Thursday, May 06, 2021
Home > Cerita > Hiu Kencana (Nanggala-402), Puisi A.R. Loebis

Hiu Kencana (Nanggala-402), Puisi A.R. Loebis

Mereka shalat berjamaan.

Hiu Kencana

(Nanggala-402)

 

Mereka semua sudah pergi

menabur duka

menebar nestapa

Nanggala-402

akuarium raksasa

membawa hiu kencana

Mereka menjemput maut

Di kedalaman 838 meter di perairan Bali

Sabtu 25/04 21 pukul 09.04 Wita

semua 53 awaknya gugur.

Selama 72 jam, kapal tua itu hilang

Sebelum dinyatakan tenggelam

Entah kenapa, tak ada yang tahu mengapa

Simpang siur ceritanya

Ah, kekuatan oksigen untuk mereka hanya 72 jam

Setelah itu mereka saling pandang

Paru-paru mereka berhenti

Bertumbangan satu persatu

Semua sedih

Doa saling berkait ke langit

Untuk mereka, 53 orang perkasa

Mereka menjemput maut

Bertumbangan satu per satu

Di kedalaman hampir seribu meter

Meninggalkan sanak keluarga

Mereka orang-orang khusus

Tak terbayangkan

Menghitung mundur 72 jam oksigen

Atau sudah berkeping-keping sebelumnya

Tak ada yang tahu

“Yaaa ayyatuhan nafsul muthma ‘innah.

Irji’iii ilaa Rabbiki raadiyatam mardiyyah

Fadkuli fii ‘ibadi wadkhuli jannah.”

Wahai jiwa yang tenang!.

Kembalilah kepada Tuhanmu

dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya.

Dan masuklah ke dalam surgaKu.

(Q.S. Al-Fajr, 27 – 30)

 

Mereka dijemput maut di dalam laut

Menjemput kematian di dasar laut

berpatroli untuk selamanya

Tabah Sampai Akhir

Wira Ananta Rudhiro

mereka syahid

di Ramadan suci ini

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Orang mati syahid,

Karena tho’un (wabah), sakit perut, tenggelam,  

tertimpa reruntuhan, melahirkan,

syahid di jalan Allah.”

(HR. Bukhari, no. 2829 dan Muslim, no. 1914)

 

Kepergian hiu kencana itu musibah

Pecahnya Nanggala-402 penyebab

Berpisahnya roh dari jasad

Hiu kencana adalah nasihat

Muhasabah kepada semua orang berpikir

Membayangkan Nanggala-402 sebagai alam

Manusia dan semua  isinya penumpang

Menghirup oksigen

Yang entah kapan habisnya

Tapi sudah tertulis di sidratul muntaha

Dalam lauh mahfuz

Kapan sangkakala akan bergaung

Menghisap oksigen sedikit demi sedikit

dari waktu ke waktu

sampai orang-orang berpelantingan

seperti anai-anai

ketika langit bersama matahari

merapat ke bumi

gelap selama 40 hari

sudah tak sempat menghitung

oksigen cukup berapa lama lagi

 

Ya Allah, dada gemuruh

Pandangan ke langit-langit kamar

kami berada di salah satu kabin

Nanggala-402 milikMu

Yang masih menelusuri kedalaman laut

kehidupan ini

tapi tak bersyukur juga

durjana merajalela!

Ampun ya Allah.

oOo

Jakarta, 25042021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru