Friday, October 30, 2020
Home > Berita > Di rumah Bung Karno di Blitar ada sumur tua tak pernah kering

Di rumah Bung Karno di Blitar ada sumur tua tak pernah kering

Keterangan foto - Sumur tua yang dipergunakan masyarakat sekitar Istana Gebang sejak tahun 1884. Sumur tua itu konon tidak pernah kering. (Foto Aulia Lubis)

Mimbar-Rakyat.com (Blitar) – Kota Blitar merupakan kota yang penuh sejarah, karena di kota itu terdapat rumah Bung Karno waktu muda, yang hingga kini disebut sebagai Istana Gebang. Bangunan itu menjadi obyek wisata dan di dalamnya ada sumur tak pernah kering.

Istana itu  terletak di Jalan Sultan Agung 95, Sanan Wetan, Kota Blitar.

Bila ingin berkunjung ke rumah bersejarah itu tidaklah sulit. Dari stasiun kereta api Blitar, pengunjung cukup dengan naik becak atau ojek atau kendaraan umum lainnya.

Sebelum dimiliki keluarga Bung Karno,  bangunan Istana Gebang ini milik pegawai kereta api Blitar, CH.Portier.

Ketika orang tua Bung Karno bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dipindahtugaskan dari Mojokerto ke Blitar sekitar Februari 1915 – sebagai guru sekolah (Normal Jongens School) yang sekarang bernama SMAN 1 Blitar, maka rumah itu dibeli.

“Ketika ditugaskan di Blitar, rumah CH.Portier ini dibeli keluarga Bung Karno, ” kata Trisno salah seorang pemandu di lokasi tersebut.

Keterangan foto – Kamar mandi di rumah Bung Karno di Blitar. (Aulia)

Rumah  masa remaja Presiden pertama Indonesia itu memiliki beberapa bagian.  Ada rumah induk, bangunan belakang, paviliun, dapur, ruangan pembantu, balai kesenian, bekas kandang kuda, bekas lumbung padi dan garasi yang masih menyimpan mobil merek Mercedez Benz tipe 190, yang ditumpangi Bung Karno ketika beliau  berkunjung ke Blitar tahun 1961.

Tetapi dari semua itu, di bagian belakang rumah tua itu  ada  yang paling unik, yakni ada kamar mandi pertama dan sumur tua, yang digunakan sejak tahun 1884.

“Kamar mandi pertama keluarga Bung Karno itu berukuran sekitar satu kali dua meter,” kata Trisno ketika berbincang dengan mimbar-rakyat.com beberapa waktu lalu.

Trisno menambahkan, air sumur itu tidak pernah kering, kendati pada musim kemarau.

“Walau pun banyak masyarakat yang mengambil air sumur itu karena dipercaya memiliki khasiat,  dan biarpun musim panas tiba, tetapi air sumur ini tetap banyak, ” kata Trisno.

Bangunan istana itu menjadi obyek wisata dan banyak dikunjungi orang, terlebih mungkin yang ingin “mengintip” kamar mandinya atau mencicipi air sumur tua itu. (Aulia/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru