Monday, July 04, 2022
Home > Berita > Lokalisasi Ditutup, Pelacur di Surabaya Mejeng di Jalanan

Lokalisasi Ditutup, Pelacur di Surabaya Mejeng di Jalanan

Pelacur mencari mangsa di jalanan. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.COM (Surabaya) – Lokalisasi Dolly, ternyata Kota Surabaya belum bebas dari pelacuran. Justru mereka berpindah mejeng di jalanan. Jika di sekitar bekas Gang Dolly dan Jarak, prostitusi dilakukan terselebung, maka di sepanjang Jalan Diponegoro, kupu-kupu malam itu terang-terangan.

Upaya Pemerintah Kota Surabaya membersihkan praktek pelacuran, tampaknya tidak berjalan lancar. Pasca penggusuran tempat prostitusi legal, seperti Dolly, Jarak, Moroseneng, Sememi, Tambakasri yang lebih dikenal BR (Bangun Rejo), kini pelacur dan mucikari kembali ‘bekerja’ lagi.

Memang berbeda dengan pelacur Dolly yang masih cukup muda, di Jl. Diponegoro sudah berusia 30 tahun ke atas.

Tarifnya pun juga berbeda. Jika di Dolly itu Rp350-Rp500 ribu untuk short time, maka di Jl. Diponegoro hanya menerapkan tarif Rp150-Rp200 saja.

Beberapa tahun lalu di kawasan Diponegoro ini tak seramai sekarang. “Dulu hanya bencong, sekarang bisa lihat pelacurnya makin hari makin banyak saja,” uang Didi, warga, kemarin.

Padahal di sini dekat Mesjid Rahmad (masjid pertama Sunan Ampel) dan makam. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru