Wednesday, October 28, 2020
Home > Berita > Rindu dengan Ega Noviantika? Yuk dengar Titah Guru

Rindu dengan Ega Noviantika? Yuk dengar Titah Guru

Keterangan foto - Ega Noviantika bersama suami dan personil aransemen musik Rudi Jati, Salaka Etnic dengan komposer musik Nana Mulyana Latif. (dien/arl)

Mimbar-Rakyat.com (Kuningan) – Bagi orang Kuningan atau orang mana pun yang rindu dengan suara empuk artis dangdut Ega Noviantika, finalis di ajang pencarian bakat D Academy 2, kini bisa mendengarkan suara khasnya lewat lagu Titah Guru.

Di single Titah Guru, Ega nyanyi bersama suaminya Rafli yang juga jebolan D Academy3.

“Saya bangga sekali bisa menyanyikan lagu Titah Guru, semoga Bima Suci bisa terus sukses,” ungkap Ega dalam peluncuran album Sang Purusa, akhir minggu ini, menyelingi rapat kerja perguruan silat Bima Suci.

Album Sang Purusa, merupakan album musik nusantara, yang aransemen musiknya diisi oleh Rudi Jati, Salaka Etnic dengan komposer Nana Mulyana Latif.

“Sang Purusa adalah sumber / pusat ilmu, yang di dalam pewayangan Sang Purusa dilambangkan dengan Brahma atau lebih dikenal di Pasundan dengan nama Dewa Guru (gurunya para dewa),” tutur Nana, saat ditanya penggunaan nama judul single Sang Purusa.

Ega dan suaminya, Rafli. (dok) 

Atas dasar itulah, lanjut Nana, Sang Purusa berada di puncak yang tinggi atau sering dikenal dengan Kerajaan atas langit, sehingga ia menuangkan kalimat yang berbunyi Sang Purusa Ciremai Tetengger Nagri.

Dalam album Sang Purusa berisi delapan lagu, yang memiliki warna musik nusantara namun keindahan citra musik pop khas tatar sunda tetap kental di dalamnya, keindahan harmonisasi aransemen yang dibuat oleh Rudi Jati & Purwa Salaka Etnic, membuat bisa terhanyut para penikmat musik.

Dalam album Sang Purusa, Nana menyiratkan pesan bahwa hidup adalah suatu proses yang terus menerus berjalan menuju sumbernya yaitu Sang Pencipta.

“Kemudian kecintaan dan kebanggaan kepada tanah kelahiran saya tuliskan dalam lagu berjudul Dangiangna Lembur Kuring, yang menyimak makna cerita orang tua kita dulu bahwa Kuningan merupakan wilayah yang dipakai pusat penempaan ilmu, kesaktian dan aji diri,” terangnya.

Karena dahulu, sambung Nana, Kabupaten Kuningan selalu dipakai rujukan untuk mencapai puncak kemenangan, silsilah anak cicit dari tokoh  sentral pra sejarah.

“Dan hal itu sebagai pusat rujukan ilmu penghambaan kepada Hyang Widi, saya lukiskan melalui lagu Sekeseler Seuweu Krama. Dalam cerita babad Cirebon ketika pasukan kuda-kuda kecil warna putih turun dari Ciremai maka membuat lawan gemetar ketakutan. Itu saya coba masukkan ke dalam lirik lagu,” katanya.

Nah, salah satu lagu dalam Sang Purusa itu, ada yang terasa “empuk” di telinga pengagum Ega, yaitu Titah Guru – yang mengalun enak dengan cengkok khas penyanyi jebolan D Academy2 itu.  (dien/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru