Wednesday, April 14, 2021
Home > Berita > Gheotermal Ciremai salah satu pemasok energi Rebana metropolitan

Gheotermal Ciremai salah satu pemasok energi Rebana metropolitan

Bupati Kuningan H. Acep Purnama SH., MH. hadiri Acara West Java Investment Summit (WJIS) 2020 di Ballroom Hotel Savoy Homann Jl. Asia Afrika No. 112 Bandung, Senin. (dien)

Mimbar-Rakyat.com  (Kuningan) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengajak investor mengembangkan 13 kota baru di kawasan Cirebon, Patiban dan Majalengka (Rebana).

Kawasan Proyek Rebana Metropolitan berada di wilayah utara atau timur laut Jabar yang melingkupi tujuh kabupaten / kota, di antaranya Kabupaten Sumedang, Majalengka, Cirebon, Subang, Indramayu, dan Kuningan, serta Kota Cirebon.

Penduduk di kawasan Rebana Metropolitan berjumlah 9,28 juta atau sekitar 18,82% dari total penduduk Jabar per-2019.

Kabupaten Kuningan didaulat sebagai salah satu kabupaten yang akan memenuhi kebutuhan sumber energi kawasan Rebana Metropolitan melalui Geothermal di Gunung Ciremai.

Selain itu, kebutuhan energi akan dipasok melalui Dam di Cipancuh, Jatigede, dan Setupatok, kilang minyak Balongan, hydro power Jatigede, hingga PLTU di Indramayu.

Sebagai jantung pertumbuhan kawasan ini, ada Pelabuhan Patimban di Kab. Subang dan Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kab. Majalengka yang berfungsi sebagai pusat konektivitas dan logistik.

Nilai jual

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam gelaran bazar investasi West Java Investmen Summit (WIJS) 2020, Senin, mengungkapkan beberapa poin yang dijadikan nilai jual adalah keunggulan infrastruktur, ekosistem investasi, upah minimum, insentif perpajakan bagi investor, serta kemudahan perizinan.

Sedangkan infrastruktur yang sudah ada di kawasan Rebana Metropolitan antara lain jalan nasional, Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dan Palimanan-Kanci (Palikanci), rel Cikampek-Cirebon, Pelabuhan Balongan, Cirebon, dan Patimban (Tahap I), BIJB Kertajati, serta terminal Subang, Indramayu, dan Cirebon.

Berbagai proyek infrastruktur pun tengah dan direncanakan dibangun, antara lain Pelabuhan Patimban Tahap II, Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), tol akses Patimban, tol Kertajati, reaktivasi rel Rancaekek-Kertajati, LRT Cirebon Raya-Kertajati, hingga SPAM Jatigede dan TPPAS Cirebon Raya.

Sesuai arahan Ridwan Kamil, kawasan Rebana pun menjadi salah satu dari tujuh ekonomi baru di Jabar.  Ekonomi baru Jabar diharapkan menjadi solusi dari dinamika dan masalah pembangunan di provinsi seluas 35 ribu kilometer persegi dengan jumlah penduduk hampir 50 juta jiwa ini.

“Setiap investor yang datang ke Jawa Barat harus bermitra dengan perusahaan lokal di Jawa Barat. Saya tidak mau Rebana berkembang dalam 10 hingga 30 tahun tapi masyarakat lokal hanya jadi penonton,” kata Kang Emil secara virtual di Bandung.

Peluncuran Rebana Metropolitan

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar Noneng Komara, pada hari pertama dan kedua WJIS, akan ada Launching Rebana Metropolitan, Project Announcement, High Level Session, One-on-One Meeting, Investment Talkshow, dan Trade and Tourism Webinar.

Di hari pertama juga dilaksanakan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dengan tujuh kepala daerah yang berada di kawasan investasi Rebana Metropolitan.

“Ada juga penandatangan proyek yang sudah realisasi, kerja sama, dan kesiapan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai mitra lokal bagi para investor,” ucap Noneng Komara.

Noneng Komara menyatakan, WJIS tahun ini akan fokus mempromosikan Rebana Metropolitan. Dengan tema “West Java for Better Future, Life, Work, and Play”, WJIS kali ini diharapkan dapat menjaring minat investor untuk berinvestasi di Jabar.

Sebanyak 696 investor dari sejumlah negara, seperti Jepang, Amerika Serikat, Prancis, Singapura, Malaysia, dan Finlandia, mengikuti West Java Investment Summit (WJIS) 2020.

Noneng Komara Nengsih mengatakan, jumlah tersebut berpotensi bertambah seiring dengan promosi yang terus dilakukan.

“Ada 696 perusahaan dan investor yang mengikuti market sounding dan one on one meeting dengan owner project dalam WJIS 2020. Ada 27 proyek yang tersebar di Jawa Barat yang siap dipasarkan. Total nilai investasi dari ke-27 tersebut sebesar Rp32 triliun,” ujarnya.

Bupati Kuningan turut menghadiri acara tersebut dan menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) dengan tujuh kepala daerah yang berada di kawasan investasi Rebana Metropolitan.

Ketujuh kepala daerah tersebut berasal dari Kabupaten Subang, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, Kabupatan Kuningan, Kabupaten Sumedang, dan Kota Cirebon.  (andin rahmawati / arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru