Sunday, September 27, 2020
Home > Berita > Dampak pandemic Covid-19 sebabkan tidak stabil perekonomian Jabar

Dampak pandemic Covid-19 sebabkan tidak stabil perekonomian Jabar

Ket. foto - Rapat Informal Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kuningan Kuningan di Waja Kopi, Sukageuri Desa Cisantana , Kecamatan Cigugur Kuningan. (dien)

Mimbar-Rakyat.com (Kuningan) – Dampak pandemi Covid-19  berpengaruh pada sektor perekonomian di Jawa Barat, hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Bakti Artanta, saat rapat informal dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan, di Waja Kopi, Cisantana Kuningan. 

Dari data yang ada ungkap Bakti,  Rabu, per triwulan angka perekonomian di Jawa Barat mengalami kontraksi, tidak stabil. 

“Terus terang untuk kondisi saat ini salah satu pilar yang harus didorong terus yaitu pilar UMKM, karena UMKM adalah sumber ekonomi baru, apalagi bila UMKM dibekali dengan digitalisasi,” ujarnya. 

Selain digitalisasi, UMKM pun perlu didukung dengan kebijakan lainnya seperti kebijakan kredit, pendanaan untuk UMKM.  

“Tetapi kita juga harus mendorong dari sisi konsumsinya, seperti dengan kebijakan program bangga produk lokal, atau bangga produk UMKM, karena memang saat ini daya beli masyarakat sedang menurun,” katanya. 

Salah satu pilar yang membuat kontraksi adalah konsumsi masyarakat, lanjut Bakti. “Dalam kondisi saat ini bagi UMKM harus punya jiwa struggle, karena tidak mudah dengan daya beli menurun, selain itu harus pelaku UMKM, sebaiknya lebih dekat dengan digitalisasi, yaitu melalui penjualan secara online agar terdorong,”saran Bakti.

Bukan hanya pelaku UMKM, lembaga keuangan melalui Kepala Perwakilan Bank Indonesia itu, menyebutkan pariwisata termasuk salah satu sektor yang kini sedang dibina oleh BI. “Karena pariwisata termasuk penghasil devisa negara terbesar secara nasional,” jelas Bakti.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kuningan
di Waja Kopi, Sukageuri Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur Kuningan. (dien)

Bupati Kuningan, H Acep Purnama memaparkan pembahasan informal meeting yang dilakukan dengan Direktur BI Cabang Cirebon,adalah untuk membangun suasana baru. “Yang kita bincangkan adalah recovery masalah perekonomian masyarakat untuk menurunkan angka inflasi di masyarakat,” kata Bupati kepada media.

Menurut Bupati Kuningan, dari sisi pertahanan masyarakat, Kabupaten Kuningan tidak terlalu banyak adanya penurunan.  

“Tapi kan kita sedang antisipasi hal tersebut, dengan pemberdayaan, karena dengan pemberdayaan ini akan terbangun kemandirian masyarakat, yang Insya Allah perekonomian akan kembali menggeliat,” katas Bupati.  (dien/arl) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru