Tuesday, April 13, 2021
Home > Berita > Pembangunan, Menjadi Kendala Berkurangnya Lahan Pertanian

Pembangunan, Menjadi Kendala Berkurangnya Lahan Pertanian

 

Mimbar-Rakyat.com (Kuningan) Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum ungkapkan pertanian merupakan kebutuhan pokok masyarakat Jawa Barat. Pangan menjadi skala prioritas Pemprov Jabar. Menurutnya pangan merupakan kebutuhan pokok yang paling krusial sebab hal itu, berpengaruh terhadap kestabilan politik dan keamanan.

“Tidak ada pangan, maka tidak menutup kemungkinan politik dan keamanan terganggu, maka Pemprov Jabar terus berusaha untuk meningkatkan produksi pangan di Kawa Barat, Kami tidak mau Jabar kembali ke 60 tahun kebelakang yang mengantri beras,sehingga politik terombang ambing dan keamanan tak damai,”terang Wagub Jabar saat Panen Raya di Sawah Desa Cileuya Kecamatan Cimahi Kabupaten Kuningan, Minggu (6/3).

Uu mengatakan di awal periodenya menjabat sebagai Wakil Gubernur, Jawa Barat berhasil berada di peringkat kedua sebagai produsen pemasok beras tingkat nasional setelah Jawa Timur.

” Tapi sekarang Jabar disalip oleh Jawa Timur, dan hal itu disebabkan oleh kondisi gabah kering dari tahun ke tahun menurun sebanyak lima ribu ton, bila dibiarkan maka di tahun ketiga akan turun menjadi 15 ribu ton, ini berbahaya, maka pemprov Jabar akan selalu melakukan inovasi di Bidang pertanian,”ungkapnya.

Kabar Gembira,sambing Uu, hasil inovasi pertanian didapat dari Kabupaten Cianjur, yang hasil panennya meningkat dua kali lipat.
“Kemarin Panen padi di Cianjur, yang biasanya hasil panennya mendapatkan 6 – 7 ton per hektar, namun dengan inovasi padi hasilnya mencapai 12,5 perhektar. Oleh karena itu Pak Kades Cileuya bisa koordinasi dengan Dinas Pertanian provinsi jawa barat, untuk mendapatkan bibit tersebut dan bagaimana caranya sehingga bisa meningkatkan hasil pertanian,”jelasnya.

Uu pun memaparkan empat kendala utama di bidang pertanian yang menyebabkan pasokan beras di Jawa Barat kian menurun.
Yakni menyempitnya areal pertanian hampir enam persen pertahun. “Hingga hari ini areal pertanian di Jawa Barat tinggal 950 ribu ha areal sawah di Jabar sementara tetangga provinsi terdekat lain saja sekitar 1.1 juta ha, dan yang lain 1.3 juta Hektar,”sebutnya.

Hal itu menjadi kendala berkurangnya produksi pertanian di Jawa Barat. “Menyempitnya lahan pertanian disebabkan oleh pembangunan di mana – mana tidak bisa dihindari karena kebutuhan,”tandasnya.

Selanjutnya, profesi petani kian menurun, otomatis penggarap sedikit dan hasilnya semakin sedikit. tidak ada penerus profesi petani. “Misalnya orangtuanya yang menjadi petani, sekarang anaknya kebanyak menjadi buruh, tukang ojek , jadi pegawai dll, itu juga mempengaruhi,”paparnya.

Ketiga, tambah Uu, karena faktor cuaca tidak menentu. “Dan terakhir adalah sumber air sudah pada habis, dan banyak sekali kendala – kendala lainnya, ini yang dikhawatirkan oleh Pemprov Jabar,”paparnya.

Sedangkan untuk masalah air menurutnya bisa terjawab dengan adanya Bendungan Kuningan, dengan selesainya Bendungan Kuningan, beberapa persen lagi , semoga daerah ini bisa teraliri air. “Kita pengalaman di wilayah cirebon kemarin, biasa setahun dua kali tapi dengan adanya bendungan, bisa tiga kali dalam setahun panennya,”ujar Uu.

Setelah teori Ia pun mengingatkan dengan tetap menerapkan teologi yang ada . “Tapi ingat dengan adanya panen hari ini kita harus tetap bersyukur karena sehebat apapun kita mempunya teori tapi teologi tetap harus diterapkan,”pungkasnya.

Usai melakukan panen raya bersama Bupati Kuningan, Wakil Gubernur Jawa Barat H. Uu Ruzhanul Ulum, bersama DPMD Provinsi Jawa Barat, dan rombongan lainnya dengan mengendarai sepeda motor Vespa, menuju ke lokasi penanaman seribu pohon Kopi ke Desa Cirahayu Kecamatan Luragung (Dien)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru