Thursday, January 20, 2022
Home > Berita > Rumah terbakar disambar petir, Damkar ungkap antisipasinya

Rumah terbakar disambar petir, Damkar ungkap antisipasinya

Rumah terbakar disambar petir. (dien)

Mimbar-Rakyat.com (Kuningan) – Kebakaran melanda di saat musim penghujan, kali ini penyebabnya sambaran petir yang menimpa lantai dua rumah pasangan Ruskadi dan Aan di Desa Bandorasa Kulon, Kecamatan Cilimus, Kuningan, Senin.

Saat itu tetangga korban, Aan Anika mendengar suara petir di Dusun Manis, Desa Bandorasa Kulon. Selang berapa menit kemudian saksi pun keluar rumah untuk mengangkat jemuran miliknya.

“Setelah saya keluar rumah ternyata ada asap yang dibarengi api keluar dari lantai dua milik Pak Ruskadi. Melihat ada api saya langsung kasih tahu yang punya rumah dan tetangga lainnya, ada kebakaran,”jelasnya.

Mendengar pemberitahuan tersebut warga berusaha memadamkan api dengan menggunakan perlalatan seadanya.

“Karena khawatir kebakaran akan meluas setelah 15 menit dari kejadian saya akhirnya nelepon petugas Damkar Kuningan. Nah 20 menit kemudian akhirnya mereka bisa tiba di lokasi,” jelas Aan.

Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, M Khadafi Mufti menduga kebakaran berasal dari sambaran petir yang mengenai atap bangunan rumah.

“Tidak ada korban jiwa saat peristiwa itu terjadi, namun kerugian sementara yang didera korban saat ini mencapai  Rp13,5 Juta, dengan luas bangunan yang terbakar sekitar Sembilan meter persegi,”jelasnya.

Khadafi meminta kepada seluruh masyarakat agar waspada terhadap bahaya dari sambaran petir saat musim penghujan, selain itu Ia menyarankan agar menyiapkan sistem proteksi kebakaran seperti Apar , hydran, tandon air dll.

“Alhamdulillah setelah dibantu warga setempat api dapat dipadamkan pada pukul 16. 40 WIB, 25 menit setelah kejadian. Dan jangan lupa apabila terjadi kebakaran segera menghubungi Kami melalui  (0232) 871113,”pesannya.

Selain itu saat menghadapi musim penghujan, sambungnya, untuk senantiasa memeriksa kondisi sistem kelistrikan di dalam rumah maupun luar rumah.

“Kemudian periksa juga genteng, jangan sampai pada bocor, karena kalau air hujan masuk kedalam rumah,kemudian mengenai kabel listrik dikhawatirkan bisa terjadi konsleting listrik,” tambahnya.

Kemudian, kata Khadafi, karena sering terjadinya pemadaman listrik, agar lampu di rumah diganti dengan yang standar SNI, karena saaat listrik nyala tekanan akan langsung tinggi, kawatir lampu (bohlam( yang tidak standar dapat juga terjadi konsleting dan memicu kebakaran.

“Sederhananya kapan pun dan dalam situasi apapun bahaya kebakaran dapat saja terjadi,” katanya, “Sehingga kita harus awas dan berhati-hati bila hujan.”

“Dan juga agar rumah tidak tersambar petir agar dipasang arde (penangkal petir),”jelas Khadafi.  (dien / arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru