Imam Prasojo, P.Hd. , mengatakan Taman Kehati (keaneragaman hayati) di Desa Dukuh Dalem yang didirikan tahun 2006, dahulu diinisiasi oleh Kementrian LH, yang kini berubah nama menjadi KLHK.

“Sebelumnya, kita mengajukan permohonan karena sudah siap lokasi yang dipersyaratkan. Taman Kehati ini, dikelola oleh desa dan kelompok sedangkan LH Kuningan, merupakan fasilitator dan pembinaan,” terang Wawan Setiawan, Kadis DLH Kuningan dalam dialog dengan Tim PSM.

Dikatakan Wawan, Kehati merupakan kebun konservasi, sesuai dengan tumbuhan langka yang ada di Kabupaten Kuningan. “Atau endemi di daerah tertentu. Jadi tidak sembarangan pohon perlu ada kekhususan. Misalnya pohon endemi yang langka di Kab. Kuningan adalah Kalapa Ciung. Mungkin orang lain menafsirkan itu pohon kelapa, padahal bukan,” jelasnya.

Wawan menjelaskan Kalapa Ciung adalah pohon biasa dan sangat langka. Selain untuk menjaga air dan memproduksi air tanaman tersebut memiliki manfaat lain. Misalnya dijadikan obat-obatan semacam herbal. “Namun belum diproduksi sebab kita belum sepenuhnya melakukan budidaya Kalapa Ciung dan jika yang ada diproduksi, dikhawatirkan akan punah,” sambungnya.

Imam Prasojo, sebelum memaparkan memperkenalkan timnya yang dihuni para ahli dibidangnya masing-masing dan bergelar profesor. Diantaranya, Efransjah, Wahyudi, Chalid Muhamad, Agus Pambagyo, Hariadi, San Ari Awang, Nur Masripatin. “Saya menyambut baik atas paparan pa Kadis LH, tentang Taman Kehati yang memberikan manfaat ke masyarakat Kab. Kuningan,” tuturnya mewakili Tim Penasehat Mentri Senior (PSM).

“Sebetulnya, kita ingin mendengarkan atau anggaplah hearing dengan temen-temen di Kehati tentang proses pembinaan, pengembangan, vegetasi, sarana dan prasarana bahkan kemungkinan kemajuan atau kemandekan. Sebab sebuah program tentu harus berkesinambungan, tidak dibuat untuk ditinggalkan,” ungkap Imam Prasojo.

Keberadaan taman kehati, kata Imam, harus mampu mendorong pengelola dan desa lebih mampu menciptakan peluang ekonomi baru dari taman ini. Mampu menciptakan peluang usaha yang nantinya berdampak pada kesejahteraan masyarakat sekitar, itu minimalnya.

“Tadi saya dengarkan dari pengelola, hanya seminggu sekali menerima pendapatan. Ini cukup memperihatinkan. Perlu terobosan baru dengan cara kolaborasi yang tidak merusak keanekaragaman hayatinya. Justru memberikan keluasan makna dan manfaat dari Taman Kehati itu sendiri. Kreatifitasnya harus dikembangkan,” paparnya. (Dien)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru